Kita berpapasan tanpa sapa. Bertemu pandang tanpa suara. Hanya hening dan rasa ingin temu. Ingin berseru. Ingin mengadu. Dan tak ingin berlalu.
Malamku tak seperti malam kemarin. Tak ada lagi chat darimu membuatku serba salah. Ingin tidur tapi penasaran. Ingin menunggu tapi percuma. Karna memang khayalku terlanjur mengudara. "Untuk apa?" hanya itu yang mereka katakan padaku. Dan aku hanya menjawab "untuk membuatku senang"
Ya. Aku senang dapat berpapasan denganmu. Aku senang dapat bertemu pandang olehmu. Aku senang saat kau memergokiku sedang menatapmu diam-diam. Karna mungkin saja di luar sana ada yang tak seberuntung aku. Aku bersyukur dapat melihatmu dengan kostum kuning bermain gesit di lapangan. Aku suka menatap wajahmu yang penuh peluh. Aku suka.
Aku memang tidak pandai menyembunyikan rasa. Aku suka kamu. Dan ingin tetap begitu. Walau sekarang kamu mulai berbagi jarak denganku. Tak lagi sama seperti dulu. Tak ada lagi percakapan konyol sampai menjelang jam tidurku. Tak ada lagi ucapan selamat tidur darimu. Tak ada lagi lelucon jayus yang menurutku lucu jika kamu yang melontarkan. Aku suka. Aku tetap suka. Meski kita sudah berbagi jarak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar