28 Mar 2019

Business Model Canvas

Jadi ceritanya, tadi pagi aku ikut seminar yang keren banget. Seminar ini diadain di fakultasku dan memang seminar intenal fakultas. Pematerinya juga dosen fakultas aku sendiri Bapak Ari Irawan SE., MM., Beliau berharap dengan adanya seminar tadi kita bisa menjadi jembatan buat temen-temen yang lain juga tau tentang topik yang di bahas dan aku langsung tergerak untuk berbagi ke kalian nih.

Jadi topik yang dibahas adalah Business Model Canvas yang sering disebut juga dengan BMC. BMC ini dibuat untuk perencanaan bisnis gituu. Misal punya ide bisnis, tapi bingung gimana cara eksekusinya. BMC ini bisa membantu kalian untuk menyiapkan rencana bisnis dengan matang, sehingga saat eksekusi dapat fokus dengan tujuan yang ingin dicapai.

Kurang lebih kayak gitu gambaran BMC, maaf gambarnya aku cari di google.

Nah di BMC ini kamu bisa nentuin target pasar, pendapatan, pengeluaran dll. Mungkin aku ceritain satu-satu aja yaaa

Yang pertama Customer Segments, di kolom ini kamu tentuin target pasar kamu. Bisa se-spesifik mungkin, mulai dari gender, pekerjaan, umur. Misal ingin bisnis hijab, udah pasti target pasar kamu wanita berhijab, mungkin mahasiswi atau pelajar, bisa juga pekerja kantoran. Dengan target pasar yang spesifik kamu bisa tentuin strategi promosi produk kamu supaya ga salah sasaran.

Yang kedua ada Customer Relationship, bahasa sederhananya disini kamu bisa tentuin apa aja yang kamu lakukan buat tetep keep in touch sama customer kamu. Bisa dengan ngadain give away, diskon di tanggal hari besar, promo, saran dan masukan dll.

Selanjutnya ada Channels. Di kolom ini adalah media yang kamu gunakan untuk nyampein produk kamu ke customer. Bisa dengan media sosial, event, bazar, brosur, paid promote dll.

Lalu ada Value Proposition, disini kamu bisa analisis kelebihan, kekurangan, peluang, dan tantangan atau SWOT dari produk yang kamu miliki. Sehingga kamu bisa bikin strategi untuk pemasarannya. Misal bisnis hijab yang tadi, kelebihan dari hijab kamu kualitasa premium dengan harga terjangkau, tapi punya kekurangan mudah kusut, peluangnya masih belum terlalu banyak bisnis hijab kualitas premium namun harga terjangkau, tantangannya mungkin bisa di preodusen bahan baku hijab yang jauh di luar kota. Dari analisis SWOT ini kamu bisa bikin rencana yang lebih matang buat poduk kamu.

Selanjutnya, ada Key Activities. Di kolom ini kamu tulis apa aja yang bakal kamu lakuin untuk menjalankan bisnis kamu. Mulai dari pesan bahan baku, produksi, promosi, pemesanan, sampai produk sampai ke tangan konsumen.

Key Resources, adalah apa yang kamu butuhkan untuk menjalankan bisnis kamu. Bisa bahan baku, alat untuk produksi, kuota untuk promosi bisa dimasukan juga. SDM juga bisa termasuk KR. Misal kalo bisnis kamu online, admin bisa termasuk KR. Kalau kamu butuh editor untuk foto dan gambar produk kamu, itu juga termasuk KR.

Key Pertners, adalah dengan siapa kita bekerja sama untuk menjalankan binis kita. Bisa dengan komunitas, kalau kamu ingin menitikan produk kamu di sebuah toko, toko tsb juga trmasuk dama KP.

Selanjutnya Cost Structure, adalah rencana pengeluaran. Apa saja yang perlu kamu beli dalam menjalankan bisnis ini. Lebih spesifik bisa di sertakan harganya. Sehingga kamu juga bisa menentukan harga untuk produk kamu.

Yang terakhir Revenue Structure, adalah rencana pendapatan. Dari mana saja kamu akan mendapat penerimaan. Pendapat bukan hanya dari penjualan, mungkin kamu bisa buat rencana pendapatan yang lain. Bisa dari kerjasama sponsor dengan event dan lain sebagainya.

Nah, dari gambar diatas bisa kita lihat kalau tiga kolom CS, CR dan Channels adalah apa yang bisa dirasakan langsung oleh customer. Istilahnya, itu adalah wajah produk kita di mata cutomer. Sedangkan KA, KR dan KP adalah apa aja yang terjadi dan kita butuhkan di dalam bisnis kita. Kalo VP ada di tengah-tengah perusahaan dan customer, yang artinya diketahui oleh perusahaan dan juga customer. Sedangkan CS dan RS adalah rencana keuangan kita.

Mungkin itu sedikit yang pengen aku bagi sama kalian. Semoga bermanfaat dan membantu kamu dalam merencanakan ide-ide bisnis yang kamu punya. Aku yakin diluar sana banyak banget yang punya ide bisnis yang keren. Tapi ide-ide itu akan stuck dalam pikian dan angan kalian kalo gak langsung di realisasikan. Jadi ayooo, mulai aja dulu.

Salam, Putri.

18 Mar 2019

Sesuatu di Yogya

Ada sesuatu di Jogja. Tiap sudut jalanan mudah dijumpai angkringan. Ragam menu masakan sederhana dengan cita rasa khas dan harga paling murah. Ditambah suasana sepanjang jalanan Malioboro pukul 11 Malam. Beberapa hari yang lalu aku mengunjunginya bersama Fifi dan Meila.

diambil di sekitar jalanan dekat tugu jogja

Rencana sudah dirancang matang-matang dari bulan Januari. Awalnya cuma rencana Meila sama Fifi. Tapi satu hari pernah aku sambat pada Meila kalo aku pengen jalan-jalan yang jauh, yang betul-betul liburan, isinya cuma foto-foto, belanja dan berenang atau berendam di bathup. Trus Meila cerita kalau doi ada rencana liburan di tanggal merah kemarin sama Fifi, diajaklah aku untuk join dan aku sambut dengan suka cita. Awalnya ragu mau ikut apa gak, takut ga diijinin sama bapak. Tapi ternyata setelah pamit dibolehin asal hati-hati katanya. Oh iya, uang buat ke Jogja ini bener-bener uang saku-ku yang aku tabung dari februari. Jalan-jalan pake uang tabungan sendiri, bener-bener seru rasanya, ada puasnya ada bangganya ada sengsaranya karna pas-pasan banget.

Semua kebutuhan mulai booking hotel, tiket kereta, rencana kita jalan-jalan kemana aja selama di Jogja udah di-prepare sedimikian rupa. Bener-bener niat banget kita. Fifi bagian booking hotel. Di bulan Januari Meila sama Fifi nemu iklan promo dari Agoda, dan langsung cari tanggal merah dan booking. Kita dapet harga murah banget. Aku sama Meila bagian beli tiket kereta ke stasiun, kalo booking online tugasnya Fifi. Kita naik keretanya transit dulu di Surabaya. Baru dari Surabaya berangkat ke Jogja. Karna itungannya lebih murah daripada dari Malang langsung ke Surabaya. Pokoknya liburan kita bisa dibilang low budget, tapi tetep have fun.

Kamis, 7 Maret 2019

Tiba hari h nya nih, kita berangkat naik grabcar dari kosan Meila sekitar jam enam lebih lima belas ke stasiun. Bawaan kita cukup banyak, 2 koper sedang, dua tas ransel dan satu paperbag besar. Jadi cukup riweuh naruh barangnya di kereta. Oh iya btw, ini kereta pertamaku. Aku excited banget pas kereta mulai jalan. Sumpahh gak bohong, aku pertama kali naik kereta ya kemarin ke Jogja. Tanya aja Meila kalo ga percaya. Perjalanan dari Malang ke Surabaya 3 jam, banyak transit di stasiun kecil-kecil. Sampai stasiun Gubeng kita istirahat bentar, karna kereta kita masih sejam lagi kalo ga salah. Kita mampir makan di warung sebrang stasiun, ada yang jual rawon. Kita makannya lumayan lama. Pas balik ke stasiun udah panggilan terakhir kereta kita. Bener-bener terakhir, telat 5 menit aja udah ketinggalan kereta. Kita lari-larian ke gerbong sambil seret-seret koper. Bener, baru juga sampe gerbong udah jalan keretanya. Dan ternyata salah gerbong, harusnya gerbong enam atau berapa yaa lupa, kita naiknya gerbong 1 sist. Jalan lagilah kita menyusuri gerbong-gerbong kereta. Kita sempet foto sama ngevideo juga di gerbong kantin, trus kena tegur sama petugas wkwk. Kayanya keliatan di cctv.




Perjalanan Surabaya-Jogja sekitar 5 apa 6 jam yaa lupa. Sampai di stasiun Lempuyangan Jogja sekitar jam 4 sore. Trus Fifi langsung pesen grab buat kita ke Jogja. Selama di Jogja kita manfaatin banget promo-promo grab, kemana-mana naik grab kecuali hari terakhir pas jalan jalan ke pantai.

Nyampe di hotel kaget kalo tenyata hotel yang kita pesen bener-bener di tengah kota. Jalan dikit ke barat udah tugu Jogja. Sebelah hotel ada Pizza hut sama KFC, depan ada richeese sama mcd. Tapi kita sama sekali ga makan disana, karna uang saku cukupnya makan di angkringan, hehe. Oiya kita nginepnya di Sapta Griya, kalo kalian pengen tau. Fasilitasnya lengkap ada kolam renang, wifi kenceng, air panas, cuma ga ada breakfast sih. Kalo pun ada, aku sama yang lain sarapannya juga paling jam 10, soalnya jam 9 baru bangun.

Setelah istirahat bentar di hotel dan bersih-bersih badan kita langsung keluar lagi buat jalan-jalan. Kita jalan kaki ke daerah tugu jogja, gak jauh banget, tapi lupa juga berapa kilo. Nyampe sana rame banget. Kita langsung cari angkringan paling deket karna udah laper banget, terakhir makan rawon di surabaya. Lucu juga kalo di inget, sarapan di Malang, makan siang di Surabaya, makan malam di Jogja.

Kita makan di Angkringan kopi Jos kalo ga salah. Tempatnya di pojokan jalan sekitar tugu jogja. Disana kita tinggal milih dan ambil sendiri lauk dan nasi kucing yang kita pengen. Dan harganya jangan ditanya, murah poooll. Saranku jangan laper mata aja, kalo ambil lauknya banyak ya jatuhnya jadi tetep mahal. Habis kenyang makan kita jalan jalan bentar ke arah selatan tugu jogja, sambil foto-foto. Turis abis kan.

di angkringan
turiz abiz

street wear
turiz abiz 2
ini foto fotonya ngeblur karna ada yg salah sama kameranya ;[ tp meila tetep jelek
apalagi aku


Habis capek jalan kita balik ke hotel dengan perasaan riang gembira. Nyanyi-nyanyi terus sepanjang jalan ke hotel. Udah kaya orang ngamen. Nyampe hotel masih belum habis semangatnya. Kita masih lanjut foto ala ala pake selimut dan lampu tumblr punya fifi. Dan ini hasilnyaaaaa



Jumat, 8 Maret 2019

Besok harinya kita bangun siang banget. Rencana hari ini mau berenang, makan salad, jalan-jalan ke taman sari, Chingu, sorenya ke malioboro dan gelato. Tapi yaaa kita cuma bisa berencana. Ternyata pagi-pagi Meila udah ga enak badan. Jadi cuma aku sama Fifi yang berenang. Aku ga jago renang, ga berani di kedalaman yang melebihi tinggi badanku. Jadi aku cuma di pinggir-pinggir. Malu sama bocah sd udah berani di yang 2 meter. Meila cuma liatin di kursi pinggir kolam sambil video call an. Habis capek renang kita makna salad buah, apaya namanya, lupaaa. Maaf ya guys, aku lupaan. Kalo mau tau dm aja ya ke @fifilaila di ig. Tapi sumpah saladnya enak pooooolll, kejunya banyak, buahnya banyak.

Beberapa saat kemudian kita kedatengan saudaranya Meila dari Solo, namanya Ani. Dia mau ikut jalan-jalan ke taman sari, daripada gabut di kosan katanya. Habis selesai dandan dan siap-siap kita naik grabcar ke taman sari. Sambil nunggu grabcarnya, kita sempet foto-foto lagi di kolam renang hotel.

masih banyak yg lain
Kita berangkat habis dhuhur, nyampe taman sari rame dan panas banget. Masuknya murah cuma 5.000 per orang, tapi kalo bawa kamera sendiri tambah biaya 3.000. Kita langsung cari spot foto di taman sari dan ini beberapa hasilnya.











maaf bawa cilok


Kita ga sempet ke beberapa tempat foto yang lain karna takut kesorean. Meila juga ga kuat jalan jauh-jauh. Temen kita yang lain juga udah nungguin di Chingu Cafe, ada Nabila sama Jihan. Akhirnya kita berpisah sama Ani, dia balik ke Solo trus kita otw ke Chingu.

