21 Mei 2019

love at the first talk,

Saat aku menulis ini, aku sedang kekenyangan oseng buncis kentang buatan ibuk. Senang rasanya dapat menyantap kembali masakan rumah. Setelah satu bulan lebih bergulat dengan kuliah, tugas dan proker yang menyenangkan. Menjadi menyenangkan karena aku jadi sibuk, hehe. Setidaknya walaupun jarang olah raga, tubuhku masih sering bergerak. Setelah uts pertengahan Maret kemarin, aku mendapat amanah menjadi panitia di sebuah acara internal organisasiku. Pada rapat pertama aku berhalangan hadir, karena sedang di Jogja, ceritanya bisa kamu baca disini. Seminggu setelahnya, diadakan rapat lagi, dan kenangan setelahnya yang akan aku ceritakan. Membekas di ingatan. Bahkan setiap detik hari itu rasanya melekat di memori otakku. Heran.

15 Maret 2019

Di luar mendung menggantung, aku tengah bersiap untuk rapat kepanitiaan. Tapi sepeda motorku sedang dibawa Fadhil -teman sau kosku-. Aku mengirim pesan kepadanya, untuk menanyakan sudah sampai mana. Aku bukan pengguna ojol, karena aku ada kendaraan sendiri. Jadi aku tidak punya aplikasi ojol di handphone. Fadhil menjemputku di kosan, dan mengantarku ke tempat rapat. Sedangkan motorku dia bawa lagi, karna dia ada keperluan lain sampai aku selesai rapat kira-kira. Aku minta jemput saja kalo rapatku sudah selesai.

Ini kepanitiaan pertamaku, saat first gath aku tidak hadir, jadi aku belum kenal kecuali satu anak yang pernah satu kelompok denganku saat diklat. Setelah rapat selesai aku minta Fadhil untuk menjemputku, tapi katanya urusannya belum selesai. Masih ada beberapa orang sebenarnya, tapi aku belum cukup kenal saat itu, jadi malu kalau mau minta nebeng. Akhirnya aku minta tolong Fadhil untuk memesankan ojol dari handphonenya. Saat itu aku hanya mengandalkan wifi kafe, karena paketanku habis. Fadhil bilang ojolnya sudah otw. Aku pamit ke temen-temen yang lain dan turun kebawah untuk menunggu ojol dibawah saja. Rasanya canggung banget, aku gak tau mau ngobrol apa kalo lama-lama.

Sampai bawah belum kelihatan juga ojolnya. Aku menelfon Fadhil biar ada teman ngobrol. Tiba-tiba gerimis turun, ojolku belum juga kelihatan. Kata Fadhil motor mio plat AG, sampai akhirnya koneksi terputus. Gara-gara tempatku berdiri lumayan jauh dari kafe. Tak lama kemudian motor mio berplat AG berhenti di sebrang jalan. Pengendaranya memakai jaket hitam hijau khas ojek online. Laki-laki bertubuh tinggi besar dan brewokan tipis. Ia turun dan menghampiriku di sebrang.

Suaranya bercampur diantara gerimis bertanya padaku "Atas nama mbak Fadhilah ya mbak?"

Aku jawab "iyaaa".

"Sini mbak berteduh dulu" katanya sambil memberi isyarat padaku untuk mengikutinya. Menyebrang dan berteduh di teras sebuah pos kampling.

Aku sedikit bingung, kenapa malah berteduh, bukannya langsung naik motor aja trus langsung jalan. Tapi mas ojol ini malah minta maaf padaku dan terlihat mengutak-atik handphonenya. Lalu ia cerita "maaf banget ya mbak, ini hari pertama saya ngojek dan mbak penumpang pertama saya. Saya masih bingung cara ngoprasikan aplikasinya, kalo mau jalan harus gimana yaaa" spontan aku yang mendengar ceritanya mengucapkan selamat, mas ojol bingung.

"Kok selamat mbak?" tanyanya.

"Selamat mas dapat pekerjaan baru"

"Haha, makasih mbak. Tapi ini saya belum bisa ngoprasikan aplikasinya, belum bisa jalan mbak. Kaya error gitu. Mbak tau gak gimana caranya"

"Aduh saya juga gak ngerti mas"

"Duhh, saya aja ga ngerti apalagi mbaknya yaa" aku ketawa aja melihat ekspresi paniknya.

