Tampilkan postingan dengan label A day in My Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label A day in My Life. Tampilkan semua postingan

9 Jan 2023

Money Can Buy You Happiness

Agaknya itu kalimat yang lebih tepat digunakan untuk mendefinisikan kebahagiaanku bisa kembali merasakan festival musik di bulan Desember kemarin. Rasanya seperti membalaskan dendam atas bulan-bulan yang membuatku berjalan terseok-seok sepanjang tahun 2022. Semua terbayarkan tuntas dengan dua konser terbaik yang pernah aku rasakan selama 23 tahun aku hidup.

Be The Sun Additional Show Jakarta
Sound of Downtown Vol. 3

Setelah dua tahun diterpa pandemi C word yang membatasi ruang gerak kita di keramaian, festival musik menjadi salah satu hal yang dapat mengobati kerinduan akan suasana saat sebelum pandemi. Menonton konser musik menjadi stress release-ku di sela-sela kehidupan perkuliahan. Sheila On 7, Tulus, Pamungkas, Fiersa Besari, Nadin Amizah, Letto, hingga Pee Wee Gaskin sudah pernah aku dengar alunan musiknya secara langsung. Pengalaman dapat mendengarkan langsung lagu-lagu yang mengisi playlist sehari-hari dan menonton aksi panggung idola merupakan pengalaman berbayar yang ditawarkan oleh festival musik, dan aku lah salah satu target pasarnya.

Desember kemarin aku menghabiskan sisa akhir tahun dengan menikmati festival musik penyanyi lokal dan K-Pop. Dua-duanya sangat berkesan sampai hari ini aku masih merasakan sisa-sisa post concert deppression (PCD) haha. Konser pertama adalah Sound of Downtown Vol.3 di Lapangan Karangpilang Surabaya tanggal 18 Desember, dan yang kedua Seventeen Word Tour Be The Sun Additional Show Jakarta tanggal 28 Desember. Dari segi experience konser untuk penampilan artisnya, dua-duanya sangat all out dan profesional meskipun hujan turun. Kebetulan keduanya berada di venue outdoor, dan tau kan Desember di Indonesia kayak gimana hmm.. Kemungkinan hujan turun dan konser di-delay berjam-jam itu ada banget. Tapi secara profesional semua performences tetap tampil tepat waktu seseuai rundown dan konser berjalan dengan lancar seperti hujan bukan sebuah halangan.

Inget banget di SOD Vol.3 guest star pertama Ardhito dan pas banget dia udah mau mulai intro hujan juga mulai turun. Semua orang buru-buru mengeluarkan jas hujan yang sudah disediakan promotor dan berlarian mendekati panggung karna ga mau ketinggalan opening song yang dibawakan Ardhito dengan lagu terbarunya berjudul 2 Jam. Lucunya jas hujan yang dikenakan berwarna-warni jadi terlihat seperti anak ayam warna-warni sedang nonton konser. Begitu pun saat konser Be The Sun, hujan bahkan udah turun dari tengah hari. Sehari sebelumnya Jakarta diprediksikan akan hujan badai pada hari H konser, langsung khawatir deh tetap bisa berjalan lancar ga ya kira-kira. Aku ga terlalu masalah dengan hujan toh cuma hujan air, tapi kalo badai kan campur angin :( Agak menyesali milih section festival dibanding tribun. Tapi pas hari H ternyata ga seburuk bayanganku. Hujan angin tetap, tapi konser juga tetap jalan tepat waktu. Bahkan Seventeen terlihat sangat menikmati penampilan mereka di atas panggung sambil hujan-hujanan. Semua senang, semua pulang dengan selamat alhamdulillah ga ada yang sakit. Apresiasi buat seluruh panitia dan promotor yang bertugas.

Satu lagi hal yang menyenangkan dari nonton konser selain penampilan para performances adalah pengalaman berinteraksi dengan sesama penonton. Aku banyak baca cerita dari penonton baik SOD maupun BeTS, ada yang lucu, ada yang haru, ada yang seru, ga jarang ketemu kenalan baru setelah pulang konser. Beberapa orang rela berangkat jauh dari kota asalnya untuk menikmati hiburan sejenak ini. Hal itu juga yang ngingetin aku buat saling jaga dan memperhatikan orang-orang di sekitarku selama konser.

Saat SOD misalnya, ribuan orang jadi satu di satu tempat sedangkan tempat ibadah (musholla) yang disediakan ga cukup menampung, jadi harus gantian. Belum lagi beberapa orang ada yang kurang sadar diri malah duduk-duduk santai di sekitar area sholat sambil istirahat, sedangkan yang mau sholat antri sekali. Saat mendekati adzan maghrib aku berniat ke musholla dulu buat sholat maghrib lebih awal dan langsung menyusul temanku agar dapat barisan yang lebih dekat dengan panggung daripada sebelumnya. Tapi ternyata yang berpikir begitu tidak hanya aku saja kawan, malah orang-orang banyak yang selesai sholat ashar masih pakai mukena dan duduk-duduk di musholla menunggu adzan maghrib hahaha. Saat sedang antri ada satu orang di sebelahku yang ternyata belum sholat ashar, tapi udah ga ada cukup ruang lagi untuk sholat karna penuh dengan orang menunggu adzan maghrib. Untungnya orang di depanku dengan sigap langsung berdiri dan mempersilahkan mba-mba sebelahku tadi untuk sholat ashar duluan. Aku sempat baca saat Be The Sun juga ada yang mengalami hal yang sama, respect. Ada juga yang saling minjemin powerbank, saling tawar-tawarin minum di tengah kerumunan, yang paling seru bagi-bagi freebies saat BeTS. Aku juga sempet baca ada yang adek kecil yang nonton BeTS sama ortunya kepisah sama mamanya, baiknya Carat pada bantuin nyariin sampe adek itu ketemu mamanya lagi huhu terharu. Aku juga ada pengalaman hampir gabisa pulang saking susahnya dapet ojek online di area sekitar venue karna high demand. Beruntungnya tetep bisa pulang dengan selamat meskipun pake ngerepotin orang-orang, mianhae dan gumawo <3 Pulangnya aku dapet banyak kenalan temen Carat baru hehe seneng, I hope we can get along well together yaaa

Karna euforia orang-orang terhadap festival musik dan acara hiburan publik paska pandemi sangat tinggi, hal itu memicu penumpukan massa di satu tempat. Kalau koordinir massanya ga bener, bisa malah jadi petaka seperti tragedi yang sudah-sudah. Beruntungnya lagi, orang-orang saat selesai konser semuanya tertib jalan satu-satu pelan-pelan bergantian tanpa ricuh baik SOD maupun BeTS. Jujur itu juga jadi concern-ku saat nonton konser, karna sebegitu banyaknya orang pasti semua sama-sama merasa capek, letih, lesu, lunglai. Tapi alih-alih marah-marah atau mode senggol bacok, semuanya tetep bisa sabar saling mendahulukan yang prioritas dan kooperatif buat tertib. BAGUSSS! Salut juga dengan tim koordinator lapangannya terutama BeTS, arahan korlapnya sangat membantu aku yang linglung bingung masuk lewat mana keluar lewat mana. Semua pulang dengan hati gembira, aman, sentosa!

Akhir kata aku membuktikan sendiri kalau money can buy me happiness, how about you?

2 Jan 2023

2021 dan 2022

Selamat tahun baru 2023!

