Havana menggema seantero kamar
Bersama catatan halogenku dan pikiran tentangmu
Aku jadi mengkhayal sendiri
Kamu mungkin termasuk dalam unsurnya
Kamu reaktif, dalam setiap sudut otakku
Tapi tidak bisa aku temukan di alam bebas
Di dunia nyata kamu menjelma asing
Kamu kekal dalam khayal, mati di kenyataan
Kamu sangat oksidator, sehingga mudah tereduksi
Menyusut menjadi kepingan kecil dan siap untuk menyublim
Mengudara bersama ratusan kupu-kupu
Keindahanmu sungguh tak pantas untuku
Lebih baik kamu terbang, meledak, dan hilang
Tanpa pamit, kecup dan kenang.
Selamat Malam, Bu Aris.
(Ps: puisi ini di buat di samping tumpukan tugas bersama perut kenyang dengan sambal goreng ati dan nasi hangat)
5 Nov 2017
17 Sep 2017
Sadar Diri Aja
Ada rasa yang ingin aku sampaikan
Rasa yang menjelma dan tak dapat terelakan
Untuk kamu wahai pangeran
Yang sengaja aku pendam diam-diam
Rasanya sulit untuk sekedar bertanya kabar
Hanya bisa menatap nomormu di layar
Buka karna gengsi atau apa
Aku hanya sadar aku ini siapa
Aku bukan lagi yang utama
Rasa yang menjelma dan tak dapat terelakan
Untuk kamu wahai pangeran
Yang sengaja aku pendam diam-diam
Rasanya sulit untuk sekedar bertanya kabar
Hanya bisa menatap nomormu di layar
Buka karna gengsi atau apa
Aku hanya sadar aku ini siapa
Aku bukan lagi yang utama
1 Agu 2017
Gold
Happy fifty posts!!! Saat menulis post ke 50 ini, aku sedang dalam keadaan sangat amat baik. Perut sudah terisi dengan sayur jamur dan bakwan mienya bu Win. Tidak lagi keroncongan seperti tadi siang. Aku juga sudah mengerjakan pr fisika dan kimiaku. Juga membaca timeline twitter dan mengecek notifikasi instagram. Jadi sudah sangat siap untuk menulis. Btw, barusan habis mati lampu di kostan saat aku menulis kalimat pertama paragraf ini.
So, di post aku kali ini. Aku cuma mau mengucapkan terimakasih sekali untuk siapapun yang sudah menyempatkan membaca tulisanku di blog ini selama sekitar dua tahun terakhir secara sadar maupun tidak sadar. Aku sangat berterimakasih dengan itu. Meskipun tidak banyak yang meninggalkan komentar, tapi aku selalu bersemangat setiap kali melihat visitor meter terus naik dan naik. Itu membuatku ingin segera buat tulisan lagi dan lagi.
Oh iya, aku juga mau kasih tau untuk para pembacaku yang tercinta, aku sangat teramat ingin tau bagaimana menurut kalian tulisan-tulisanku ini. Aku masih pemula yang jatuh cinta pada menulis. Aku masih perlu banyak belajar diksi, rima, cara menulis yang baik, eyd yang benar, sajak, alur cerpen atau cerita apa yang ingin aku sampaikan yang berkesan dan membuat. . apa yaa, seperti perasaan kalian akan ingat ceritaku saat kalian melihat sesuatu atau terfikirkan sesuatu. Bermakna. Jadi kalian boleh banget untuk berkomentar di kolom komentar atau memberi centang reaksi apa yang kalian rasakan setelah membaca postingan tersebut, yang ada di bawah postinganku. Seperti ini.
Boleh banget kalo kalian meninggalkan komentar tentang postinganku di
Aku sangat bersenang hati untuk membaca komentar-komentar kalian. Barangkali komentar-komentar kalian bisa jadi semangat untuk aku menulis yang lebih baik lagi.