"Tapi ini alamatnya bener bunga kumis kucing ya mbak?" tanyanya lagi, aku mengiyakan.

"Bentar ya mbak, saya coba lagi. Mbaknya gak buru-buru kan?" tanya mas ojol lagi terdengar sungkan. Aku jawab "Nggak kok mas, santuyy" padahal sebenarnya sudah ditunggu temanku yang lain untuk aku tebengin pulang ke Kediri. Tapi daripada mas ojol makin panik, dibikin kalem aja.

Tiba-tiba aku disodorkan layar handphonenya, memperlihatkan gps yang stuck. Mas ojol nunjukin sambil bertanya lagi, apa aku bisa bantu. Aku gak ngerti maksudnya gimana dan harus diapain. Lalu aku tiba-tiba hopeless. Kalo aplikasinya gak jalan dan mas ojolnya gak mau nganter aku, masa aku harus naik ke atas cafe lagi dan nanya tebengan, kan maluu, kan udah pamit bilangnya udah dijemput dibawah masa naik lagi.

Tapi beruntungnya aku gak harus naik lagi, mas ojol ini tetap berbaik hati mengantarku sampai kosan.

"Ya udah, jalan aja dulu ya mbak. Nanti aja saya benerin" aku langsung mengucap syukur dalam hati.

Motor berjalan beberapa meter dari tempat aku berdiri dan aku memberanikan diri membuka percakapan karena rasa ingin tahuku yang tinggi. Siapa tau kita satu kota.

"Mas, plat nya AG berarti bukan orang malang ya?" tanyaku.

"Bukan mbak, saya asli Blitar" ada sedikit kecewa, ternyata gak sekota. Tapi gak tau kenapa kecewa wkwk, aneh.

"Ohh, saya kira Kediri"

"Kediri AG juga mbak, Blitar, Tulungagung AG juga. Mbaknya orang Kediri?"

"Iyaaa"

"Wah tetanggaan kita. Dapet penumpang pertama, tetangga kota lagi"

"Hehe iyaa"

"Maaf banget tapi ya mbak, tadi agak lama. Ya soalnya itu tadi, saya bingung kok tiba-tiba error gitu aplikasinya" aku jadi agak sungkan mas ojolnya minta maaf terus.

"Gapapa mas, saya bangga jadi penumpang pertama" jawabku berharap menghilangkan sedikit perasaan bersalahnya mas ojol. Mas ojolnya ketawa kenceng banget.

"Mbak Fadhilah kuliahnya dimana?" ternyata dari tadi masih menganggapku Fadhilah.

"Sebenernya Fadhilah itu temen saya mas, saya tadi minta dipesenin. Saya kuliah di UB"

"Oalahh, lha mbaknya namanya siapa?"

"Putri"

"Di UB fakultas?"

"FIA, bisnis"

"Wahh keren, semester berapa?"

"Baru dua, saya maba hehe"

"Oalahh masih maba. Saya UB juga mbak, tapi udah semester tua hehe"

"Oh yaa? Fakultas apa mas? angkatan tahun berapa?"

"Yahh, ketauan tuanya nanti saya. FISIP mbak."

"Oh fisip, jurusan?"

"Ilmu politik" dalam hati aku mengagumi diam-diam. Lalu, hening. 

Tiba-tiba ia menyimpulkan obrolan kita "Putri FIA 2018" aku bingung mau ngomong apa, cuma bisa diam.

Kita mengobrol sebenarnya banyak 'ha?' 'apa?' tapi tidak aku masukkan. Tau kan, bisingnya suara motor kadang menenggelamkan obrolan seru. Setelah belokan sardo, mas ojol bersuara lagi, "mumpung semester tua, saya nyambi ngojek mbak. Coba-coba aja. Buat nambahin uang saku. Padahal saya baru tadi siang loh mbak daftarnya, trus langsung disuruh narik. Seneng sih, tapi bingung juga."

"bagus dong mas, ojol kayaknya emang peluang yang bagus buat ngisi waktu luang"

"hahaha, iya. kalo mbak putri di FIA belajarnya apa aja?"

"belajarnya banyak tapi santai, kalo semester satu dua masih ngulang pelajaran SMA gitu. Semester depan mulai kayak manajemen, akuntansi yang lebih ribet, semester ini ada matkul yang menarik mas, kreativitas dan inovasi"

"Oh ya, belajar apa tuh mbak?"

