Hari ini seseorang berulang tahun
Umurnya berkurang, ia tak tenang
Tadi pagi satusnya sedang bersedih
Ingin mengucapkan, takut pesanku tertindih
Dalam hati aku berdoa
Di twitter aku berkicau
Kataku "Sabar, nanti juga dapat kejutan"
Aku amini supaya kamu senang
Satu jam
Dua jam
Satu hari, sampai malam
Tidak ada update apapun dari statusnya
Parah sih, kalau kekasihmu saja tak ingat
Kalau aku sudah pasti ingat
Selalu jadi alarmku tiap jam lima pagi
Di tanggal ini, bulan ini
Aku hanya sanggup mengucapkan dengan singkat, dan doa sekenanya lewat pesan malam ini. Selanjutnya mau aku teruskan disini
"Untukmu yang berulang tahun, aku selalu berdoa baik untukmu, percayalah. Sehat selalu di setiap harimu. Senang selalu di setiap nafasmu. Sukses selalu di setiap langkahmu. Aku tidak berharap banyak. Sayangi dan jaga baik-baik kekasihmu, jangan pernah kamu tinggalkan, meski ia yang minta. Aku tau betul, kamu tidak pernah mengerti apa yang sebenarnya perempuan inginkan. Kamu jadilah kamu apapun yang kamu mau. Tetap rendah hati dan penolong. Menjadi yang terbaik dalam bidang yang kamu pilih. Akupun begitu, menjalani hariku, dan kamu juga, jalani harimu sendiri. Yang terpenting, saling mendoakan"
Selamat Ulang Tahun yang ke 19-
19 Jun 2018
14 Jun 2018
Ied Mubarak 1439 H
Takbir berkumandang. Rumah sepi. Mas jalan-jalan sama temennya habis buka bersama. Bapak dapet piket di pos ramadhan, jaga dari siang sampai sekarang belum pulang. Teh panas yang ibuk buat dari sore sudah dingin. Bapak mengeluh masuk angin katanya lewat telfon, ibuk khawatir, tapi bapak tenang habis di kerokin sama temannya. Budhe pergi ke toko sepatu sama anggun beli sepatu baru. Aku temani ibuk nonton karma di antv, tvnya disetel, ibuk nonton youtube. Aku baca thread di twitter sambil nyemil stik balado. Habis capek nonton single terbaru siti badriah ibuk ngantuk, pamit merem sambil bergumam 'lak takbir ngene iki kelingan mak' aku diam saja, tapi ikut sedih, di hati rasanya perih, mau mbrebes tapi tertahan. Takbir keliling masih terus lanjut lewat depan rumah, mulai dari pick up sampai truck, semua heboh dengan soundnya masing-masing. Ibuk tetep merem mencoba tidur, aku temani disampingnya. Jam sudah pukul 9, bapak belum juga pulang. Ibuk pamit tidur di kamar, minta tolong ditutupkan pintu depan. Aku masuk kamar, menulis ini. Sambil bersyukur. Alhamdulillah masih lengkap meski tidak berkumpul. Setidaknya semua sehat dan baik-baik saja. Semoga Ramadhan ini berkah, dan semoga dipertemukan lagi di Ramadhan tahun depan.
Tak lupa mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H
Mohon maaf lahir dan batin semuanyaaa
xoxo,
putri.
Tak lupa mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H
Mohon maaf lahir dan batin semuanyaaa
xoxo,
putri.
10 Jun 2018
My First Customer
Halloooooo semuaaaaaa
Hari ini adalah hari ter-yahud. Gadeng biasa aja.
