Bagaimana jadinya jika korban bullying berencana membalaskan rasa sakit yang dirasakannya pada si bully?
![]() |
| illustrated by @putrizk |
Kalau kamu
pecinta drama korea dengan genre anak sekolahan reverenge thriller, The Glory
mungkin cocok untuk kamu. Hanya butuh dua hari bagi saya menyelesaikan 16
episode drama ini dan tidak bisa berhenti mengagumi keterampilan acting para
pemainnya.
Kim
Eun-Sook sebagai penulis The Glory menceritakan kisah Moon Dang Eun dengan
sederhana, tentang bagaimana cerita Moon Dang Eun membalaskan luka fisik dan
hatinya. Narasi yang dikemas slow burn membawa penonton perlahan-lahan menjadi
tokoh dalam cerita. Keunikan ini yang membuat saya tidak bisa berhenti menonton
dan selalu penasaran dengan kelanjutan cerita.
Perundungan
yang dialami Moon Dang Eun di lingkungan sekolah cukup sadis bagi saya. Si
bully Park Yeonjin bersama empat teman lainnya, Lee Sara, Choi Hye Jeong, Jeon
Jae Jun, dan Son Myeong Oh melakukan aksi bully-nya di area tertutup di lingkungan
sekolah. Para perundung memukul, menendang, dan menempeli kulit korban dengan
alat catok rambut yang panas. Setiap kali adegan itu muncul, hati saya terasa
ikut teriris membayangkan rasa sakitnya. Terlebih korban perundungan tidak
hanya Moon Dang Eun, sudah banyak korban lainnya sebelum maupun sesudah Moon
Dang Eun.
Moon Dang Eun merencanakan aksi balas dendamnya dengan sangat apik dan rapi. Hal yang paling keren dari sosoknya menurut saya adalah bagaimana Moon Dang Eun menggunakan kelemahan masing-masing musuhnya untuk saling membunuh satu sama lain tanpa mengotori tangannya sendiri.
Setiap
karakter protagonis maupun antagonis diperankan dengan sangat baik oleh para
aktor dan aktris. Terbukti dari komentar penonton yang ikut merasa
terintimidasi oleh Park Yeon Jin. Pengembangan karakter tokoh pendukung lainnya
juga sangat menarik menurut saya. Seperti karakter Kang Hyun Nam, seorang ibu
korban KDRT menjadi agen pengintai yang handal bersama Moon Dang Eun. Song Hye
Kyo sendiri sebagai tokoh utama cerita, mengaku ini pertama kalinya ia mendapatkan
peran sosok tangguh tidak kenal takut seperti Moon Dang Eun. Ia sampai harus
menurunkan berat badan untuk mendalami peran seseorang yang mengalami luka
batin dan fisik.
Drama korea
selalu menyuguhkan plot tidak terduga tentang keterkaitan antar tokoh yang
berkesinambungan. Karakter Joo Yeo Jeong yang diperankan oleh Lee Do Hyun
misalnya, awalnya saya kira akan jadi drama thriller romance saat sosok Yeo
Jeong muncul karena diam-diam sang dokter menaruh hatinya pada Moon Dong Eun. Namun,
ternyata Yeo Jeong justru menjadi tokoh kunci untuk Moon Dong Eung melancarkan
aksinya. Terselip beberapa adegan manis diantara keduanya yang membuat drama
ini sedikit lebih hangat.
Visual yang
disuguhkan drama ini juga eye-pleasing bagi saya. Bagaimana setiap emosi yang
dirasakan Moon Dong Eun disampaikam melalui visual. Penempatan properti dan
pengambilan gambar menjadi faktor penting sehingga emosi kesepian, marah, dan
putus asa menjadi emosi dominan yang tersampaikan. Beberapa adegan terlihat
Moon Dong Eun tersenyum atau tertawa lepas. Namun, lagi-lagi Song Hye Kyo
berhasil menyiratkan rasa terluka dalam adegan tersebut. Miris dan sedih
bercampur menjadi satu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar