8 Jun 2017

Delapan Juni, Pukul Sebelas Malam

Di temani alunan lagu Aprilnya Fiersa Besari, aku mau curhat sedikit. Soalnya bosen juga nyalin remidian matminat dari foto di grup whatsapps ke folio bergaris. Sudah dapat 19 nomor, kurang 21 lagi dan aku sudah bosan.

Pengenya langsung tidur. Tapi isi kepala tidak bisa di ajak kompromi. Seolah ada banyak sekali suara-suara di sana. Bising. Sangat berisik. Aku tidak bisa konsentrasi. Hari ini aku mengecewakan dan di kecewakan banyak orang. Aku sudah meminta maaf dan memaafkan, tapi belum memaafkan diriku sendiri. Dasar manusia, tidak pernah punya rasa puas.

Aku baru meyakini sesuatu beberapa menit yang lalu, kalau waktu bisa merubah seseorang. Aku percaya, karna aku merasakanya tadi, di balkon kos, setelah membalas chat dari teman lama. Rasanya beda. Dan aku tidak suka. Aneh.

Hanya aku yang merasakan mereka berbeda, atau mereka juga merasakan kalau aku juga sudah tidak lagi sama. Kenapa waktu merubah seseorang? Kenapa waktu membuat hal yang dulu sangat kita sukai menjadi benci hanya dengan sepersekian detik?Itu hanya membuat muak.

Kalau kamu dalam posisi ini, apa kamu akan tetap berusaha tidur atau mengambil novel dan membacanya sampai suara bising itu hilang dan berganti imajinasi dan harapan baru?

29 Apr 2017

Bali day3 #tindakalijogja17

Hari terakhir di Bali. Rasanya gak mau bangun dari kasur, gak mau buru-buru mandi, gak mau buru-buru sarapan. Pengenya pura-pura ketiduran trus ditinggal pulang aja gak papa, hehe. Pas bangun pagi itu, masih keinget kejadian-kejadian semalem yang bikin aku dan teman-teman satu kamarku tidur larut. Gara-gara telfonan terus sama teman satu kelasku yang beda kamar. Itu hal terseru yang pernah aku lakuin. Iseng telfon dengan modal nomor kamar hotelnya, telfon udah tersambung. Pura-pura jadi pegawai mcd atau kfc pesan antar. Atau kalau nggak basa-basi ngelantur tapi bikin perut sakit terus. Gak bakal lupa deh moment ini.
Juga keinget sama kejadian dimana cuma kamarku saja yang airnya tidak berfungsi dengan baik. Yang lain sudah pada mandi, sampai-sampai berendam di bathup. Sedangkan kamarku air kranya nya pun enggak. Sampai hampir sepuluh kali kita telfon lobby buat ngirim petugas hotel buat benerin air. Kampret moment-nya, pas pegawai hotelnya dateng dan dengan santai memutar kran air langsung keluar dengan sangat lancar.

Mungkin memang kita yang terlalu ndeso.

Sebelum bener-bener balik ke Kediri kita mampir dulu lihat pertunjukan barong dan ke Danau Bedugul.

Mampir juga ke restoran di bukit [aku lupa namanya] untuk makan siang. Disana view untuk makan aja bagus banget. Sayang gak sempet foto. But, aku menikmati moment nya. Sangat.

Tapi, di Bedugul aku ambil banyak Foto. Sebelum naik speed boat. Speed boat pertamaku. Bener-bener pengalaman yang ajaib.










Bali day2 #tindakbalijogja17

Sudah sekitar satu bulan yang lalu, tapi rasanya setiap detiknya telah terekam memori otaku. Masih tidak bisa lupa setelah mandi dan berpakaian rapi di sambut dengan pemandangan pantai di depan mata. Bukan pantai yang di penuhi turis dengan bikini lucu. Hanya segaris pantai dengan beberapa batu besar berjejer rapi dan deburan obak yang tidak cukup tinggi. Ditambah dua kapal nelayan sedang dalam perjalanan hendak mencari rejeki untuk makan hari ini.
Laut benar-benar seperti dunia kedua. Seolah ada kehidupan lain yang berlangsung di dalamnya. Yang kita tidak pernah tau. Apa saja bisa kita temukan di laut. Bongkahan kapal karam, ikan hias sampai ikan ganas atau jutaan spesies langka yang baru kita kenal.