Aku mau cerita sedikit tentang pengalaman pertamaku jualan. Litterly (ciegitu) my first customer. Bingung ini mau mulai dari mana. Gini deh, jadi aku punya cita-cita sangat amat ingin jadi entrepreneur. Karna bayanginnya enak gitu, iya baru sebatas bayangin. Kalau sudah dirintis dari muda, dan lancar sukses, mau ditinggal nikah juga bisa. Maksudnya bisa kerja dari rumah gitu, kalo nikah pasti otomatis jadi ibu rumah tangga dan istri yang baik dong. Maaf nih, baru 18 tahun tapi mikirnya udah panjang banget. Tapi itu juga nasihat yang aku dapet dari orang tuaku. Jadi ya gitu pengen jadi entrepreneur. Setidaknya ada usaha buat menghasilkan uang sendiri gitu lo.
Kadang nonton yooutube atau lihat instagram, rada minder sama yang kecil-kecil udah pada bisa cari uang sendiri, bahkan banyak yang seumuranku udah gak minta uang jajan ke ortu, salut banget sih. Banyak orang bilang ''yaaa, beda nasib''. Tapi justru bikin mikir, bukannya nasib bisa diubah. Jadilah daku memberanikan diri untuk mewujudkan cita-cita. First step, jualan online. Ya, buka olshop.
Aku mulai putar otak jualan apa yang sekiranya sangat dibutuhkan sama anak-anak seumuranku dan jangka hits-nya lama, gimana ya istilahnya, bertahan lama gitu pokoknya. Trus mulai searching di youtube, ig, sampai merhatiin lingkungan sekitar. Yang paling banyak di explore ig-ku adalah cewek-cewek cantik dengan fashion up to date. Para selebgram yang gak pernah kehabisan baju baru buat ootd, dan bajunya gak pernah sama, heran. Dan beberapa onlineshop jajanan kekinian, entah kue, cemilan, sampai lauk pauk. Yang aku lihat selama menjadi anak kost, temen-temen kostku sering banget beli barang-barang online, yang paling sering dibeli adalah baju. Aku pernah searching di youtube, emang dunia fashion sekarang ini sedang mencapai puncaknya, dan kata desainer siapa gitu, lupa, kemungkinan sampai sepuluh duapuluh tahun kedepan akan terus berkembang dunia fashion ini. Peluang bagus dong pikirku.
Setelah pikir pikir dan pikir, akhirnya berani membuat instagram baru untuk online shopku. Setelah lihat beberapa video di youtube tentang cerita merintis usaha para brand-brand yang sedang naik daun, akhirnya aku pilih salah satu cara yang pernah dilakukan oleh salah satu dari owner brand tersebut. Doi juga berawal dari onlineshop biasa.
Trus aku bikin catetan langkah-langkahnya biar gak bingung. Trus alhamdulillah my first customer datang, memesan dua barang. Mau tau ga reaksi pertamaku? Ginjal-ginjal diatas kasur, senengnya bukan main. Aku mencoba semaksimal mungkin memproses orderan tersebut. Tapi gara-gara satu keteledoran dan miss kom jadi berantakan. Susah ternyata bray. Karna aku sistemnya gak nyetok jadi ya PO, dan susah ternyata. Iya, aku ngeluh mulu isinya. Yang barangnya ga ada lah, warnanya lah, blablabla. Trus ternyata barangnya gak sesuai sama pesenan customerku dong pun. Sekarang aku bingung. Malu banget. Baru juga satu pelanggan, sudah mengecewakan. Kalau onlineshopku aplikasi google play, paling cuma dapet bintang setengah, atau bahkan males banget kasih bintang. Pengen nangis gak bisa maksimal. Pengen marah. Pengen langsung gulung tikar. Malu.
Trus ceritalah aku sama ibuk. Trus beliau bilang gini
Hari ini adalah hari ter-yahud. Gadeng biasa aja.