Chingu Cafe ini cafe makanan korea. Cuma ada di Jogja sama Bandung, kata Fifi. Tempatnya bagus banget buat foto-foto. Warnanya cantik. Makanannya juga enak. Walaupun agak mahal. Tapi untuk rasa, enak sih menurutku. Gatau ya kalo dibandingin sama yang asli dari korea. Kita pesen menunya yang buat sharing, jadi patungan bisa buat rame-rame. Sistemnya waitinglist gitu. Trus pas udah giliran kita bakal di kasih tempat duduk sesuai berapa orangnya. Di daftar menunya pake mata uang won. Kalo di rupiahin tinggal kasih satu 0 dibelakangnya. Tapi itu cuma buat terlihat unik aja guys, ga beneran tinggal tambah satu 0 buat dirupiahin dari won. Porsi buat sharingnya juga banyak kok, bener-bener kenyang setelah itu.

Habis selesai makan kita sempetin buat foto-foto di spot foto disana. Ada penyewaan pakaian khas korea kalo mau ala-ala keliatan kayak di korea asli.





preman


Habis dari Chingu kita langsung balik hotel, gak sempet ke malioboro karna udah capek dan Meila juga udah ga kuat jalan-jalan lagi. Fifi sibuk mesen motor buat disewa besok jalan-jalan ke pantai, aku sama Jihan sibuk karaokean, Meila sama Nabila sibuk curhat sama stalkingin ig orang. Sampe jam 9 malem kira-kira cuma itu kesibukan kita di hotel. Oiya, Meila kedatengan saudaranya lagi kali ini bawa martabak, makasih mbakk. Trus kita keluar lagi malemnya pengen coba bubur hayam, tempatya deket mall apa yaaa, maaf lupa lagi. Di perempatan gitu pokoknya. Meila ga ikut, dia jaga kamar soalnya lagi ga enak badan. Jadi cuma aku, Fifi, Nabila sama Jihan. Nyampe sana aku cuma pesen es cincau sumpah segerr bangettt. Jujur jogja panas. Trus kita cerita macem-macem sampe gosipin Ilyas Muhammad. Aku baru tau kalo mantannya ilyas tuh linka diceritain Jihan. Detik itu juga aku patah hati, gatau juga kenapa. Pasti lucu banget mereka pacarannya sampe manggilnya papa mama. Habis itu kita langsung balik hotel, bersih-bersih, tidur.

Sabtu, 9 Maret 2019

Hari ketiga di Jogja kita rencananya mau jalan-jalan ke hutan pinus, gumuk pasir dan pantai. Selesai jalan-jalan kita berburu oleh-oleh di Malioboro sekalian beli titipan anak-anak. Kita bangun sekitar jam 8 pagi. Trus males-malesan sampe jam 9. Aku, fifi, meila ngepacking barang-barang ke koper, Jihan masih tidur, Nabila sibuk stalking Ilyas. Dia tiba-tiba ikutan patah hati tau Ilyas ganteng banget. Trus habis drama mandi dan beres-beres kita langsung berangkat ke kosan Acen setelah check-out. Fifi sama Jihan naik motor, aku sama Meila naik grab bersama koper-koper, Nabila pulang ke kosan ga ikut jalan-jalan, ga seru. Di perjalanan diajak ngobrol sama mas grabnya, baik, ramah. Diluar Jihan sama Fifi panas-panasan naik motor, wkwk.

Nyampe kosan Acen udah ada Sania, habis sarapan. Aku meila jihan sama fifi belum sempet sarapan, kita makan dulu di Olive. Mirip Hisana kalo di Kediri. Kata Jihan kalo di Solo Popeye, kasihan ldr mereka. Habis selesai makan kita langsung berangkat. Tujuan pertama hutan pinus. Aku dibonceng Sania. Sebenernya takut, tapi percaya aja sama Sania, daripada nyasar. Eh pas di persimpangan hampir hutan pinus, Sania berhenti dan bilang ''aku lali menggok nganan opo lurus ya putt'', aku yo opo ruhhh batinku berkata. Trus coba telfon Fifi, katanya lurus. Untung ga jadi nyasar.

Sampe sana langsung cari tempat foto, kita foto lumayan banyak.

























Habis capek foto kita makan bentar di warung deket parkiran. Trus kita lanjut jalan ke gumuk pasir dan pantai. Di pantai kita dapet sunset, bagus bangettt.
