Oh iya, aku kan mau bercerita tentang Bali

Hari kedua, hmm.. yang paling aku ingat bingungnya aku memilih ukuran daster yang pas untuk oleh oleh ibuku. Aku belum sempat mengukur atau bertanya lingkar pinggangnya sebelum berangkat. Takutnya kalau salah beli malah tidak terpakai. Sebenarnya aku belajar dari study tour kakaku saat SMA. Ibuku yang sudah beranak dua dan tidak lagi langsing, malah dibelikan daster bunga-bunga pink dengan lengan singlet. Jelas tidak dipakai, akhirnya aku yang pakai sampai sekarang. Jadi aku hanya bermodal menira-ngira. Tapi syukurlah, beliau senang, dan ukuranya pas. Malah hampir setiap aku pulang, daster itu yang dipakai.

Tak lupa juga buah tangan lain. Seperti pie susu khas Bali dan gantungan kunci lucu. Aku membelikan satu untukmu. Tapi entah kapan kita bertemu. Ah sudahlah, aku sudah melupakanmu. Hanya teringat saja saat itu, jadi aku beli satu.

Mungkin tidak akan sampai di kamu. Akan kusimpan saja di rak buku.

Eh, ini saat yang paling menyenangkan. Setelah senang berburu oleh-oleh, rombonganku mampir sebentar di Desa Adat panglipuran. Desa ini adalah desa terbersih sedunia. Say, WOW. Tapi sungguh, benar-benar bersih. Lihat saja sendiri.









3 Mar 2017

Bali day1 #tindakbalijogja17

Hari yang paling bersejarah, harus aku tandai dalam kalender hidupku. 28 Februari 2017, secara perdana aku naik kapal menyebrang pulau. Padahal, sejujurnya sempat gugup sebelum naik kapal. Tapi aku senang. Sekitar pukul 00.30 wib bus yang aku tumpangi terpakir di area parkir kendaraan kapal feri. Aku dan kawan-kawanku segera turun dari bis dan mencari tempat duduk yang sekiranya strategis. Tapi sepertinya tidak. Karna jendelanya tidak bisa di buka. Yah, gimana. Namanya juga baru bangun, setengah nyawa baru kumpul sudah suruh turun bis cari tempat duduk.

Tapi ini hari bersejarahku. Aku tidak mau hanya duduk saja dan menyia-nyiakan kesempatan menikmati angin laut di atas kapal feri. Dari pada meneruskan sambungan mimpiku, aku lebih memilih pergi berjalan-jalan ke temanku yang lain. Dia mengajaku berkeliling kapal. Melewati ruang duduk yang lain, lorong dan beberapa anak tangga, dan voila, kami ada di atas atap kapal.

Senangnya, melihat banyak bintang di tengah malam. Seketika kantuku hilang. Juga lumba-lumba dan paus sedang cari makan, tapi jangan percaya. Aku bohong tentang yang terakhir.

Cukup menyenangkan, bisa mencuri obrolan. Walau tetap berakhir kaku, dingin dan tidak berkesan. Tapi sungguh menawan, kerlip bintang yang aku lihat barusan. Bersama salah satu teman satu kosan, sejenak, tentang perkara hati terlupakan.

7 Feb 2017

Rabu, Sept 4 16, 10:59

Pikirkan apa yang sudah kamu lakukan hari ini. Sudahkah semua berjalan dengan baik? Pikirkan pelajaran apa yang kamu dapat hari ini. Pikirkan apa saja yang sudah kamu miliki sampai hari ini. Dari sehat, keluarga, rasa sayang, bisa makan malam dan lain lain. Bersyukur atas semua yang sudah kamu miliki. Kesampingkan saja hari kemarin yang sudah terlanjur terjadi. Pikirkan saja bahwa masih ada hari esok untuk menebus hari kemarin. Buat hari esok lebih baik. Selamat tidur 🌙

Aksi Panggung The 1975 Mengecewakan

Setelah ini mendengarkan Robbers rasanya ga akan lagi semenyenangkan dulu, karna bercampur aduk dengan perasaan marah dan bersalah. Baru saj...