"Disuruh mikir gila pokoknya, kayak dikasih kasus gitu. Kemarin dosen saya nyuruh mikir bikin bisnis di mars, kan gila"

"hahahaaa seru juga"

"masnya semester akhir, lagi skripsian dong sekarang?" tanyaku mengganti topik. Motor berhenti di lampu merah pertigaan dinoyo, hujan sudah tidak lagi turun. Entah kenapa obrolan ini mengalir. Sejujurnya aku bukan tipe orang yang mudah membuka topik obrolan dengan orang yang baru pertama kali aku kenal. Benar-benar pertama kali, belum pernah bertemu sebelumnya. Tapi kali ini beda.

"Iya mbak, alhamdulillah. Saya kemarin agak bermasalah di magang. Jadi ngaret lulusnya."

"Oh gituu, semangat mas." aku cuma bisa menanggapi sekenanya.

"hehe makasih mbak" Lampu berganti hijau, motor melaju ke jalan mt haryono.

"Kalo ipol, katanya lulus pasti langsung terjun ke parpol mas, bener gak?" tanyaku lagi.

"Sebenernya mbak, lulusan ipol itu malah jarang yang terjun langsung ke politik. Kita sebagai dalang aja dibelakang"

"maksudnya?"

"Yaa, kita sebagai konsultan politik gitu. Kalo yang terjun langsung itu wayangnya aja, kita berperan dibelakang. Gak banyak orang tau. Pandangan orang awam pasti gitu, kayak mbak putri tadi. Padahal kenyataannya engga mbak" aku mangut-mangut baru tau fakta baru.

"Trus kemarin magangnya dimana mas?"

"Kemarin saya di perusahaan asuransi gitu, tapi kesalahan saya mbak gak kroscek lagi perusahaannya kayak gimana. Ehhh, pas saya magang perusahaan itu kena kasus korupsi. Yaaa saya cabut"

"Emang magang gitu dipilihin apa milih sendiri?"

"Tergantung fakultasnya sih mbak, kalo saya kemarin dipilihin. Trus gara-gara kena kasus korupsi itu ngurus pindahnya yang lama, akhirnya skripsi ikut ngaret."

Motor terus melaju di jalanan mt haryono yang basah bekas hujan. Sesekali tetesan air jatuh dari ranting dan daun diatas kita saat melewatinya. Sore itu kendaraan sedang ramai-ramainya, karena jam pulang kerja. Motor mio mas ojol jalan tidak terlalu kencang juga tidak terlalu pelan, pas. Setelah melewati jembatan suhat obrolan berlanjut.

"Kalo boleh tau, tadi acara apa mbak di kafe?" tanya mas ojol.

"rapat kepanitiaan mas"

"ohh ikut organisasi apa emang?"

"ukm sih mas, mw. mau ada event internal"

"wahhh, bagus loh itu. peminatnya selalu banyak. cocok yaa sama kuliahnya, bisnis juga."

"hehe iyaaa."

"dulu milih fia kenapa?" motor melewati putar balik yang pertama, jadi sedikit lebih jauh. Tapi aku gak masalah, obrolannya menyenangkan.

"soalnya orang tua saya ada bisnis gitu di rumah, saya jadi tertarik bisnis juga"

"saya dulu juga hampir ambil fia, hampir tapi"

"oh yaa, publik pasti"

"iyaaa, pilihan pertama saya fia, kedua ipol. lhakok rejekinya di pilihan kedua, alhamdulillah aja"

"alhamdulillah juga"

"hehe, sebenernya mbak, saya dulu pengennya jadi tentara"

"cocok dong, mas badannya tinggi"

"tapi belum rejeki. jadi saya lulus 2014, trus nyoba tes tentara gagal. Kan bisa gratis itu mbak, soalnya kedinasan. Orangtua saya bukan orang berada, sederhana banget. Jadi saya pengenlah bantu ngeringanin dengan sekolah gratis. Tapi yaa belum rejeki." mas ojol bercerita penuh antusias, akupun ikut antusias mendengarnya.

"Nah, baru 2015 saya nyoba masuk ptn. Lhakok rejekinya malah disini, di UB.Ya udah, jalanin aja." lanjutnya.

"Rejekinya di Malang mas hehe"

"Iyaa, ini puter balik sisni ya mbak" katanya, saat sampai di putar balik depan griya santa.

