2 Apr 2023

The Glory: Pembalasan Dendam yang Well-planed

Bagaimana jadinya jika korban bullying berencana membalaskan rasa sakit yang dirasakannya pada si bully?

illustrated by @putrizk

Kalau kamu pecinta drama korea dengan genre anak sekolahan reverenge thriller, The Glory mungkin cocok untuk kamu. Hanya butuh dua hari bagi saya menyelesaikan 16 episode drama ini dan tidak bisa berhenti mengagumi keterampilan acting para pemainnya.

Kim Eun-Sook sebagai penulis The Glory menceritakan kisah Moon Dang Eun dengan sederhana, tentang bagaimana cerita Moon Dang Eun membalaskan luka fisik dan hatinya. Narasi yang dikemas slow burn membawa penonton perlahan-lahan menjadi tokoh dalam cerita. Keunikan ini yang membuat saya tidak bisa berhenti menonton dan selalu penasaran dengan kelanjutan cerita.

Perundungan yang dialami Moon Dang Eun di lingkungan sekolah cukup sadis bagi saya. Si bully Park Yeonjin bersama empat teman lainnya, Lee Sara, Choi Hye Jeong, Jeon Jae Jun, dan Son Myeong Oh melakukan aksi bully-nya di area tertutup di lingkungan sekolah. Para perundung memukul, menendang, dan menempeli kulit korban dengan alat catok rambut yang panas. Setiap kali adegan itu muncul, hati saya terasa ikut teriris membayangkan rasa sakitnya. Terlebih korban perundungan tidak hanya Moon Dang Eun, sudah banyak korban lainnya sebelum maupun sesudah Moon Dang Eun.

Moon Dang Eun merencanakan aksi balas dendamnya dengan sangat apik dan rapi. Hal yang paling keren dari sosoknya menurut saya adalah bagaimana Moon Dang Eun menggunakan kelemahan masing-masing musuhnya untuk saling membunuh satu sama lain tanpa mengotori tangannya sendiri.

Setiap karakter protagonis maupun antagonis diperankan dengan sangat baik oleh para aktor dan aktris. Terbukti dari komentar penonton yang ikut merasa terintimidasi oleh Park Yeon Jin. Pengembangan karakter tokoh pendukung lainnya juga sangat menarik menurut saya. Seperti karakter Kang Hyun Nam, seorang ibu korban KDRT menjadi agen pengintai yang handal bersama Moon Dang Eun. Song Hye Kyo sendiri sebagai tokoh utama cerita, mengaku ini pertama kalinya ia mendapatkan peran sosok tangguh tidak kenal takut seperti Moon Dang Eun. Ia sampai harus menurunkan berat badan untuk mendalami peran seseorang yang mengalami luka batin dan fisik.

Drama korea selalu menyuguhkan plot tidak terduga tentang keterkaitan antar tokoh yang berkesinambungan. Karakter Joo Yeo Jeong yang diperankan oleh Lee Do Hyun misalnya, awalnya saya kira akan jadi drama thriller romance saat sosok Yeo Jeong muncul karena diam-diam sang dokter menaruh hatinya pada Moon Dong Eun. Namun, ternyata Yeo Jeong justru menjadi tokoh kunci untuk Moon Dong Eung melancarkan aksinya. Terselip beberapa adegan manis diantara keduanya yang membuat drama ini sedikit lebih hangat.

Visual yang disuguhkan drama ini juga eye-pleasing bagi saya. Bagaimana setiap emosi yang dirasakan Moon Dong Eun disampaikam melalui visual. Penempatan properti dan pengambilan gambar menjadi faktor penting sehingga emosi kesepian, marah, dan putus asa menjadi emosi dominan yang tersampaikan. Beberapa adegan terlihat Moon Dong Eun tersenyum atau tertawa lepas. Namun, lagi-lagi Song Hye Kyo berhasil menyiratkan rasa terluka dalam adegan tersebut. Miris dan sedih bercampur menjadi satu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aksi Panggung The 1975 Mengecewakan

Setelah ini mendengarkan Robbers rasanya ga akan lagi semenyenangkan dulu, karna bercampur aduk dengan perasaan marah dan bersalah. Baru saj...