Dua tahun yang ga pernah aku tulis di sini emang ga mudah buat dijalani, tapi toh kelewat juga haha. Ga ditulis bukan berarti ga berkesan, justru malah sangat menikmati setiap momen yang terjadi dua tahun terakhir. Kalo mau ditulis satu-satu mungkin ini beberapa momen yang mau aku kenang terus selamanya:

2021

  • Awal tahun breakout parah sisa stres akhir tahun
  • Kabur healing ke Jogja berkedok magang selama sebulan
  • Sisanya menikmati kehidupan di rumah
  • Masih banyak waktu buat quality time bareng temen
  • Sharing session dan update kehidupan sama Retta dan Acen hampir tiap weekend
  • Acen masih sering nginep rumahku biar kita ga saling merasa kesepian
  • Kenalan sama BTS dan mulai sibuk dengan kehidupan fangirling
  • Fase bucin Taehyung dan Jimin hahaha
  • Pertama kali ngerayaain ultah beli kue sendiri
  • Pusing semester akhir dan bingung mending magang atau nikah sama Jimin
  • Akhir tahun balik ngekost ke Malang buat mulai ngerjain skripsi

2022

  • Ketemu lagi sama teman-temanku yang setelah lama Long Distance Friendship
  • Tapi LDF sama temenku yang lain huhu gantian
  • Pertama kali kondangan, akhir tahun jadi sering kondangan
  • 5/6 di 2022 adalah kehidupan anak kost an yang bingung mau makan malem apa dan mending laundry atau nyuci sendiri
  • Semakin dekat dengan Seventeen dan fase bucin Dokyeom
  • Cekikikan malem-malem di kost an karna nonton Going Seventeen sampe sakit perut
  • Sisanya pusing ngerjain skripsi dan bingung milih cafe buat skripsian
  • Dibimbing oleh Pak Faisal yang sabar, bijaksana, dan menyenangkan
  • Bolak balik S city buat ambil data bersama RR
  • Mual ngotak-ngatik data di PLS
  • Bosen skripsian akhirnya nyoba mecah stressnya ke kerjaan
  • Hamdallah dapet kesempatan belajar banyak dari Adinda dan Mas Dendi di ALGA
  • Sampe akhirnya bisa nyelesaiin skripsi pas 8 semester
  • Dikelilingi dan disupport serta berjuang bareng sama RR, Eka, Doni, Meila, Deva buat lulus dari UB
  • Tinggal nunggu wisuda aja ini lama beneerrr
  • Closingan akhir tahun sangat berkesan bisa ngonser dua kali
  • Ketemu lagi sama Arinda, Retta, Dani, Akfa, dan DOKYEOM
  • Momen terbaiknya adalah nonton Be The Sun Additional Show Jakarta!
Wow! Banyak juga momen terbaik yang terjadi dua tahun terakhir. Disamping itu juga tetep ada masa-masa sedih, galau, dan bingung buat melangkah. Hal yang paling aku syukuri tahun ini adalah setiap momen yang terjadi dan setiap orang-orang yang aku temui (entah yang baru aku kenal atau sudah saling memahami sejak lama), sangat berkontribusi membentuk aku sekarang. Momen-momen itu ga mungkin terulang lagi dengan perasaan yang sama. Aku selalu percaya kalimat ini

"Setiap waktu ada orangnya, setiap orang ada waktunya."


Selama masih ada waktu untuk orang-orang tersayang di sekitar kita, selalu usahakan memaksimalkan waktu itu untuk menciptakan momen terbaik untuk dikenang dalam waktu yang lama.

Let's make another beautiful memories in 2023!

/Putri.

22 Des 2020

Setahun Terakhir

Udah lama banget ya dari terakhir kali aku update di blog ini. Kalo boleh jujur, sebenarnya banyak sekali cerita yang ingin aku bagikan sepanjang setahun ini. Namun rasanya ga akan cukup di satu kali post hehe. Hal yang paling mengesankan bagiku di setahun terakhir adalah pandemi. Ya, semua merasakan dampaknya, termasuk juga aku sebagai mahasiswi. Kebetulan aku sudah masuk dipertengahan semester 4 awal tahun ini. Saat diharuskan isolasi mandiri di rumah masing-masing, saat itu juga bertepatan dengan minggu Ujian Tengah Semesterku. Beberapa dosen ada yang memaklumi keadaan dengan meniadakan ujian, kabar yang menyenangkan tentunya. Namun, beberapa yang lain mengganti ujian dengan tugas. Ada juga yang tetap melaksanakan ujian secara daring.

Lucunya saat harus pulang ke kampung halamanku, aku pikir libur pandemi ini akan berlangsung hanya dua minggu selama pelaksaaan UTS. Jelas aku hanya sedikit membawa baju dan barang-barangku yang sekiranya penting untuk keberlangsungan hidupku setelahnya, skincare misalnya. Sisanya aku tinggal di kost-an ku di Malang. Ternyata dugaanku salah. Pandemi masih terus berlanjut hingga hari ini.

Terhitung sejak pertengahan bulan Maret hingga sekarang, sudah lebih dari sembilan bulan aku di rumah. Tidak lagi merantau, tidak lagi pusing tengah malam mau makan apa. Senang lebih banyak waktu bersama keluarga. Maklum, kegiatan kuliah dan organisasi sering menyita waktu akhir pekanku. Sebelumnya mungkin di rumah cuma dua hari saja dalam sebulan, sekarang bisa tiap hari. Tidak usah pusing laundry dan masak indomie, hihi.

Kegiatan perkuliahan pun mengalami penyesuaian. Sampai sekarang aku masih melaksanakan kuliah secara daring. Semua sistem pembelajaran terasa lebih praktis karena teknologi. Walaupun jarak jauh dan sering terkendala masalah teknis, tidak mengurungkan semangat belajar teman-temanku dan para bapak ibu dosen dalam menyampaikan ilmu. Tak jarang aku menemui teman-temanku yang terkendala sinyal di rumahnya yang cukup jauh dari pusat kota. Namun, dia selalu berusaha untuk tetap bisa mengikuti kegiatan perkuliahan dengan baik dengan segala keterbatasan yang ada. Semua berusaha sebaik mungkin di kondisi yang serba sulit ini.

Kegiatan organisasi kampusku juga beralih ke sistem daring. Banyak program kerja yang terpaksa harus mengalami penyesuaian dengan kondisi yang ada. Namun lagi-lagi, beruntungnya kita hidup di era teknologi yang berkembang pesat. Semua menjadi semakin mudah dan tidak seberat yang dibayangkan karna fasilitas teknologi.

Selain kuliah dan organisasi, aku juga sering mengikuti webinar selama di rumah aja. Kampusku juga membuka program magang online semester ini. Bekerja sama dengan beberapa company besar dan memberi banyak sekali perkuliahan tambahan yang menambah insight baru untukku pribadi. Salah satunya adalah dengan Smartfren. Dalam online course bersama smartfren banyak membahas mengenai kepegawaian dan manajemen karyawan. Kebetulan aku pun juga mengambil minat di bidang manajemen sumber daya manusia. Jadi materi yang dibawa oleh smartfren dekat dengan materi kuliahku di kelas. Senang rasanya dapat menambah banyak wawasan baru bagaimana realita manajemen sdm di lapangan dari praktisinya langsung.

Tapi tidak bisa dipungkiri, kalau perkuliahan secara luring atau offline akan terasa lebih menyenangkan. Berinteraksi langsung dengan teman-teman kuliahku. Melaksanakan perkuliahan di kelas. Kangen juga ternyata merasakan naik tangga ke lantai lima di kelas pagi gara-gara lift penuh. Kangen juga makan soto di kantin sehabis pusing mengerjakan akuntansi. Apalagi merasakan sibuk mondar-mondir gedung UKM atau rapat di cafe bareng temen-temen organisasi sampai larut malam. Pengen banget ngerasain masa-masa itu lagi, huhuu.

Kemungkinan besar semester depan kampusku tetap melaksanakan perkuliahan secara daring. Tidak bisa menyalahkan siapa-siapa juga. Keadaannya juga sedang tidak kondusif. Namun, aku percaya kalau kita semua bisa sadar atas tanggung jawab badan kita masing-masing sebenarnya kegiatan perkuliahan secara luring pun bisa terlaksana. Asaaalll… selalu siap sedia menerapkan 3M protokol kesehatan yang baik dan benar. Menolong nyawa orang lain bisa lho dimulai dari diri sendiri, dengan sadar atas tanggung jawab badan kita masing-masing.

Semoga kita semua tetap dalam kondisi sehat dan baik ya teman-teman, sampai akhirnya kita bertemu lagi dalam kondisi yang jauhhhhhh lebih baik daripada hari ini.

See u in another story, XOXO.

26 Des 2018

Tentang Kota dan Kenangan

Assalamualaikum temen-temen,

lama banget ya gak nulis. Mumpung lagi ada mood dan bahan buat ditulis aku mau cerita sesuatu. Btw, aku habis makan samyang mix mie sedap goreng gara gara habis nonton videonya kittendust a.k.a Fathia Izzati jadi pengen.  Gak kerasa 2018 udah mau habis, padahal baru nulis dikit banget. Jujur 2018 adalah tahun yang hectic abis. Tapi banyak nganggur juga sih, tapi di dalam kepala emang lagi berisik banget. Mulai dari awal tahun udah masuk semester 2 kelas 12, dikejar ujian praktik, try out, ujian nasional, bimbel inten buat sbmptn. Setelah sbmptn hati dibikin was-was sama pengumuman. Pikiran udah macem-macem, mikir gitu bulan depan aku ospek gak ya, ulang tahunku tahun ini dirayain dimana ya, aku ngapain ya bulan september, aku pusing apa bulan november, udah mikir gitu. Tapi alhamdulillah diberi kesempatan sama Allah buat kenal orang baru dan lingkungan baru. 

Setelah pengumuman gak berheti disitu, malah ini babak baru yang seru. Di Malang kalo dibilang sibuk yaaa, gak sibuk banget, bahkan aku lebih sering nongkrong atau nonton konser sama temen-temen. Mungkin awal-awal aja waktu ospek agak ribet. Sebenernya kuliah di jurusanku santai, santai, pusing. Santai karna dapet jam kuliah yang enak, pusing karna dapet dosen yang gak enak. Kalo matkulnya sih santai santai aja, yang penting absen. Eh, ngomongin kuliahnya di post selanjutnya aja deh ya. Ada yang lebih penting, hehe.

Tujuanku nulis hari ini sebenernya mau cerita tentang puisiku yang dimusikalisasikan sama mas Adha Buyung. Mungkin banyak yang belum tau mas Adha ini, aku pun juga gak tau banyak tapi aku ceritain setauku yaa. Pertama kali aku tau ada manusia bernama mas Adha Buyung di bumi adalah dari soundcloud. Sejak pertama kali punya pc yang dikado ibuk di ulang tahunku ke 13 kerjaanku main internet terus. Bisa dibilang aku kecanduan medsos dari dulu. Mulai dari facebook, twitter, tumblr, instagram aku punya akun yang masih aktif sampai sekarang. Eh, kecuali tumblr deng, kena block, so sad apadahal banyak post post an puisi kesukaanku disana. Pertama kali main soundcloud waktu kelas 2 atau 3 mts yaa, agak lupa, kalo gak salah akhir 2014 atau awal 2015 lah, trus nemu coverannya mas Adha. Gatau gimana nemunya, lagi stalk kaka kelas atau nemu aja di beranda, lupa. Waktu itu coverannya night changesnya one direction, karna enak langsung aku like. Trus iseng lihat coverannya yang lain eh bagus bagus, karna suaranya juga enak banget sih. Coveran favorit dari mas Adha lagu Mechine nya Scott Helman, asli enak banget kalian harus dengerin, aku sampai sekarang pun masih sering dengerin. Aku tau lagu-lagu enak yang lain juga dari coverannya mas Adha, kayak lagu-lagunya Jason Ranti, Adhitia Sofyan dan lain lain.

Lalu aku ngefollow socmed mas adha yang lain. 2014 udah jaman instagram belum sih, pokoknya aku udah langsung follow mas adha dari dulu saking suka sama coverannya. Trus setelah stalking ternyata mas adha ini SMA di SMA 2 Pare, trus sekarang kuliah di Institute Seni Indonesia, jurusannya kurang tau. Oh iya, mas Adha juga punya grup musik Kiara Kelana, kalo gak salah genrenya folk. Kiara Kelana juga keren keren lagunya.

Singkat cerita 29 November kemarin mas Adha bikin instagram story yang isinya kolom ask gitu, katanya mau puisi untuk dibuat musikalisasi puisi, projek gabut aja sih katanya. Isenglah aku ngirim, tanpa ekspektasi apapun. Paling gak di read juga pikirku. Kebetulan waktu itu habis hujan hujan pulang kampus jadi aku kirim puisi ngasal temanya hujan dan Malang. Karna jujur, baru sebentar di Malang udah banyak banget cerita disini. Gak nyangka di bales ucapan terimakasih dan katanya mau disimpan. Udah seneng banget waktu itu, tapi cuma aku read. Lalu, sekitar sepuluh hari setelahnya aku di dm, mas Adha tanya judul puisiku apa. Aku jawab gak tau, karna ya bikinnya spontan gak tau juga mau kasih judul apa. Masih belum ngeh kalo puisiku terpilih. Aku bilang kalo mas Adha ada saran judul yang bagus kasih aja, dan dia meniyakan. Seminggu setelahnya liat instagram storynya mas Adha dibuat kaget. Ada video teaser disana dan ada namaku dan satu lagi orang lain. Aku ulang berkali-kali karna mungin salah lihat, ternyata beneran tulisannya 'Putrizk', siapa lagi username ig yang namanya putrizk kalo bukan aku, pede banget. Trus aku bales dm nya bilang makasih, sedetik setelah terkirim menyesal, karna harusnya aku tanya dulu itu putrizk nya aku apa bukan. Eh ternyata dibalas samasama, suruh nunggu fullnya. Beneran akuuu, seneng bukan main sampe aku bikin status whatsApp. Bener-bener ga sabar mau lihat fullnya kayak gimana puisiku yang seadanya itu dibikin lagu. Karna kalo kalian tau puisi aslinya pasti ewhh banget, diksinya berantakan, gak bangetlah. Kalo yang di youtubenya mas Adha udah dipermak ituu.