Aku mau cerita sedikit tentang pengalaman pertamaku jualan. Litterly (ciegitu) my first customer. Bingung ini mau mulai dari mana. Gini deh, jadi aku punya cita-cita sangat amat ingin jadi entrepreneur. Karna bayanginnya enak gitu, iya baru sebatas bayangin. Kalau sudah dirintis dari muda, dan lancar sukses, mau ditinggal nikah juga bisa. Maksudnya bisa kerja dari rumah gitu, kalo nikah pasti otomatis jadi ibu rumah tangga dan istri yang baik dong. Maaf nih, baru 18 tahun tapi mikirnya udah panjang banget. Tapi itu juga nasihat yang aku dapet dari orang tuaku. Jadi ya gitu pengen jadi entrepreneur. Setidaknya ada usaha buat menghasilkan uang sendiri gitu lo.
Kadang nonton yooutube atau lihat instagram, rada minder sama yang kecil-kecil udah pada bisa cari uang sendiri, bahkan banyak yang seumuranku udah gak minta uang jajan ke ortu, salut banget sih. Banyak orang bilang ''yaaa, beda nasib''. Tapi justru bikin mikir, bukannya nasib bisa diubah. Jadilah daku memberanikan diri untuk mewujudkan cita-cita. First step, jualan online. Ya, buka olshop.
Aku mulai putar otak jualan apa yang sekiranya sangat dibutuhkan sama anak-anak seumuranku dan jangka hits-nya lama, gimana ya istilahnya, bertahan lama gitu pokoknya. Trus mulai searching di youtube, ig, sampai merhatiin lingkungan sekitar. Yang paling banyak di explore ig-ku adalah cewek-cewek cantik dengan fashion up to date. Para selebgram yang gak pernah kehabisan baju baru buat ootd, dan bajunya gak pernah sama, heran. Dan beberapa onlineshop jajanan kekinian, entah kue, cemilan, sampai lauk pauk. Yang aku lihat selama menjadi anak kost, temen-temen kostku sering banget beli barang-barang online, yang paling sering dibeli adalah baju. Aku pernah searching di youtube, emang dunia fashion sekarang ini sedang mencapai puncaknya, dan kata desainer siapa gitu, lupa, kemungkinan sampai sepuluh duapuluh tahun kedepan akan terus berkembang dunia fashion ini. Peluang bagus dong pikirku.
Setelah pikir pikir dan pikir, akhirnya berani membuat instagram baru untuk online shopku. Setelah lihat beberapa video di youtube tentang cerita merintis usaha para brand-brand yang sedang naik daun, akhirnya aku pilih salah satu cara yang pernah dilakukan oleh salah satu dari owner brand tersebut. Doi juga berawal dari onlineshop biasa.
Trus aku bikin catetan langkah-langkahnya biar gak bingung. Trus alhamdulillah my first customer datang, memesan dua barang. Mau tau ga reaksi pertamaku? Ginjal-ginjal diatas kasur, senengnya bukan main. Aku mencoba semaksimal mungkin memproses orderan tersebut. Tapi gara-gara satu keteledoran dan miss kom jadi berantakan. Susah ternyata bray. Karna aku sistemnya gak nyetok jadi ya PO, dan susah ternyata. Iya, aku ngeluh mulu isinya. Yang barangnya ga ada lah, warnanya lah, blablabla. Trus ternyata barangnya gak sesuai sama pesenan customerku dong pun. Sekarang aku bingung. Malu banget. Baru juga satu pelanggan, sudah mengecewakan. Kalau onlineshopku aplikasi google play, paling cuma dapet bintang setengah, atau bahkan males banget kasih bintang. Pengen nangis gak bisa maksimal. Pengen marah. Pengen langsung gulung tikar. Malu.
Trus ceritalah aku sama ibuk. Trus beliau bilang gini
"Gak papa, itu namanya pengalaman. Kalau gak dicoba gak tau bisa sukses apa gagal. Namanya usaha emang gitu. Dicoba lagi."
Trus aku punya semangat hidup lagi. Tetep usaha. Gak boleh nyerah. Ibarat mau ke Jakarta, ini baru sampe stasiun kediri, masa mau pulang lagi.