Hanji dan sunset

Perjalanan pulang sempet disasarin bentar sama Sania karna kepisah sama yang lain. Hp sama sama sekaratnya, untung masih bisa buat buka google maps. Nyampe kosan Acen langsung lari ke kamar mandi karna udah nahan pipis sejak dari pantai. Fifi sama Jihan lanjut jalan lagi ke Malioboro but cod balikin motor sewaan sama nyari titipan. Aku masih sempet mandi sama nyetrika. Meila juga mandi bentar. Trus kita lanjut lagi jalan pake motor acen buat nyari titipan yang lain. Oiya aku lupa bilang, kalo selama di jogja kita juga open jastip buat nambah uang jajan.

Selesai nyari titipan ini itu, aku, meila sama acen berangkat jalan ke malioboro naik grabcar. Di Malioboro udah ada Fifi sama Jihan. Kita nyari beberapa bakpia yg belum dapet buat oleh-oleh. Nyampe Malioboro sekitar jam setengah dua belas malem. Sengaja biar ga kena macet. Karna pas itu jalanan maliobor ditutup, besok mau ada acara katanya. Setelah dapet bakpia kita pulang ke kosan Acen. Aku sama Meila keluar lagi sekitar jam 1 buat nyari makan, karna belum makan dari siang. Mau beli nasi goreng udah tutup, yang buka tinggal warmindo aja. Yaudah beli nasi gorengnya di warmindo. Udah ga mikirin pikiran orang lain, cewek jam segitu masih keluar cari makan. Laper bosku.

Kereta kita jam setengah tiga pagi. Jadi kalo diinget-inget, aku meila fifi sama sekali ga tidur hari itu. Kita tidur cuma pas di kereta pas perjalanan pulang. Selesai makan dan beres-beres bawaan kita, kita pamit pulang. Cium pipi kanan pipi kiri dulu ke Acen sebagai tanda perpisahan. Trus langsung menuju stasiun sekitar jam 2 pagi.

Nyampe stasiun nunggu kereta beberapa menit karna delay, trus nyampe di gerbong langsung duduk, tidur sampe nganjuk.

Mungkin segitu dulu ceritaku kemarin di Jogja. Kalo suruh balik lagi ke Jogja aku mau bangettt. Malah rasanya ga mau pulang kemarin tuhhh. Pengen tinggal di Jogja aja tapi hawa Malang biaya hidup Kediri umr Jakarta. Next trip pengen ke Bandung biar bisa nyanyi lagunya Fiersa, atau kalo ngga pengen ke Jakarta, biar bisa nyanyi Forget Jakartanya Adhitia Sofyan wkwkwk. Doain aja banyak rizki. Kalian yang belum jalan-jalan aku doain dapet rezeki buat jalan-jalan yaaa. Rezeki tuh bukan cuma uang aja, sehat, waktu luang buat jalan-jalan jga rezeki. Uang sakunya bisa diatur.

Sampai ketemu di cerita jalan-jalanku yang lain, di label Petualang Sejati.

Salam hangat, Putri.

26 Des 2018

Tentang Kota dan Kenangan

Assalamualaikum temen-temen,

lama banget ya gak nulis. Mumpung lagi ada mood dan bahan buat ditulis aku mau cerita sesuatu. Btw, aku habis makan samyang mix mie sedap goreng gara gara habis nonton videonya kittendust a.k.a Fathia Izzati jadi pengen.  Gak kerasa 2018 udah mau habis, padahal baru nulis dikit banget. Jujur 2018 adalah tahun yang hectic abis. Tapi banyak nganggur juga sih, tapi di dalam kepala emang lagi berisik banget. Mulai dari awal tahun udah masuk semester 2 kelas 12, dikejar ujian praktik, try out, ujian nasional, bimbel inten buat sbmptn. Setelah sbmptn hati dibikin was-was sama pengumuman. Pikiran udah macem-macem, mikir gitu bulan depan aku ospek gak ya, ulang tahunku tahun ini dirayain dimana ya, aku ngapain ya bulan september, aku pusing apa bulan november, udah mikir gitu. Tapi alhamdulillah diberi kesempatan sama Allah buat kenal orang baru dan lingkungan baru. 

Setelah pengumuman gak berheti disitu, malah ini babak baru yang seru. Di Malang kalo dibilang sibuk yaaa, gak sibuk banget, bahkan aku lebih sering nongkrong atau nonton konser sama temen-temen. Mungkin awal-awal aja waktu ospek agak ribet. Sebenernya kuliah di jurusanku santai, santai, pusing. Santai karna dapet jam kuliah yang enak, pusing karna dapet dosen yang gak enak. Kalo matkulnya sih santai santai aja, yang penting absen. Eh, ngomongin kuliahnya di post selanjutnya aja deh ya. Ada yang lebih penting, hehe.