Kemarin tanggal  24 Desember 2018, udah diupload di youtubenya mas Adha. Ini sayang sih buatku kalo gak diceritain. Jadi kemarin-kemarin kabel usb aku rusak dan belum sempet beli baru, mager dan sayang uang sih sebenernya, aku ngecharge di kamar ibuk jadi gak cek hp. Siang itu lagi males malesan di kamar nonton video youtubenya Radit lagi cerita sama yoga arizona dan ridwan remin. Cerita Yoga Arizona merencanakan pernikahan itu menarik banget trus aku pengen stalk di ig, bukalah instagram di desktop. Waktu buka instagram, post paling atas udah mencuri perhatianku. Mas Adha ngepost video teaser musikalisasi puisi itu di instagram 4 jam yang lalu. Aku langsung buka soundcloud karna aku kira di upload disana, eh ternyata di youtube, ada video footage yang lucu gitu. Langsung aku dengerin, tau gak reaksi pertamaku, ketawa sambil nangis. Ya ampuunnnn bagus bangeetttttt, gak ekspek bisa selucu itu jadinya. Lucu lucu gemas gitu lagunya, nadanya juga enak banget di dengerin, suaranya mas Adha apalagi, udah kombinasi paling mantab sihhh.


Kalo mau dengerin bisa searh di youtube judulnya Kota dan Kenangan atau klik aku.

Pokok intinya aku mau ucapin banyak banyak terima kasih untuk mas Adha Buyung yang udah jadi inspirasiku dan menciptakan lagu tergemas ini. Sudah menyulap puisiku yang seadanya menjadi lagu yang selucu itu.Terus berkarya dan menginspirasi mas Adha, semoga sehat dan mesra selalu dengan pacarnya. Gak lupa Kiara Kelananya juga semakin keren namun tetap membumi.

Salam,
Putri.

14 Jun 2018

Ied Mubarak 1439 H

Takbir berkumandang. Rumah sepi. Mas jalan-jalan sama temennya habis buka bersama. Bapak dapet piket di pos ramadhan, jaga dari siang sampai sekarang belum pulang. Teh panas yang ibuk buat dari sore sudah dingin. Bapak mengeluh masuk angin katanya lewat telfon, ibuk khawatir, tapi bapak tenang habis di kerokin sama temannya. Budhe pergi ke toko sepatu sama anggun beli sepatu baru. Aku temani ibuk nonton karma di antv, tvnya disetel, ibuk nonton youtube. Aku baca thread di twitter sambil nyemil stik balado. Habis capek nonton single terbaru siti badriah ibuk ngantuk, pamit merem sambil bergumam 'lak takbir ngene iki kelingan mak' aku diam saja, tapi ikut sedih, di hati rasanya perih, mau mbrebes tapi tertahan. Takbir keliling masih terus lanjut lewat depan rumah, mulai dari pick up sampai truck, semua heboh dengan soundnya masing-masing. Ibuk tetep merem mencoba tidur, aku temani disampingnya. Jam sudah pukul 9, bapak belum juga pulang. Ibuk pamit tidur di kamar, minta tolong ditutupkan pintu depan. Aku masuk kamar, menulis ini. Sambil bersyukur. Alhamdulillah masih lengkap meski tidak berkumpul. Setidaknya semua sehat dan baik-baik saja. Semoga Ramadhan ini berkah, dan semoga dipertemukan lagi di Ramadhan tahun depan.

Tak lupa mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H
Mohon maaf lahir dan batin semuanyaaa

xoxo,
putri.

9 Mei 2018

SBMPTN [doain lolos yaaa]

UN selesai bukan berarti waktunya berleha-leha. Masih banyak perangnya. Langsung lanjut ngejar materi dan latihan soal buat SBMPTN. Yaa karna bukan termasuk anak beruntung di SNMPTN, jadi ya harus ngejar SBMPTNnya. Udah h- h- dimana-mana makin degdeg an dong, mana ngerasa kurang aja belajar sama latihannya, bahkan makin deket malah makin males juga karna udah bosen dan pengen buruan tes biar bisa nonton drakor lagi. Dan tibalah hari H, kemarin tanggal 8

Sebelumnya riweuh banget, bingung mau nginep mana berangkat naik apa. Alhamdulillahnya, adek sepupu masih ada yang di Malang buat ngurusin wisudanya jadi numpang di kost an doi 3 hari 2 malam. Selama di Malang diajak jalan-jalan sama Dek Hera. Di kasih tau tempat makan enak mana, murah mana, toko buku murah dimana, tempat pacaran asik dimana hehehe. Senin sorenya pergi ke UB buat cek lokasi ruanganku sebelah mana. Nyampe UB langsung cari ruangannya, di lantai 4. Mau naik lift antri cyiin. Akhirnya naik tangga biar cepet, tapi berasa sih lantai 1 sampe 4. Udah tau ruangannya, tapi gak tau duduknya sebelah mana, karna ruangan dikunci. Jadi ya sudah, cuma sampe liat depan ruangan aja. Balik ke bawah coba naik lift mumpung sepi. Taunya malah gileyang, ndesoku ketara.

Pulang dari UB mampir cari makan. Di ajak ke ayam geprek bensu di daerah suhat. Dek Hera belum pernah coba, aku apalagi. Yasudah, dua-duanya pertama kali coba. Sepanjang perjalanan Dek Hera sambil cerita ini itu, katanya di daerah suhat itu banyak tongkrongan asik. Maksudnya, banyak tempat makan yang tempatnya bagus. Ya berbanding lurus sama harganya. Macem-macem, mau mie ada, mau ayam ada, mau setan juga ada. Mie setan maksudnya. Nyampe di bensu langsung pesen ayam mozarella, harganya 25.000. Agak sad karna kejunya gak molor. Gak tau karna udah dingin apa gimana. Tapi tetep menikmati, ayamnya gede dan ada telurnya di bawah keju. Enak, kalo rating dari aku 7/10. Boleh lah, siapa tau ada yang mau coba di Malang.

Habis makan, kayak sayang kalo langsung pulang. Masih pengen jalan-jalan. Untung Dek Hera seneng aja di ajakin muter-muter. Trus lewat daerah dieng, trus lewat matos, lewat daerah yang banyak jual makanan murah, lewat MOG, aku gak hafal jalannya, pokoknya iya aja kalo di ceritain Dek Hera ini itu. Trus di lewatin alun-alun Malang, kita mampir sholat dulu di masjid besar sekitar situ. Yang enak di Malang, tiap Masjid besar selalu bersih. Gak tau deng kalo masjid lain, cuma yang kemarin bersih. Habis itu diajak muter sekali, trus pulang ke kosan.

Karna niatan cuma buat test, aku gak bawa buku latihan soal. Karna udah enek banget liatnya. Tapi sebelum tidur sempet review dikit dari buku pocket dan rangkumanku di binder. Walaupun gak pinter-pinter bgt, prinsipku belajarlah walaupun sedikit. Seenggaknya 10 menit lah sebelum tidur. Trus langsung tidur, karna tau besok hari besar.
Tiba hari Selasa. Sayang aku awali dengan buruk, karna lupa gak nyalain alarm jadi bangun kesiangan. Untung sesiku jam 9.45. Habis itu langsung mandi trus keluar cari sarapan dulu sama Dek Hera.

Di grup WA udah pada rame anak-anak kost udah pada berangkat ke tempat testnya masing-masing. Kita kepisah-pisah. Nabila  sama Jek di SBY. Sisanya pada di Malang, cuma pada gk ketemu karna pada beda gedung. Yaa di UB ada ratusan bahkan mungkin ribuan orang, jadi ya gak ketemu kecuali takdir.

Habis selesai sarapan dianterin Dek Hera ke gedung tempatku tes. Nyampe sana, baru masuk gerbang udah pada rame cuy. Itu masih sejam lagi mulainya. Udah pada rameeeee bgt. Makin deg-deg an tau saingannya segitu banyaknya. Coba keep calm dengan istighfar terus, baca surat ini itu.

Nyampe depan gedung Dek Hera langsung pamit pulang. Tinggalah daku sendiri. Bingung mau duduk dimana sambil nunggu mulai. Gak kenal siapa-siapa, bener-bener sendiri. Ada banyak temen yang test di UB juga, tapi beda gedung. Dan di FIA gak ada satupun yang aku kenal. Akhirnya memutuskan duduk di bawah pohon gitu. Coba review materi bentar, tapi gagal. Trus ada mbak-mbak bingung juga cari tempat duduk mana, aku tawarin sebelahku. Kita kenalan, dia dari Kediri juga ternyata. Anak SMA 2. Seneng rasanya ada yang sekota. Daripada review tapi malah ga konsen, gk fokus, nerveous, bingung, ngobrol aja deh. Beberapa menit mau mulai kita masuk gedung. Istighfar aja udah sampe masuk ruangan. Pas udah boleh masuk istighfarnya makin kenceng, karna tau duduk bangku paling depan.

Sesi 1 TPA alhamdulillah matdas nol besar, gak papa. Katanya kalo gk bisa, mending gak diisi. Habis itu istirahat sholat dhuhur. Gara-gara mencoba untuk konsen sebelum TPA tadi minum air putih banyak banget, jadinya di tengah-tengah ngerjain kebelet pipis yang sangat amat kebelet. Habis selesai langsung ke musholla dan cari toilet. Sialnya airnya mati. Udah di ujung tanduk boy. Coba tahan dulu sampe selesai sholat. Habis sholat langsung lari ke toilet yang di dalem gedung, dan antri panjang. Udah ada pikiran cari botol aja, tapi gak jadi. Yaudah, nunggu. Lama banget, rasanya pengen teriak ‘’Mbaaakkk saya juga kebelet banget. Masih lama gak’’ tapi malu. Dan akhirnya giliranku, rasanya lega luar biasa.

Setelah itu lanjut sesi 3 TKD soshum. Masih belum boleh masuk ruangan, jadi aku nunggu dulu di luar gedung sambil makan malkist. Buat ganjel biar gak laper-laper banget pas ngerjain. Sepuluh menit sebelum mulai, aku masuk gedung dan coba naik lift lagi ke lantai 4. Tetep pusing habis naik lift. Duh, malu.

TKD berjalan kurang lancar. Karna banyak soal yang gak bisa, dan terpaksa kosong. Beberapa soal ada yang udah pernah aku kerjain di buku latihan, alhamdulillah. Cuma gak tau bener apa salah, gara-gara lupa lupa ingat.

Habis selesai sesi 3, aku udah janjian sama Acen mau jalan ke Matos. Di sana mau ketemu Meila juga. Meila test di unisma, jadi dia naik gojek. Aku sama Acen jalan. Kita ketemu di depan rektorat, ada Risa juga. Kita berpelukan, udah kayak teletubis. Istirahat bentar sambil ngobrol duduk di tengah-tengah lapangan rektorat. Menggembel di tengah hiruk pikuk UB. Setelah itu cus ke Matos. Karna gak tau ke Matos lewat mana, sok ide pake google maps. Yang harusnya tinggal ke kanan dari tempat kita ngobrol tadi, jadinya di puterin dulu sama google maps satu blok di UB. Thanks google maps. Sekarang betis berasa kekar.

Nyampe Matos ribet dulu nyari Meila dimana. Tiba-tiba dia dateng meluk dengan semangat. Kirain mbak-mbak siapa, taunya Meila full make up nan cantik jelita. Udah pinter dandan doi.

Kita habisin waktu di Matos buat photobox di timezone 3 kali, makan di foodcourt trus berlama-lama di musholla matos. Bahaya sih kalo ke matos bawa duit banyak, jadi pengen beli macem-macem. Keluar dari musholla ada yang jual tas totebag yang kayak di ig ig lucu itu. Kalap langsung beli. Takut kebawa mimpi.

Udah berasa capek, ngantuk dan gatel karna belum mandi, akhirnya kita memutuskan pulang, gadeng cuma aku dan Acen. Meila lanjut timezone lagi, gak punya capek itu anak.
Sampe kostnya Dek Hera langsung mandi, gak peduli sedingin apa yang penting seger. Habis itu niatnya mau langsung tidur, tapi Dek Hera malah nyetel Waikiki. Ikutan nonton sampe 3 episode. Tidurlah kita jam 1 pagi. Padahal udah di wanti-wanti ibuk suruh tidur cepet dan besok pulang berangkat pagi lewat telfon. Tapi kan ibuk gak tau hehe.

Udah segitu yaa ceritanya. Mohon doanya semua, untuk aku dan teman-temanku supaya LOLOS SBMPTN. Amiiinnnnnn.

x

Februari - April

Setelah lama tidak tulis menulis, mau update beberapa bulan ini ngapain aja hehe. Terhitung sejak pertengahan Februari, udah jarang banget menilik blog. Paling cuma baca beberapa artikel yang ada di daftar bacaan. Sebenernya masa masa un kemarin gak yang belajar terus pagi siang malem sih, cuma emang mengurangi dikit buat lebih fokus. Emang anaknya susah fokus ini, udah minum air putih juga tetep. Yang ada beser mulu kalo kebanyakan. Back to story..

Kalo di Februari kemarin sibuknya ya itu, belajar buat siap siap USBN trus UN juga. Cuma ya tetep dibawa santai sih, ngga nge push buat dapet nilai bagus, yang penting hasilnya gak malu-maluin udah cukup. Taunya hasilnya kemarin alhamduillah masih bisa diterima akal sehat hehe. Dengan tipe soal yang sangat jauh dari kisi-kisi dan apa yang dipelajari selama ini untuk persiapa UN, menurutku nilai segitu udah sangat bagus dengan usahaku yang udah paling maksimal. Kalo kata temenku kemarin di snapgram, ''menghargai hasil usaha sendiri itu perlu'' jadi yaa walaupun gak bagus-bagus bgt, tapi bangga aja aku sih.

Trus di bulan Maretnya adalah hari-hari UAMBN dan USBN. Maret adalah bulan yang lamaaaa bgt. Sehari rasanya laaamaaaa bgt cuy. Jadi tgl berapa gitu USBN sehari dua mapel selama seminggu, trus dapet jeda sehari ditambah minggu libur, habis itu UAMBN yg mapelnya agama-agama, trus lanjut lagi USBNnya sehari. Di sela-sela kemalasan buat belajar mash sempet sih nonton youtube dan nuntasin beberapa episode drakor.

Udah selesai Maret masih lanjut dong memasuki April. Warnya disini nih. Tanggal 9 UN. Hari pertama BI, masih santai gak terlalu heboh buat belajar. Trus lanjut matematika, udah bingung tuh belajar ini itu, latihan soal macem macem, pas mau ngerjain soalnya eh malah soalnya yang ngerjain. Beda jauuhhh tuan. Tapi ya berusaha seadanya dan seingetnya aja, udah mau mewek itu, bangku depan pengawas lagi, gimana mau gak nangis. Pas pulang sampe kost an, dapet berita dari kemendikpud kalo ternyata soal UN SMA setipe soal SBMPTN. Kolom komentar di postingan kemendikbud dibanjiri kekesalan peserta, dari yang maki-maki sampe yang ngelawak, parah lucu-lucu dan kreatif anak indonesia ini. Hari-hari selanjutnya dipenuhi istighfar dan do'a aja udah.