Bismillah.
Mau minta maaf juga, barangkali doi baca. Maaf beribu-ribu maaaaffff.
Love you,
Putri.
2 Jun 2018
Dingin
Dalam sebuah perjalanan pulang
Melewati deretan rumput ilalang
Di bawah payungan langit penuh bintang
Tanpa suara, hening, dan tenang
Kita sibuk dengan dingin masing-masing
Menggosok telapak tangan
Mangapit dengan kedua paha
Atau sekedar menyembunyikan di saku celana
Kita sibuk dengan dingin masing-masing
Membuat hangat kita sendiri
Tanpa berniat bertanya basa basi
Tanpa sadar banyak perhatian tercuri
xx,
putrizk
Melewati deretan rumput ilalang
Di bawah payungan langit penuh bintang
Tanpa suara, hening, dan tenang
Kita sibuk dengan dingin masing-masing
Menggosok telapak tangan
Mangapit dengan kedua paha
Atau sekedar menyembunyikan di saku celana
Kita sibuk dengan dingin masing-masing
Membuat hangat kita sendiri
Tanpa berniat bertanya basa basi
Tanpa sadar banyak perhatian tercuri
xx,
putrizk
9 Mei 2018
SBMPTN [doain lolos yaaa]
UN
selesai bukan berarti waktunya berleha-leha. Masih banyak perangnya. Langsung
lanjut ngejar materi dan latihan soal buat SBMPTN. Yaa karna bukan termasuk
anak beruntung di SNMPTN, jadi ya harus ngejar SBMPTNnya. Udah h- h-
dimana-mana makin degdeg an dong, mana ngerasa kurang aja belajar sama
latihannya, bahkan makin deket malah makin males juga karna udah bosen dan
pengen buruan tes biar bisa nonton drakor lagi. Dan tibalah hari H, kemarin
tanggal 8
Sebelumnya riweuh banget, bingung mau nginep mana berangkat naik
apa. Alhamdulillahnya, adek sepupu masih ada yang di Malang buat ngurusin
wisudanya jadi numpang di kost an doi 3 hari 2 malam. Selama di Malang diajak
jalan-jalan sama Dek Hera. Di kasih tau tempat makan enak mana, murah mana,
toko buku murah dimana, tempat pacaran asik dimana hehehe. Senin sorenya pergi
ke UB buat cek lokasi ruanganku sebelah mana. Nyampe UB langsung cari
ruangannya, di lantai 4. Mau naik lift antri cyiin. Akhirnya naik tangga biar
cepet, tapi berasa sih lantai 1 sampe 4. Udah tau ruangannya, tapi gak tau
duduknya sebelah mana, karna ruangan dikunci. Jadi ya sudah, cuma sampe
liat depan ruangan aja. Balik ke bawah coba naik lift mumpung sepi. Taunya
malah gileyang, ndesoku ketara.
Pulang
dari UB mampir cari makan. Di ajak ke ayam geprek bensu di daerah suhat. Dek
Hera belum pernah coba, aku apalagi. Yasudah, dua-duanya pertama kali coba.
Sepanjang perjalanan Dek Hera sambil cerita ini itu, katanya di daerah suhat
itu banyak tongkrongan asik. Maksudnya, banyak tempat makan yang tempatnya
bagus. Ya berbanding lurus sama harganya. Macem-macem, mau mie ada, mau ayam
ada, mau setan juga ada. Mie setan maksudnya. Nyampe di bensu langsung pesen
ayam mozarella, harganya 25.000. Agak sad karna kejunya gak molor. Gak tau
karna udah dingin apa gimana. Tapi tetep menikmati, ayamnya gede dan ada telurnya
di bawah keju. Enak, kalo rating dari aku 7/10. Boleh lah, siapa tau ada yang
mau coba di Malang.