Buat kalian yang belum tau mau baca apa, kalian bisa pilih di sebelah sini
Aku punya beberapa label yang aku pakai. Aku jabarin sekalian ya. Pertama 'Kisah Klasik', di situ postinganku tentang cerpen. Ada beberapa cerpen yang terinspirasi dari kisah nyata yang aku temui. Kalau 'Rasa Aksara' lebih tentang kata-kata yang ingin aku sampaikan aja. Karna memang ketika mulut tak bisa berucap, aksaralah yang bicara. Terus 'Ngobrol-ngibril' itu tentang curhatan seperti ini. Ngobrol biasa. Lalu 'bersambung' itu isinya cerita berseri. Niatnya sih mau bikin webseries ala ala. 'A day in my life' tentang sesuatu kejadian penting dalam hidupku yang ingin aku abadikan dengan tulisan. 'Petualang sejati' tentang jalan-jalan gitu, aku suka travelling. Tapi gak yang jauh-jauh baget. Masih belum di bolehin kalau yang jauh. Terakhir 'share info', biasanya aku nulis tips-tips di situ.
Sebelum menutup postingan ke 50-ku aku mau pamit dulu. Setelah ini aku mau langsung tidur. Tapi mungkin setelah baca beberapa halaman Dilan. Aku sedang rindu Dilan, jadi ingin baca lagi.
Sekali lagi aku ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya. Selamat malam, selamat beristirahat. Cium jauh dariku.
-PUTRI-
28 Jul 2017
Malam ini dingin ya
Selamat Malam Tuan
Malam ini dingin ya
Selimutku tidak cukup tebal untuk penghangat
Atau hanya perasaanku saja
Ah iya, itu memang cuma alasan
Yang sebenarnya
Aku sedang rindu pelukmu
Malam ini dingin ya
Selimutku tidak cukup tebal untuk penghangat
Atau hanya perasaanku saja
Ah iya, itu memang cuma alasan
Yang sebenarnya
Aku sedang rindu pelukmu
Dalam Hati yang Ikhlas
Aku tidak pernah menyangka. Bahwa cerita kita hanya sebuah kenangan. Aku kira semua cerita indah yang kita buat akan menjadi memori yang indah yang akan kita kenang bersama. Menceritakanya ke generasi kita selanjutnya. Bercengkrama betapa bahagianya kita saat bergandeng tangan dan membuat janji yang akan kita wujudkan bersama. Aku kira semua itu akan terlaksana seperti mimpi mimpi ku setiap malam.
Engkau yang telah berbahagia melanjutkan kehidupan mu aku ucapkan selamat. Aku pun akan melakukan hal yang sama. Melanjutkan kehidupanku. Mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Aku pun berhak mendapatkanya bukan?
Apabila mungkin suatu hari kita bertemu dalam saat yang indah. Saat kita tidak pernah saling mencari tapi dipertemukan kembali. Aku akan sangat merasa bahagia. Karna do'a yang kupanjatkan setiap malam slalu di dengar dan dikabulkan. Lalu bagaimana denganmu? Bagaimana rasanya saat namamu yang selalu kusebut dalam rentetatan do'a do'aku?
Engkau yang telah berbahagia melanjutkan kehidupan mu aku ucapkan selamat. Aku pun akan melakukan hal yang sama. Melanjutkan kehidupanku. Mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Aku pun berhak mendapatkanya bukan?
Apabila mungkin suatu hari kita bertemu dalam saat yang indah. Saat kita tidak pernah saling mencari tapi dipertemukan kembali. Aku akan sangat merasa bahagia. Karna do'a yang kupanjatkan setiap malam slalu di dengar dan dikabulkan. Lalu bagaimana denganmu? Bagaimana rasanya saat namamu yang selalu kusebut dalam rentetatan do'a do'aku?
Teruntukmu,
Pangeran yang slalu ku do'akan
Pangeran yang slalu ku do'akan
Langganan:
Postingan (Atom)
Aksi Panggung The 1975 Mengecewakan
Setelah ini mendengarkan Robbers rasanya ga akan lagi semenyenangkan dulu, karna bercampur aduk dengan perasaan marah dan bersalah. Baru saj...
-
Setelah ini mendengarkan Robbers rasanya ga akan lagi semenyenangkan dulu, karna bercampur aduk dengan perasaan marah dan bersalah. Baru saj...
-
Hari ini seseorang berulang tahun Umurnya berkurang, ia tak tenang Tadi pagi satusnya sedang bersedih Ingin mengucapkan, takut pesanku...
-
Sudah sekitar satu bulan yang lalu, tapi rasanya setiap detiknya telah terekam memori otaku. Masih tidak bisa lupa setelah mandi dan berpaka...