Habis UN beberapa hari ada acara perpisahan gitu. Acaranya di IKCC. Aku berangkat bareng temen-temen kosan. Di Makeupinnya sama mbaknya Nabila sama temennya. Jadi cantik memesona. Karna aku kebagian pertama buat di make up, bangunku paling rajin jam 4 uyy. Trus aku dan acen di make upin duluan. sangat suka hasilnya.





Cantik cantik kaaannn

Trus aku berngkat nge gocar sama arinda, acen, dan mbak bintan. Sampe IKCC sialnya sepatu yang aku pake mengap. Malu. Pengen pulang udah. Tapi coba tetep calm dan berusaha biar gak mengap gimana. Seenggaknya sampe maju ke panggung dulu jangan mengap. Alhamdulillah di panggung gak jatuh hehe. Takut banget kalo sampe gedebukan kan gak lucu.

Habis selesai acara foto-foto dong. Ada yang sama my crush, tapi gak untuk konsumsi publik hehe. Malu juga pas ternyata doi mau dimintai foto sama Acen buat foto sama aku.

Sama anak anak kost ARD love

Pak kholeq dan para pecintanya

sama masku

LULUS

Sama Fosfor, teman 3 tahunk sayang

di fotoin Khofa bagus ugha ini

teman-temanku ganteng

teman-temanku cantik

teman bolos bahasa arab huhuhu

Udah ya, lanjut cerita SBM di post an selanjutnya.

18 Des 2017

JP17 #nantijugakangen

Hai warga blog, sedang bersemangat untuk menulis sesuatu. Hari ini baru hari kedua libur semester lima, dan badan sudah berasa remuk. Hari minggu kemarin sedang ada kegiatan pemotretan foto album. Aku ditunjuk sebagai perwakilan kelas, dan menikmati banget pengalaman baru buat jadi panitia. Tapi ya gitu, kalo panitia udah jelas capeknya dua kali lipat dari anak anak lain. Ikut menyiapkan property, menyusun profil biodata anak-anak, dan lain lain. Dan habis hari Minggu foto shoot yb, hari seninnya -tepatnya kemarin- aku dan teman-teman sekelasku liburan ke Malang. Jarang-jarang banget liburan sekelas bareng-bareng gini. Sekalinya liburan bareng, ya praspa, itupun bareng satu angkatan. Jadi yang kemarin hari Senin itu sangat amat menyenangkan sekaliiii.

Di tahun terakhir SMA, emang udah seharusnya banyak-banyak belajar buat persiapan un dan ptn. Tapi banyak-banyak membuat kenangan bareng temen-temen juga wajib, buat nanti bahan ngobrol pas reuni. hehe.

Jadi ceritanya kemarin hari Senin kita berangkat dari Kediri jam setengah enaman lah, trus langsung ke malang. Ada sekitar 28 anak yang ikut dari 39 anak sekelas, didampingi 2 guru sejarah favorit, pak shodiq dan pak danis. Sisanya yang gak ikut gak bisa karna sudah ada acara lain atau sedang pulang kampung, sayang banget :( Kita nyewa mini bus punya Arnelio yang ada karaoke, ac, dan colokannya. Menurutku itu penting sih untuk fasilitas bis, sangat. Selama perjalanan, kita banyak nyanyi dan ngemilnya biar gak ngantuk.


Sampe di malang sekitar setengah sepuluh pagi, dan langsung berhamburan ke toilet, hihi pada kebelet. Habis itu kita sarapan dulu biar kuat main mainnya. Btw, aku yang masakin bekalnya loh. Setelah perut kenyang kita langsung beli tiket masuk dan ambil foto wajib bareng-bareng di depan pintu masuk.

Trus kita langsung masuk. Pas masuk berdo'anya semoga gak hujan. Karna pas baru turun bis udah gerimis. Oh iya, btw di tempat deket kita sarapan ada kios jual kelinci, sempet foto disana sama acen.


Pertama masuk, kita disambut sama rumah-rumah adat, kita foto-foto dulu.

kasihan iak tasnya basah gara-gara foto dia atas kolam

mirror selfie as always

pura-pura jadi manten. ceritanya agus istrinya dua. hahaha

jangan lupa salim-salim dan amplopnya. Tamu kita cuma anisa dan suami. hehe


akhirnya acen pulang bertemu kedua orangtuanya

foto estetik depan warung jamu oke juga

yang ini agak keterlaluan estetiknya

Habis itu ada area science gituu. Foto-foto lagi dong yaaa

norak, gak pernah liat roket

pejuang un fisika 2018 boleh juga nih

ngefotoin acen novilda buat endorse jilbab

Seneng banget annas ketemu opanya

Annas ini juga dermawan. Isac newton aja di sedekahin. Kaya dia itu.

Mau masuk arena bermain, foto-foto lagi dong

ala ala universal studio singapur

upil gajah ganteng ternyata ya

squad

senengnya iak naik jaran goyang

Habis itu masuk arena bermain. Pas mau berangkat bilangnya ''numpak kabeh no, setus ewu ek'' nyatanya disana gak sanggup. Baru naik 360 aja keliyengan. Akhirnya aku cuma sanggup naik 360, masuk rumah hantu -ini pun teriak teriak dan narikin bajunya afiq dan rudi-, dan naik semacam kereta anjing gitu, yang kereta anjing ini cuma naik turun gak ada seremnya. Dan terakhir nonton 3d yang ternyata gak sesuai ekspektasi, kuciwo saya.

ini foto sebelum mulai, masih bisa senyum iak. annas meila udah stress duluan, aku candid jelek.

Pas kepala dibawah itu rasanya kayak mau mati
udah stress wajahnya, annas masih oke aja

lagi antri rumah hantu, begaya dulu dong

how cute they are

''wates squad'' kata meila

motoin acen novilda lagi dong, buat endorse tas


selamat anisa dapat kenalan baru, jangan galau ya

wajah rudi keliyengan habis naik 360

Dan tiba-tiba hujan, dan aku gak bawa payung :(

sweet kan khofa dan tito

Habis itu lanjut nonton 3d, sayang jelek.

Setelah itu lanjut balik keparkiran. Tapi lewatin pasar dulu. Aku mampir beli kaktus dua buat di kamar. Trus jajan gorengan sama acen meila dan yang lain juga di warung gitu. Enak anget, tapi gak di fotonya.

Balik kebis langsung lanjut ke alun-alun batu. Kita sholat dulu di masjid agung. Trus mampir anter meila beli susu kud, aku beli jajan singkong keju, trus jajan sempol juga. Katanya sempol Malang yang paling enak, karna Sempol jajanan khas Malang, akhirnya beli. Pas di coba b aja, enakan di kantin sekolah. Anak-anak yang lain juga pada mampir beli jajanan, ada juga yang ke warung buat makan, pada kelaperan.

