Berlarian di bawah terik. Mengejar sesuatu yang dianggap menarik. Menomor duakan teriakan wanita membawa nasi. Hanya aku dan keingintauanku tentang hewan hijau kecil itu
"Maa.. Kenapa hewanya lompat lompat terus" aduku pada wanita yang terus mengejarku
"Kan kamu kejar ya dia lari. Coba kamu liat dari jauh. Perhatikan saja dari sini. Pasti hewanya diem anteng. Sini ak dulu.."
Mataku memperhatikan hewan pelompat itu sambil membuka mulutku lebar lebar lalu mengunyah nasi beserta telur. Hewan itu diam, aku memperhatikan. Ternyata cantik juga kalo di lihat saja. Kenapa aku harus mengejar susah payah kalau begini saja aku sudah puas.
Kepalaku berputar melihat mama sambil tanganku bergerak ingin coba memegang hewan hijau itu "maa.. Coba pegang bol-- awww!!"
Tiba-tiba tanganku terasa di remas seseorang. "Jangan nanti lompat lagi" kata anak laki-laki berbaju biru. Sepertinya dia seumuranku. Tinggi kita sama.
"Kalo mau pegang, sini aku ambilin" katanya lagi.
"Waahh.. Ada Ardi ternyata" teriak mama ku heboh. "Main sama Ardi dulu ya Kiara" ucap mama lalu kembali berbincang dengan tante yang tidak aku tau namanya.
Aku kembali menoleh memperhatikan anak laki-laki di depanku ini. Kami sama-sama berjongkok melingkari belalang yang asik duduk di atas daun.
Dengan satu kali tangkap hap! Anak laki-laki ini berhasil menangkapnya. Seketika aku berteriak "horree dapat!!" sambil melompat dan bertepuk tangan.
Dia menjepit belalang itu dengan dua jari. Dan mempersilahkanku untuk memegang.
"Umm.. Ngomong-ngomong nama kamu siapa? Aku kiara" kataku pada anak laki-laki ini.
"Namaku Ardi. Kita tetanggaan lo. Rumah kamu itu kan?" jarinya menunjuk tumah bercat putih. Ya, rumahku.
"Rumahku sebelah rumahmu yang catnya merah" katanya lagi. Aku tersenyum. Karna sepertinya aku akan punya teman main baru.
"Aku baru pindah tiga hari kemarin. Dan aku belum punya teman disini. Umm kamu mau gak jadi umm.. teman main ku?" tanyaku malu malu.
"Tentu saja mauuu" jawab Ardi terlihat senang.
"Maaf ya Kaira. Sebenarnya aku sudah liat kamu dari kemarin. Aku pengen banget ngajak kamu main bareng"
Aku menunggu kelanjutan kalimatnya.
"Tapi aku malu. Jadi aku cuma merhatiin kamu aja dari kemarin. Kamu suka makan es krim coklat kan? Warna kesukaan kamu pink bukan?" aku terkejut.
"Kok kamu tau?"
"Karna dari kemarin kamu pake baju warna pink terus. Pasti satu lemari baju kamu pink semua ya."
"Hahahahaaa enggak kok"
Aku tersenyum kemudian.
Ardi pov
Akhirnya kita bisa temenan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar