29 Apr 2017

Bali day3 #tindakalijogja17

Hari terakhir di Bali. Rasanya gak mau bangun dari kasur, gak mau buru-buru mandi, gak mau buru-buru sarapan. Pengenya pura-pura ketiduran trus ditinggal pulang aja gak papa, hehe. Pas bangun pagi itu, masih keinget kejadian-kejadian semalem yang bikin aku dan teman-teman satu kamarku tidur larut. Gara-gara telfonan terus sama teman satu kelasku yang beda kamar. Itu hal terseru yang pernah aku lakuin. Iseng telfon dengan modal nomor kamar hotelnya, telfon udah tersambung. Pura-pura jadi pegawai mcd atau kfc pesan antar. Atau kalau nggak basa-basi ngelantur tapi bikin perut sakit terus. Gak bakal lupa deh moment ini.
Juga keinget sama kejadian dimana cuma kamarku saja yang airnya tidak berfungsi dengan baik. Yang lain sudah pada mandi, sampai-sampai berendam di bathup. Sedangkan kamarku air kranya nya pun enggak. Sampai hampir sepuluh kali kita telfon lobby buat ngirim petugas hotel buat benerin air. Kampret moment-nya, pas pegawai hotelnya dateng dan dengan santai memutar kran air langsung keluar dengan sangat lancar.

Mungkin memang kita yang terlalu ndeso.

Sebelum bener-bener balik ke Kediri kita mampir dulu lihat pertunjukan barong dan ke Danau Bedugul.

Mampir juga ke restoran di bukit [aku lupa namanya] untuk makan siang. Disana view untuk makan aja bagus banget. Sayang gak sempet foto. But, aku menikmati moment nya. Sangat.

Tapi, di Bedugul aku ambil banyak Foto. Sebelum naik speed boat. Speed boat pertamaku. Bener-bener pengalaman yang ajaib.










Bali day2 #tindakbalijogja17

Sudah sekitar satu bulan yang lalu, tapi rasanya setiap detiknya telah terekam memori otaku. Masih tidak bisa lupa setelah mandi dan berpakaian rapi di sambut dengan pemandangan pantai di depan mata. Bukan pantai yang di penuhi turis dengan bikini lucu. Hanya segaris pantai dengan beberapa batu besar berjejer rapi dan deburan obak yang tidak cukup tinggi. Ditambah dua kapal nelayan sedang dalam perjalanan hendak mencari rejeki untuk makan hari ini.
Laut benar-benar seperti dunia kedua. Seolah ada kehidupan lain yang berlangsung di dalamnya. Yang kita tidak pernah tau. Apa saja bisa kita temukan di laut. Bongkahan kapal karam, ikan hias sampai ikan ganas atau jutaan spesies langka yang baru kita kenal.

Oh iya, aku kan mau bercerita tentang Bali

Hari kedua, hmm.. yang paling aku ingat bingungnya aku memilih ukuran daster yang pas untuk oleh oleh ibuku. Aku belum sempat mengukur atau bertanya lingkar pinggangnya sebelum berangkat. Takutnya kalau salah beli malah tidak terpakai. Sebenarnya aku belajar dari study tour kakaku saat SMA. Ibuku yang sudah beranak dua dan tidak lagi langsing, malah dibelikan daster bunga-bunga pink dengan lengan singlet. Jelas tidak dipakai, akhirnya aku yang pakai sampai sekarang. Jadi aku hanya bermodal menira-ngira. Tapi syukurlah, beliau senang, dan ukuranya pas. Malah hampir setiap aku pulang, daster itu yang dipakai.

Tak lupa juga buah tangan lain. Seperti pie susu khas Bali dan gantungan kunci lucu. Aku membelikan satu untukmu. Tapi entah kapan kita bertemu. Ah sudahlah, aku sudah melupakanmu. Hanya teringat saja saat itu, jadi aku beli satu.

Mungkin tidak akan sampai di kamu. Akan kusimpan saja di rak buku.

Eh, ini saat yang paling menyenangkan. Setelah senang berburu oleh-oleh, rombonganku mampir sebentar di Desa Adat panglipuran. Desa ini adalah desa terbersih sedunia. Say, WOW. Tapi sungguh, benar-benar bersih. Lihat saja sendiri.









Aksi Panggung The 1975 Mengecewakan

Setelah ini mendengarkan Robbers rasanya ga akan lagi semenyenangkan dulu, karna bercampur aduk dengan perasaan marah dan bersalah. Baru saj...