Setelah itu lanjut perjalanan pulang. Sepanjang perjalanan mencoba untuk tidur karna ngantuk dan capek banget. Tapi cuma bisa ketap ketik karna gak pw. Akhirnya minta mic lagi ke irsyad buat karaokean, nyanyi-nyanyi lagi dan ngantuk capeknya langsung hilang. Tapi bosen sama lagu di kaset. Akhinya muter sendiri di hp trus di mic-in. Asik banget nyanyi-nyanyi mungkin nantinya peterpan sama yolandanya kangen band. Semua ikut nyanyi. Dan di tutup sampai jumpanya endank soekamti pas sampe pom kandangan. Aku sama Acen mampir sholat, habis itu lanjut lagi. Aku sama acen turun di Pare, yang lain lanjutin perjalanan sampe Kediri.

Secuek-cueknya temen-temenku, segengsi-gengsinya mereka, kita tetep kompak untuk urusan tugas, ulangan, makanan, dan jalan-jalan. Secuek-cueknya mereka, tetep sedih kalo tiba sat-saat mau pisah gini. Feel so lucky to meet you guys, hope u get succes in future, and make me proud to say ''iki lo kancaku man mbiyen saiki wes dadi wong sukses''

with love, Putri.




6 Des 2017

Rajawali Haul

Welcome back readers!!!

Lama gak post sesuatu yang menyenangkan. Setelah aku lihat-lihat ternyata beberapa post terakhirku tentang galau-galauan dan mengeluh terus. Tapi tenang, karna hari ini aku lagi happy, aku mau post yang (agak) bermutu.

Fyi, beberapa hari kemarin sampai besok sabtu aku lagi PAS (Penilaian Akhir Semester) dan lagi pusing-pusingnya. Karna selama PAS aku gak di kost, aku pulang ke rumah yang jaraknya kurang lebih 27 km dari sekolah setiap hari. Dan kadang bosen gitu sama rutinitas selama 3 minggu ini. (Btw, PAS ku udah dari 2 minggu yang lalu, alhamdulillah ini minggu terakhir, hari Sabtu besok sudah selesai. Do'akan lancar dan nilaiku naik ya teman-teman.) Jadi untuk mengatasi rasa bosan itu kadang habis nganterin temenku pulang, aku mampir ke mtsku dulu buat beli pentol (btw, pentol golid di mts pare recommended banget. Wajib coba. Enaak) atau kalo lagi gak pengen cuma muter-muter Pare buat liat-liat jajan lain yang enak.

Tapi hari ini tiba-tiba random gitu pengen ke Rajawali. Buat yang gak tau, Rajawali itu semacam toserba gitu di kecamatanku. Tempatnya cukup besar dan di sana lengkap. Mau cari kebutuhan sehari-hari ada, mau cari aksesoris ada, mau cari kado ada, mau cari baju ada. Gak tau kenapa tiba-tiba motor udah parkir aja di depan Rajawali. Cuma ada duit sisa minggu kemarin dan satu lembar 50rb yang niatnya di tabung buat jalan sama temen besok sabtu. Tapi hati tetep pengen masuk ke dalem, siapa tau ada diskon natal.

Lama berfikir di atas motor, eh di kagetin sama mas tukang parkir "mbak dua ribu". Karna kaget aku langsung bayar. Yaudah, terlanjur bayar masak mau gak masuk. Dan akhirnyaaa. . Menyesal. Karna langsung kalap sama daster lucu lucu di tumpukan baju obral. Senangnya jadi wanita.

Setelah memilih dan memilih mana yang kiranya lebih di butuhkan dan tidak berat di dompet, akhirnya aku membawa mereka pulang juga.

Welcome at home honey

Pengen buat ala ala Haul gitu. Jadi aku beli 1 potong kaos, 1 potong celana pendek, dan 1 potong daster. Emang sengaja beli baju-baju santai buat di rumah dengan harga yang murah. Toh juga buat di rumah aja. Dan sekali lagi muraahhh.

Pertama ada kaos
Sempet bingung milih karna disana ada beberapa yang lain yang bagus juga. Dan akhirnya jatuh hati sama kaos gambar pop corn ini. Tadi ada yang warna putih juga. Tapi mikir lagi, aku udah ada kaos warna putih di rumah masa mau putih lagi. Akhirnya pilih yang abuabu. Sayangnya buat kaos disana gak boleh di coba. Jadi tadi cuma ngira-ngira ini pas apa enggak. Pas liat ukuranya M, pede kalo pasti muat. Ternyata setelah sampe rumah bener, kekecilan. Perasaan beberapa bulan lalu beli ukran M muat muat aja. Padahal suka banget sama gambarnya.

Jadi saran buat kalian kalo beli baju, jangan terlalu pede kalo kalian ini kurus ya. Harus inget ukuran baju kalian. Jangan terlalu maksain. Dan kalo kaos itu emang sarannya beli yang diatas tingkat ukuran asli. Kayak misal ukuran asli kamu M, beli yang L aja. Karna kadang kaos itu cepet gak muat. Itu pengalaman aku sih.

Terus yang kedua, aku ada beli celana pendek
Ini celananya bahanya adem jadi langsung beli aja. Karna juga lagi butuh. Dan panjangnya sampe lutut, jadi gak pendek pendek amat. Enaklah buat di pake bobok. Hihihi.

Yang terakhir, dan yang paling favorit adalaaahhh
Iya, daster. Aku suka banget pake daster kalo lagi di rumah. Dan tadi bener-bener bingung milih yang mana. Karna ada baju kain kain bali gitu. Tapi aku harus milih satu aja diantara dua itu dan terpilihlah daster ini. Karna ini juga gak boleh di coba di toko jadi langsung ambil aja takut di ambil orang lain.

Sedikit tips buat kalian wahai wanita, kalo jatuh hati sama barang atau baju atau apapun itu saran aku cepet cepet dibeli. Atau kalo emang lagi belum ada uangnya sembunyiin aja di tempat yang gak banyak orang perhatiin, selipin aja. Karna kalo pengalaman aku sampe rumah jadi susah tidur. Dan pas besoknya balik mau beli, udah gak ada barangnya, udah di beli orang. Kan sedih :(

Balik lagi ke daster, dan pas di coba di rumah. Sangat sukaaaa. Bahannya itu tebel tapi adem. Motifnya gak rame dan warnanya kalem. Kalo di aku panjangnya sampe lutut (btw tinggiku 157). Suka banget deh pokoknya. Rasanya pengen balik buat beli lagi 3 potong, hehehe.

Btw, dasternya harganya cuma 17.500 murmer kaan. Kalo kaosnya 30.000 dan celana pendeknya 15.000. Sangat tidak mengecewakan dengan harga segitu dapet yang lucu-lucu dan bagus bahannya. Walaupun agak kecewa di kaos sih, agak kekecilan. But its okay, bisa jadi motivasi buat jogging biar agak kurusan dan kaosnya muat deh.

Tips terakhir kalo kalian tertarik juga untuk berburu baju murah di tumpukan baju obral. Usahakan untuk selalu memeriksa bahan dan jahitannya. Yaa pintar-pintar memilih quality sih, karna ya itu tadi, harganya bener bener murah. Kalo kalian jeli mencari dan memeriksa ada banyak kok baju dengan quality bagus, ramah di kantong dan kekinian. Tapi kalo model balik lagi ke selera masing-masing orang sih. Banyak juga kok baju ala ala selebgram disana yang murah dan bagus. Asal jangan lupa, pintar-pintar memilih quality. Kadang ada yang bahannya tipis banget dan jaitannya ngawur, itu sih udah pasti gak awet. Kan sayang. Mungkin itu aja, sooo Happy Shopping Ladies.