Tujuanku nulis hari ini sebenernya mau cerita tentang puisiku yang dimusikalisasikan sama mas Adha Buyung. Mungkin banyak yang belum tau mas Adha ini, aku pun juga gak tau banyak tapi aku ceritain setauku yaa. Pertama kali aku tau ada manusia bernama mas Adha Buyung di bumi adalah dari soundcloud. Sejak pertama kali punya pc yang dikado ibuk di ulang tahunku ke 13 kerjaanku main internet terus. Bisa dibilang aku kecanduan medsos dari dulu. Mulai dari facebook, twitter, tumblr, instagram aku punya akun yang masih aktif sampai sekarang. Eh, kecuali tumblr deng, kena block, so sad apadahal banyak post post an puisi kesukaanku disana. Pertama kali main soundcloud waktu kelas 2 atau 3 mts yaa, agak lupa, kalo gak salah akhir 2014 atau awal 2015 lah, trus nemu coverannya mas Adha. Gatau gimana nemunya, lagi stalk kaka kelas atau nemu aja di beranda, lupa. Waktu itu coverannya night changesnya one direction, karna enak langsung aku like. Trus iseng lihat coverannya yang lain eh bagus bagus, karna suaranya juga enak banget sih. Coveran favorit dari mas Adha lagu Mechine nya Scott Helman, asli enak banget kalian harus dengerin, aku sampai sekarang pun masih sering dengerin. Aku tau lagu-lagu enak yang lain juga dari coverannya mas Adha, kayak lagu-lagunya Jason Ranti, Adhitia Sofyan dan lain lain.

Lalu aku ngefollow socmed mas adha yang lain. 2014 udah jaman instagram belum sih, pokoknya aku udah langsung follow mas adha dari dulu saking suka sama coverannya. Trus setelah stalking ternyata mas adha ini SMA di SMA 2 Pare, trus sekarang kuliah di Institute Seni Indonesia, jurusannya kurang tau. Oh iya, mas Adha juga punya grup musik Kiara Kelana, kalo gak salah genrenya folk. Kiara Kelana juga keren keren lagunya.

Singkat cerita 29 November kemarin mas Adha bikin instagram story yang isinya kolom ask gitu, katanya mau puisi untuk dibuat musikalisasi puisi, projek gabut aja sih katanya. Isenglah aku ngirim, tanpa ekspektasi apapun. Paling gak di read juga pikirku. Kebetulan waktu itu habis hujan hujan pulang kampus jadi aku kirim puisi ngasal temanya hujan dan Malang. Karna jujur, baru sebentar di Malang udah banyak banget cerita disini. Gak nyangka di bales ucapan terimakasih dan katanya mau disimpan. Udah seneng banget waktu itu, tapi cuma aku read. Lalu, sekitar sepuluh hari setelahnya aku di dm, mas Adha tanya judul puisiku apa. Aku jawab gak tau, karna ya bikinnya spontan gak tau juga mau kasih judul apa. Masih belum ngeh kalo puisiku terpilih. Aku bilang kalo mas Adha ada saran judul yang bagus kasih aja, dan dia meniyakan. Seminggu setelahnya liat instagram storynya mas Adha dibuat kaget. Ada video teaser disana dan ada namaku dan satu lagi orang lain. Aku ulang berkali-kali karna mungin salah lihat, ternyata beneran tulisannya 'Putrizk', siapa lagi username ig yang namanya putrizk kalo bukan aku, pede banget. Trus aku bales dm nya bilang makasih, sedetik setelah terkirim menyesal, karna harusnya aku tanya dulu itu putrizk nya aku apa bukan. Eh ternyata dibalas samasama, suruh nunggu fullnya. Beneran akuuu, seneng bukan main sampe aku bikin status whatsApp. Bener-bener ga sabar mau lihat fullnya kayak gimana puisiku yang seadanya itu dibikin lagu. Karna kalo kalian tau puisi aslinya pasti ewhh banget, diksinya berantakan, gak bangetlah. Kalo yang di youtubenya mas Adha udah dipermak ituu.

