2 Nov 2016

November

Hallo November. Menginjak bulan baru aku jadi tidak rela meninggalkan Oktoberku yang mengesankan. Dimana aku baru saja menginjak umur remaja remajanya para remaja. Tapi.. ah omong kosong. Menurutku ini bukan umurnya remajanya remaja. Tapi ini malah menjadi umur yang membuatku harus lebih belajar banyak hal. Lebih memikirkan kedepanya aku mau jadi apa. Memilih jadi wanita karir dengan gaji bulanan dan berpenampilan classy atau sekedar ibu rumah tangga yang pakai daster tiap pagi belanja sayuran buat makan satu hari. Semua sudah harus di tentukan dan di fikirkan lebih matang lagi saat ini.

Memang bukna dikatakan terlambat. Tapi memulai lebih jauh juga tidak salah.

Aku mulai sadar kalau minggu minggu ini memang banyak sekali yang aku lalui. Tentang hal baru. Dunia yang beru aku kenal. Aku benar-benar merasa menjadi anak sekolah yang sebenarnya. Di kejar deadline tugas, deadline proposal yang tak kunjung mendapat acc, belum lagi guru mapel lain mendadak mengajak ulangan dadakan. Tidak taukah mereka beban yang harus di tanggung sebagai predikat murid k13 sebanyak 20 mata pelajaran dengan materi yang sangat berbeda dan tugas yang berbeda pula. Tak kasihan kah mereka dengan kami?

Sudah pukul 22 lewat 2, aku ingin segera tidur dan bermimpi indah. Sayangnya setiap ingin memejamkan mata, serasa bayang-bayang tugas yang belum rampung gentayangan diatas langit-lagngit kamar kost ku.

Lebih baik aku selesaikan. Demi secoret tanda tanganmu bu, dan ilmu yang barokah. Insya'allah..

Sebelum itu, aku ingin menitip salam pada bintang malam, katakan padanya aku ingin melukis sinarmu di hatinya. Embun pagi katakan padanya biar kudekap erat waktu dingin membelenggunya.

Sampai bertemu kamu dengan jas dan gelarmu, begitupun aku. Dengan segala yang aku perjuangkan sekarang dan berbuah manis nanti. Akan aku tunjukan padamu, aku bisa membeli apa yang aku mau dengan uangku sendiri. Dan akan aku hadiahkan untuk mu novel pertamaku. Semoga nanti kita tetap dapat bertukar cerita, walau sudah dengan status berbeda. Atau mungkin dengan satu ikatan yang lain. Amiinn

17 Okt 2016

Sabar Bersyukur Ikhlas

Hari ini hari Senin. Awal minggu yang selalu ingin di skip saja dari daftar nama hari dalam seminggu. Tepatnya pukul sembilan lewat empat puluh enam malam. Aku masih belum terlelap. Sebenarnya mataku sudah dari tadi merayu untuk dipejamkan. Namun, aku masih belum ingin tidur. Berbanding terbalik dengan saat di kelas mendengarkan guru menerangkan dengan suara begitu syahdu. Rasanya rindu pada kasur kosan tak dapat lagi di tahan

Suara gonggongan anjing kecil milik tetangga kos ku menemani malam ini. Mataku memandang keyboard, mengetik apa yang aku tulis, namun fikiranku melayang. Membayangkan apa saja yang mungkin terjadi di esok hari. Apakah akan sesulit seperti biasanya? Apakah akan terasa berat seperti hari ini dan kemarin? Atau mungkin akan berubah jadi lebih ringan dan menyenangkan? Sepertinya opsi terakhir tidak pantas untuk aku bayangkan. Aku sudah pernah merasakan betapa kecewanya aku di sore hari ketika hari ku tidak seperti apa yang aku banyangkan semalam.

Sebelum ini aku tidak pernah tau apa yang selalu membuat wajah anak SMA terlihat begitu letih. Saat aku masih di sekolah dasar, aku selalu memperhatikan raut muka kakak laki-lakiku yang selalu murung saat pulang sekolah. Dan raut wajah bosan di pagi hari saat sebelum berangkat sambil menghabiskan sarapan. Hampir tidak pernah ada senyum di wajahnya. Kecuali saat menonton kartun atau melihat kecerobohan kecilku.

Dan sekarang aku baru tau jawabanya saat tadi pagi aku bercermin.

Tak jauh beda dengan yang aku lihat di wajah kakakku delapan tahun lalu. Tak jauh beda.

Otak anak SMA lah yang tercermin di wajah mereka saat berangkat dan pulang sekolah. Itu menurutku. Soal masalah organisasi, tugas yang belum rampung, materi pelajaran yang tertinggal, tidak begitu memahami persamaan satu dan yang lain, belum lagi urusan hati yang membuat semuanya menjadi semakin ruwet.

Kenapa sih? Urusan hati harus bersamaan dengan usia kita yang menginjak remaja. Kenapa rasa suka pada lawan jenis bersamaan dengan kita yang juga harus berkenalan dengan persamaan parabola, integral, turunan atau gerak harmonik. Kenapa?

Kuncinya cuma sabar, bersyukur dan ikhlas.

11 Sep 2016

why always you

My day is so bored. I just lazy at home, enjoy my time with my phone. Accidentally when i scroll up timeline on ig i found a picture of you. You look so excited. Smile to camera while bring like a board or something, idk. Stand up beside you, your old sister smile too while bring a big thropy.
Your face full of sweat still wearing your basket costume. And its makes your handsome up.
I don't know why. However, its was two years passed, why always you that can make heartbeat just too see your picture ? Why always you, who i think before i sleep? Always you.
Can not we just try make new story again?

8 Sep 2016

Balada anak sma di kamar kos lapar tengah malam

Rumus alkana menjadi satu dengan rumus integral juga fungsi. Bukan hal yang asing lagi jika kamu sengaja membuka dan ingin tau isi otak anak ipa sekolah menengah atas. Ya seperti iu lah isinya.
Belum lagi di tambah urusan organisasi yang mengharuskan mengurus kegiatan ini itu guna menunjang prestasi non akademik. Di tambah lagi kalo jauh dari orang tua, harus hidup sendiri di kota orang. Apapun di tentukan sendiri, terlebih harus dengan pemikiran yang matang. Mengesampingkan cucian kotor, nanti malam makan apa dan ''berapa hutangku padamu'' oleh tugas dari guru. Parahnya lagi sudah berkali-kali mencoba mengerjakan tetap tidak paham itu untuk apa nanti. Haruskah aku nanti memasak juga mengukur ketajaman pisau yang aku pakai, jumlah kalor setiap satu kali memasak atau unsur apa saja yang ada di sebuah jangan sop.

Dan semoga apa yang aku lakukan sekarang menjadi bekal yang sangat bermanfaat nantinya di kehidpanku yang lebih baik. Motivasi diri sendiri aja.

Ku harus kuad. Toh hasil yang aku petik juga aku nikmati sendiri.

Aksi Panggung The 1975 Mengecewakan

Setelah ini mendengarkan Robbers rasanya ga akan lagi semenyenangkan dulu, karna bercampur aduk dengan perasaan marah dan bersalah. Baru saj...