23 Feb 2016

Datanglah Kembali

Aku harus mengutarakanya. Walau sakit memang sudah menjadi konsekuensi tersulit. Tapi aku harus mengatakanya.
Jalan kita sudah berbeda. Kamu bukan lagi yang aku harapkan. Kita sudah dalam skenario berbeda. Dua tokoh yang dulunya di setting akan berbahagia selamanya sudah lenyap. Takdir berkata lain. Bukan tentang rasa yang sudah hilang. Tapi prinsip yang membuatku berubah fikiran tentang hal yang ku kira akan menjadi akhir dan akan menjadi selamanya. Maaf. Kamu bisa bilang aku ini bodoh. Aku tidak memiliki pendirian tetap. Tapi lihat lah tuan. Tak ada seorangpun di dunia ini yang tau apa yang akan terjadi di masa depan. Bila memang ini rencana tuhan. Apa yang bisa aku tentang? Jika memang kamu adalah yang terbaik menurut pilihan tuhan. Takdir juga lah yang mempertemukan kita. Jangan khawatir tuan.  Perbaiki saja dirimu dan akupun begitu. Karna aku sudah terlanjur jatuh dan aku tak pernah tau lagi bagaimana carana berdiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aksi Panggung The 1975 Mengecewakan

Setelah ini mendengarkan Robbers rasanya ga akan lagi semenyenangkan dulu, karna bercampur aduk dengan perasaan marah dan bersalah. Baru saj...