Habis
makan, kayak sayang kalo langsung pulang. Masih pengen jalan-jalan. Untung Dek
Hera seneng aja di ajakin muter-muter. Trus lewat daerah dieng, trus lewat
matos, lewat daerah yang banyak jual makanan murah, lewat MOG, aku gak hafal
jalannya, pokoknya iya aja kalo di ceritain Dek Hera ini itu. Trus di lewatin
alun-alun Malang, kita mampir sholat dulu di masjid besar sekitar situ. Yang
enak di Malang, tiap Masjid besar selalu bersih. Gak tau deng kalo masjid lain,
cuma yang kemarin bersih. Habis itu diajak muter sekali, trus pulang ke kosan.
Karna
niatan cuma buat test, aku gak bawa buku latihan soal. Karna udah enek banget
liatnya. Tapi sebelum tidur sempet review dikit dari buku pocket dan
rangkumanku di binder. Walaupun gak pinter-pinter bgt, prinsipku belajarlah
walaupun sedikit. Seenggaknya 10 menit lah sebelum tidur. Trus langsung tidur,
karna tau besok hari besar.
Tiba
hari Selasa. Sayang aku awali dengan buruk, karna lupa gak nyalain alarm jadi
bangun kesiangan. Untung sesiku jam 9.45. Habis itu langsung mandi trus keluar
cari sarapan dulu sama Dek Hera.
Di
grup WA udah pada rame anak-anak kost udah pada berangkat ke tempat testnya
masing-masing. Kita kepisah-pisah. Nabila
sama Jek di SBY. Sisanya pada di Malang, cuma pada gk ketemu karna pada
beda gedung. Yaa di UB ada ratusan bahkan mungkin ribuan orang, jadi ya gak
ketemu kecuali takdir.
Habis
selesai sarapan dianterin Dek Hera ke gedung tempatku tes. Nyampe sana, baru
masuk gerbang udah pada rame cuy. Itu masih sejam lagi mulainya. Udah pada rameeeee
bgt. Makin deg-deg an tau saingannya segitu banyaknya. Coba keep calm dengan
istighfar terus, baca surat ini itu.
Nyampe
depan gedung Dek Hera langsung pamit pulang. Tinggalah daku sendiri. Bingung
mau duduk dimana sambil nunggu mulai. Gak kenal siapa-siapa, bener-bener
sendiri. Ada banyak temen yang test di UB juga, tapi beda gedung. Dan di FIA
gak ada satupun yang aku kenal. Akhirnya memutuskan duduk di bawah pohon gitu.
Coba review materi bentar, tapi gagal. Trus ada mbak-mbak bingung juga cari
tempat duduk mana, aku tawarin sebelahku. Kita kenalan, dia dari Kediri juga
ternyata. Anak SMA 2. Seneng rasanya ada yang sekota. Daripada review tapi
malah ga konsen, gk fokus, nerveous, bingung, ngobrol aja deh. Beberapa menit
mau mulai kita masuk gedung. Istighfar aja udah sampe masuk ruangan. Pas udah
boleh masuk istighfarnya makin kenceng, karna tau duduk bangku paling depan.
Sesi
1 TPA alhamdulillah matdas nol besar, gak papa. Katanya kalo gk bisa, mending
gak diisi. Habis itu istirahat sholat dhuhur. Gara-gara mencoba untuk konsen
sebelum TPA tadi minum air putih banyak banget, jadinya di tengah-tengah
ngerjain kebelet pipis yang sangat amat kebelet. Habis selesai langsung ke
musholla dan cari toilet. Sialnya airnya mati. Udah di ujung tanduk boy. Coba
tahan dulu sampe selesai sholat. Habis sholat langsung lari ke toilet yang di
dalem gedung, dan antri panjang. Udah ada pikiran cari botol aja, tapi gak
jadi. Yaudah, nunggu. Lama banget, rasanya pengen teriak ‘’Mbaaakkk saya juga
kebelet banget. Masih lama gak’’ tapi malu. Dan akhirnya giliranku, rasanya
lega luar biasa.
Setelah
itu lanjut sesi 3 TKD soshum. Masih belum boleh masuk ruangan, jadi aku nunggu
dulu di luar gedung sambil makan malkist. Buat ganjel biar gak laper-laper
banget pas ngerjain. Sepuluh menit sebelum mulai, aku masuk gedung dan coba naik
lift lagi ke lantai 4. Tetep pusing habis naik lift. Duh, malu.
TKD
berjalan kurang lancar. Karna banyak soal yang gak bisa, dan terpaksa kosong.
Beberapa soal ada yang udah pernah aku kerjain di buku latihan, alhamdulillah.
Cuma gak tau bener apa salah, gara-gara lupa lupa ingat.
Habis
selesai sesi 3, aku udah janjian sama Acen mau jalan ke Matos. Di sana mau
ketemu Meila juga. Meila test di unisma, jadi dia naik gojek. Aku sama Acen
jalan. Kita ketemu di depan rektorat, ada Risa juga. Kita berpelukan, udah
kayak teletubis. Istirahat bentar sambil ngobrol duduk di tengah-tengah
lapangan rektorat. Menggembel di tengah hiruk pikuk UB. Setelah itu cus ke
Matos. Karna gak tau ke Matos lewat mana, sok ide pake google maps. Yang
harusnya tinggal ke kanan dari tempat kita ngobrol tadi, jadinya di puterin
dulu sama google maps satu blok di UB. Thanks google maps. Sekarang betis
berasa kekar.
Nyampe
Matos ribet dulu nyari Meila dimana. Tiba-tiba dia dateng meluk dengan
semangat. Kirain mbak-mbak siapa, taunya Meila full make up nan cantik jelita.
Udah pinter dandan doi.
Kita
habisin waktu di Matos buat photobox di timezone 3 kali, makan di foodcourt
trus berlama-lama di musholla matos. Bahaya sih kalo ke matos bawa duit banyak,
jadi pengen beli macem-macem. Keluar dari musholla ada yang jual tas totebag
yang kayak di ig ig lucu itu. Kalap langsung beli. Takut kebawa mimpi.
Udah
berasa capek, ngantuk dan gatel karna belum mandi, akhirnya kita memutuskan
pulang, gadeng cuma aku dan Acen. Meila lanjut timezone lagi, gak punya capek
itu anak.
Sampe
kostnya Dek Hera langsung mandi, gak peduli sedingin apa yang penting seger.
Habis itu niatnya mau langsung tidur, tapi Dek Hera malah nyetel Waikiki.
Ikutan nonton sampe 3 episode. Tidurlah kita jam 1 pagi. Padahal udah di wanti-wanti
ibuk suruh tidur cepet dan besok pulang berangkat pagi lewat telfon. Tapi kan
ibuk gak tau hehe.
Udah
segitu yaa ceritanya. Mohon doanya semua, untuk aku dan teman-temanku supaya
LOLOS SBMPTN. Amiiinnnnnn.
x
Langganan:
Postingan (Atom)
Aksi Panggung The 1975 Mengecewakan
Setelah ini mendengarkan Robbers rasanya ga akan lagi semenyenangkan dulu, karna bercampur aduk dengan perasaan marah dan bersalah. Baru saj...
-
Sudah sekitar satu bulan yang lalu, tapi rasanya setiap detiknya telah terekam memori otaku. Masih tidak bisa lupa setelah mandi dan berpaka...
-
Setelah ini mendengarkan Robbers rasanya ga akan lagi semenyenangkan dulu, karna bercampur aduk dengan perasaan marah dan bersalah. Baru saj...
-
Berlarian di bawah terik. Mengejar sesuatu yang dianggap menarik. Menomor duakan teriakan wanita membawa nasi. Hanya aku dan keingintauanku...