Sekian Haul ala ala hari ini. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa di post-an selanjutnyaa. Cium jauh dariku.

Salam Cinta,
Putri.

12 Nov 2017

Sun:day

Di rumah saja
Bersama segelas jus dan buku rumus
Atau mencoba resep baru bersama ibuk
Sepagi ini mbah kung sudah duduk bersila
Besama teh dan rokok surya
Mengobrol ini itu bersama bapak
Adiku menyapu
Kakakku baca buku
Aku kembali tidur, tenggelam bersama lagu lagu

27 Jun 2017

Nasehat Penting

Sabtu malam, saat terbaik dalam minggu-minggu seorang anak rantau. Saat dimana menyiapkan beberapa tas untuk di isi baju kotor dan beberapa tugas sekolah yang dibawa pulang untuk diselesaikan sebelum hari Senin.

Semua yang aku butuhkan di rumah sudah siap. Kebetulan hari ini bulan puasa dan masih dalam minggu-minggu ujian kenaikan kelas. Dan, inilah bawaanku, satu tas besar baju kotor, beberapa buku dan materi di tas sekolahku untuk aku pelajari di rumah.

Jadi, saking sibuknya aku menyiapkan rangkuman-rangkuman materi, aku tidak sempat mencuci gundukan baju kotor di lemari. Kalau mau laundry bisa sih, tapi sayang uangnya. Sekali laundry bisa buat makan sehari. Well, aku harus berhemat. Aku sudah sangat boros minggu ini untuk fotocopy kisi-kisi soal. Ditambah bulan ini, banyak sekali godaan untuk beli ini itu. Dari yang memang sangat aku butuhkan, sampai yang pengen aja karna lagi up-to-date. Godaan yang sangat berat.

Sabtu ini aku di jemput ibu dan kakak laki-lakiku (aku memanggilnya mas) jam tiga sore, karna mau mampir beli baju buat lebaran di mall terkenal di Kediri itu. Bapaku gak ikut, karna gak terlalu suka masuk mall. Beliau selalu gitu, gak terlalu suka suasana mall yang ramai katanya.

Setengah tiga aku sudah buru-buru mandi, sholat asar, bersiap-siap. Dan tepat jam 3 selesai. Saat aku whatsapps ibu dimana, baru mau jalan katanya. Dan saat itu aku sadar, sifat ngaretku menurun dari ibuku, rada kesel sih.

Sambil menunggu dan membunuh rasa kesalku, aku memainkan ponsel. Mengecek satu persatu sosial mediaku, dan menonton beberapa instagram story followingku.

Menurutku, menurutku aja nih ya 10% instagram story playing lagu yang mereka dengerin pake video dengan background hitam atau tembok, 10% repost sesuatu yang bermanfaat atau bisa juga menyindir, 20% promosi atau jualan dan sisanya untuk ajang pamer. Ya gak sih? kebanyakan orang snapgram kehidupan mereka yang mereka pikir yang paling asik sedunia. Dapet barang baru, snapgram. Di tempat gaul, snapgram, check in location. Aku akui, aku termasuk sih kadang-kadang.

Tapi, saat aku di posisi sedang di tengah-tengah ukk, banyak fikiran dan di suguhi hal-hal menyenangkan itu malah membuatku iri sebagai viewer. Dan itu semua malah membuatku makin kesel. Mungkin karna hormonku sedang gak karuan saat itu.

Jadi, aku putuskan untuk rebahan saja dan berfikir hal-hal positif lain. Misalnya, habis ini aku dapat baju baru, habis ini aku pulang ke rumah dan buka dengan masakan ibuku yang enak, ukk ku tinggal 2 mapel setelah itu aku bukber dengan teman-teman lamaku. Aku punya banyak hal bagus yang akan datang beberapa hari kedepan. Dan itu membuat mood ku sedikit membaik. Tak lama ponselku berdering, dan ibuku bilang dari sebrang sambungan "Ayo nduk, wes nde depan."

Sekitar pukul empat sore kita sampai di mall. Masku yang baru belajar menyetir mobil sempat membuat ibuku khawatir tidak bisa parkir dengan benar. Dan masku selalu bilang "Santai ae to buk, iso iso" untuk menenangkan ibuku.

Sekitar satu setengah jam kita mengelilingi mall, aku sih lebih tepatnya yang muter kesana sini. Sedangkan masku sudah gak tau kemana. Ibuku juga pergi melihat-lihat sendiri. Aku, juga sibuk memilih-milih baju yang keren. Setidaknya tidak jauh beda dengan baju-baju selebgram yang sengaja aku screenshot untuk aku jadikan patokan mencari baju model apa. Jadi gak kalap mata nanti.

Setelah dapat dengan ukuran dan harga yang pas aku mencari ibuku dan masku. Di mall yang cukup luas untuk ukuran anak 17 tahun, ternyata bisa menyesatkan. Aku sudah macam anak hilang, celingukan kesana-sini. Ternyata, ibu dan mas sudah di kasir aja. Yaudah sekalian bayar.

Habis itu kami langsung pulang, sekalian cari makanan buka di jalan. Ibu lagi pengen makan bakso. Mampirlah kita ke warung bakso langganan di sekitar daerah katang. Dan sholat maghrib juga di masjid sebrangnya.

Dalam perjalanan pulang, aku menceritakan kejadian-kejadian yang aku alami selama seminggu di kos dan sekolah, aku ngapain aja. Seperti sudah kebiasaan, kalau di mobil itu yang aku selalu aku ceritakan. Mulai dari kesulitanku di sekolah pas ujian, senangnya aku belajar bareng temen-temen satu kosan, sampai masalah-masalah yang mengganggu fikiranku. Ibuku tau semua.




Aku cerita tentang orang-orang di snapgram itu yang membuatku bt. Ibuku mendengakan dengan baik, aku sedang tidak mengajak ngorol masku. Tapi dia nyahut, dan kalimatnya langsung membuatku deg. Apa ya, masku itu jarang ngomong. Tapi sekalinya ngomong, ngena, kayak 'bener juga yang diomongin' gitu. Katanya "Ya jangan kesel dek samean iki, lak orang itu seneng ya ikut seneng. Mungkin maksute gak pamer, cuman mau berbagi kesenangan. Kan orange seneng dapet ini itu, bisa gini gitu. Kalo samean malah kesel liat orang seneng, namane samean iri."  Dengan nada menasihati seorang kakak.



Dan aku langsung nyaut, "enggak sopo sing iri. Kan ngono kuwi pamer namane."

"Teko endi samean ngerti? kuwi malah tambah suudzon"

"Enggak, aku gk suudzon. Samean wi sudzon mbe aku" kataku dengan nada kesal.

"Kok kesel, berarti iyo. Kan sosial media ancen tempat untuk berbagi. Lak gak seneng, gak usah internetan"

Ibuku yang mendengarkan pedebatan kami menimpali dengan kalimat penutup yang membuatku diam.

"Lak ada temene seneng, ya ikut seneng. Jangan marah. Kalo samean iri, inget ae samean wes entuk opo dino iki. Di syukuri, alhamdulillah"

Selanjutnya, kalimat-kalimat itu terus terngiang di otaku sampai besok, besoknya lagi dan besok besoknya lagi.

Aksi Panggung The 1975 Mengecewakan

Setelah ini mendengarkan Robbers rasanya ga akan lagi semenyenangkan dulu, karna bercampur aduk dengan perasaan marah dan bersalah. Baru saj...