Kemarin tanggal  24 Desember 2018, udah diupload di youtubenya mas Adha. Ini sayang sih buatku kalo gak diceritain. Jadi kemarin-kemarin kabel usb aku rusak dan belum sempet beli baru, mager dan sayang uang sih sebenernya, aku ngecharge di kamar ibuk jadi gak cek hp. Siang itu lagi males malesan di kamar nonton video youtubenya Radit lagi cerita sama yoga arizona dan ridwan remin. Cerita Yoga Arizona merencanakan pernikahan itu menarik banget trus aku pengen stalk di ig, bukalah instagram di desktop. Waktu buka instagram, post paling atas udah mencuri perhatianku. Mas Adha ngepost video teaser musikalisasi puisi itu di instagram 4 jam yang lalu. Aku langsung buka soundcloud karna aku kira di upload disana, eh ternyata di youtube, ada video footage yang lucu gitu. Langsung aku dengerin, tau gak reaksi pertamaku, ketawa sambil nangis. Ya ampuunnnn bagus bangeetttttt, gak ekspek bisa selucu itu jadinya. Lucu lucu gemas gitu lagunya, nadanya juga enak banget di dengerin, suaranya mas Adha apalagi, udah kombinasi paling mantab sihhh.


Kalo mau dengerin bisa searh di youtube judulnya Kota dan Kenangan atau klik aku.

Pokok intinya aku mau ucapin banyak banyak terima kasih untuk mas Adha Buyung yang udah jadi inspirasiku dan menciptakan lagu tergemas ini. Sudah menyulap puisiku yang seadanya menjadi lagu yang selucu itu.Terus berkarya dan menginspirasi mas Adha, semoga sehat dan mesra selalu dengan pacarnya. Gak lupa Kiara Kelananya juga semakin keren namun tetap membumi.

Salam,
Putri.

12 Nov 2018

420 ft. Kapur Barus

Kaki bergerak ikuti irama
Badan tak bisa hanya diam saja
Asap rokok mengudara
Bersama alunan musik sang idola

Semua orang menghangatkan badan masing masing
Ditengah riuh obrolan yang bising
Cuma aku yang berusaha menahan kencing
Tertangkap olehmu dengan mata memicing

Semua orang sibuk dengan instagram story
Mengabadikan moment yang bisa jadi sehidup sekali

Aku berdiri disamping sosok menjulang
Tangannya senantiasa memeluk tas didepannya
Ikut bernyanyi lirik seadanya
Tidak peduli aku yang asik berdansa

Kurang lebih itu yang aku rasakan
Ditengah orang asing, kita disatukan oleh musik
Bernyanyi dan menari
Tidak peduli satu sama lain
Yang penting happy malam ini

ihuuuuuu

22 Okt 2018

18 Tahun yang Sudah Lewat

Ini cuma tulisanku mengevaluasi diriku sendiri yang emang narsis. Kalau dirasa gak penting, gak papa gak usah baca.

Hari ini hari pertamaku dengan umur baru, 18 tahun sudah lewat aku masih gini gini aja. Masih merasa kurang ilmu, masih belum punya bisnis, masih kayak anak kecil kadang-kadang, masih suka males belajar dan membaca. Yang tetap ya suara, hidung, mata, kaki, tangan semua masih lengkap, alhamdulillah. Tetap suka pink, tumis kangkung dan bisma smash. Yang baru aku dapatkan, kampus, teman baru, tempat ngopi baru, dan kemeja baru dari temen-temen semalem.

Delapan belas tahun adalah waktu yang gak sebentar, harusnya aku sudah bisa ikut indonesian idol atau buka rumah makan, atau jualan kue, atau nulis buku. Tapi prioritas harus dikerjakan lebih dulu. Dulu aku orang yang ambis terhadap apa yang aku ingin miliki, dan selalu percaya diri bisa dapetin itu. Kalau aku mau itu, ya harus itu, ga mau yang lain. Tapi kegagalan bikin aku ngerti, ga semua yang aku mau bisa aku dapetin dengan mudah. Kalau dengan jalan kaki aku kesandung aku harus lari, kalau lari kejegal aku naik motor kalau naik motor kesrempet aku harus naik mobil, naik mobil aku ketabrak aku harus naik pesawat, kalau naik pesawat aku jatuh aku harus naik roket buat sampe ke tujuanku. Aku termasuk orang yg futuristis, plan plan aku mau dapet nilai mat berapa, mau lanjut kuliah dimana, mau suami kayak apa, mau jalan jalan ke negara mana aja udah aku plan sejak aliyah kelas 11, jadi aku udah punya strategi untuk capai itu. Terdengar ambis banget kan, tapi itu aku. Secuil sifat ambis masih ada sampai sekarang. Aku gak tau ini bagus atau jelek. Tapi saat apa yg udah aku rencanakan tidak berjalan sesuai harapan yaudah, ga sedih. Tapi jeleknya aku langsung males untuk berusaha lagi. Harus cari motivasi-motivasi baru. Alhamdulillahnya, sejauh ini aku puas dengan apa yang udah aku capai, alhamdulillahnya juga ibu bapak selalu senang dan mendukug apa yg aku kerjakan, walaupun kebanyakan masih wacana dan belum terealisasikan.

Dulu aku anak yang ngambek kalau tidak dibelikan apa yang aku mau, sampai nangis malah, agak memalukan kalau diingat-ingat. Seiring berjalannya waktu aku harus jauh dari rumah untuk melaksanakan kewajiban sebagai murid sekaligus tanggung jawab sebagai anak, tapi masih bisa sering pulang. Kalau dulu aku ada di lingkungan yang bisa diajak senasib bersama. Misal satu makan tempe, makan tempe semua, satu steak, steak semua. Keuanganku bagus dulu. Kalau sekarang makin jauh dari rumah, makin tambah juga uang jajan tapi makin boros dan gak kontrol juga. Gak tau kenapa. Udah di hemat-hemat ada aja yang harus mengeluarkan uang lebih besar. Kalau sudah di rupiah-rupiah terakhir pasti sakit kepala, pusing, gak tau gimana cari mintanya. Tiba-tiba rasa segan dan ga berani minta setelah banyak yang sudah diberikan dan dibiayai itu muncul, jadi sungkan. Nanti juga ngerti rasanya kalau sudah jauh dari rumah.

Dulu aku anak yang senang punya banyak teman, sekarangpun juga masih. Aku senang kalau diajak ngobrol kalau nyambung. Tapi kadang akunya yang agak susah nyambung buat diajak ngobrol, dalam artian harus butuh waktu buat mikir apa yang diomongin. Tapi kalau sudah satu frekuensi aku gak bisa berhenti ngomong. Semakin kesini, circle pertemananku bukannya makin luas malah makin sempit. Aku bukan bermaksud untuk 'bolo-bolo' an, tapi untuk dapet kualitas pertemanan yang bagus aku memang lebih suka circle kecil, ya sama itu itu aja tapi gak bosen bosen. Mungkin itu juga yang membuat aku jadi susah bergaul akhir-akhir ini. Jadi terlalu pemilih mau sama siapa aku berteman, padahal kalau dipikir-pikir temenan ya temenan aja. Tapi kalau gak sefrekuensi juga males ngomongnya. Baru-baru ini aku jadi bertekad untuk mulai bergaul dengan siapa pun, tapi gimana caranya biar tetep gaul tanpa sksd yang nyebelin. Jadi bingung sendiri nulisnya. Pokoknya aku mau punya banyak temen, gak mau cari musuh, aku cinta damai dan indomie. Aku jadi tertarik ikut organisasi dan kepanitian, dimana aku dulu sangat anti dengan yang namanya harus masuk dihari libur. Tapi sekarang setelah dipikir-pikir, ini kesempatan terakhir. Masa tsanawiyah dan aliyahku aku lewati tanpa pengalaman, yang kerjaannya cuma main main belajar dan bolos. Jadi yaa kapan lagi. Dan karena terdoktrin omongan kakak kakak tingkat yang bilang kalau skill yang bakal didapet dari ikut kegiatan kayak gitu banyak banget bergunanya untuk kehidupan masa depan. Nantinya para bos bos itu cari pekerja yang punya skill yang bagus bukan cuma nilai, dan skill itu didapetnya dari luar bangku perkuliahan, jadi tertarik buat coba. Buat yang masa smp sma nya sudah punya banyak pengalaman, percayalah, kalian sangat beruntung. Di kuliah gak bakal kaget, kalo aku kaget banget. Dulu dibilangin pak heli untuk ikut kegiatan semacam itu gak mau, jadinya ya kayak aku. Kagok.

Mungkin itu yang pengen aku evaluasi dari aku. Aku harap siapapun yang membaca tulisan ini bisa mengambil hikmah dari apa yang aku sesali. Jangan terjadi di kalian.

Terimakasih, sehat selalu.

Aksi Panggung The 1975 Mengecewakan

Setelah ini mendengarkan Robbers rasanya ga akan lagi semenyenangkan dulu, karna bercampur aduk dengan perasaan marah dan bersalah. Baru saj...