"Iyaa"

"trus ini lurus apa belok?"

"Belok bisa sih mas, belok aja" kataku dan motor melaju berbelok ke arah jalan bunga coklat. Sebenarnya akan lebih jauh lewat sini. Tapi aku tak masalah.

Gerimis turun lagi, tapi tidak deras. Jalanan macet. Motor berjalan lambat, sesekali berhenti menunggu giliran maju. Udara menjadi sejuk sekaligus dingin. Aku menyilangkan tangan, mengembunyikannya dibalik jaket. Setelahnya tidak banyak obrolan kami. Hanya mengomentari pengendara lain. Sedikit julid memang.

Setelah melewati jalan dewandaru, motor berbelok ke jalan bunga kumis kucing. Hampir sampai kosku. Aku mengeluarkan dompet, dan menyadari aku hanya membawa selembar dua puluh ribu. Sedangkan aku harus membayar sebelas ribu. Sedikit khawatir mas ojol tidak membawa kembalian, mengingat ini hari pertamanya. Takut repot cari tukeran dulu.

Aku memberi intruksi untuk turun di depan gang kosku. Motor menepi dan aku turun.

Mas ojol bertanya, "Berapa ya mbak di aplikasinya mbaknya tadi?"

"Kata temen saya sebelas ribu tadi mas" jawabku sesuai yang dikatakan Fadhil lewat telfon.

Aku memberikan selembar dua puluh ribu, dan benar, masnya gak punya kembalian.

"Waduh, yang pas aja mbak"

"Gak ada mas, buat mas aja deh kembaliannya. Penglaris" kataku.

"Wah jangan mbak, kita sama-sama butuh hidup disini. Mbaknya juga sekolah, saya juga. Ditukerin dulu aja mbak" katanya sambil melepas helm. Setelah diperhatikan, manis juga.

Beruntung di depan kosku ada sebuah toko minimarket kecil, "yudah saya cariin tukeran aja dulu ya mas" kataku berinisiatif.

Tapi mas ojol melarang, katanya "saya aja yang tukerin mbak" setelah menemukan minimarket kecil yang aku pandangi daritadi. "Mbaknya tunggu sini aja" katanya lagi sebelum menyebrang. Aku tersneyum kecil, dan menunggu sesuai perintah.

Tak lama ia kembali, membawa beberapa uang receh dan dua bungkus chocolatos. Ia memberikan kembalianku tidak kurang tidak lebih dan dua bungkus chocolatos itu. Aku mengernyit bingung.

"Ini kembaliannya dan ini hadiah dari saya buat penumpang pertama" aku menerima keduanya dan terkekeh kecil.

"Makasih" kataku.

"Sama-sama..." kalimatnya menggantung seperti sedang mengingat sesuatu, ".. Putri" lanjutnya.

"Mbak Putri, FIA" katanya lagi. Aku senang, dia mencoba mengingatku. Entah kenapa aku tak bisa bilang apa-apa lagi. Cuma bisa melihat dia memakai kembali helmnya yang menutupi rambut ikalnya. Ia kembali naik ke motor dan aku masih diam di tempat.

"Semoga lain waktu ketemu lagi yaaa" katanya lagi, dan aku amini dalam hati. Aku mengangguk mengiyakan.

Dia diam di atas motornya, aku memperhatikannya dan momen canggung terjadi. Sepertinya dia menungguku pergi, sedangkan aku juga menunggunya pergi. Aku kembali ke alam sadarku dan jadi salah tingakah sendiri. "Oh umm, makasih lagi ya mas cocholatosnya. Hati-hati di jalan" kataku dan melangkah pergi masuk gang. Terdengar samar ia juga membalas "hati-hati juga".

Sampai kos, aku baru sadar. Aku tidak tahu namanya. Aku tidak bertanya. Sebodoh itu aku saat itu. Aku mencari handphoneku dan minta Fadhil mengskrinsut riwayat orderannya. Baru mau mengirim pesan ada beberapa pesan dan telfon yang tidak aku balas dari Fadhil. Ternyata dia mengcancel orderan yang pertama, dan mengorder ojol baru untukku. Karena itu aplikasi mas ojol tadi stuck. Mas ojol tidak tahu. Setelah aku menceritakan yang terjadi, Fadhil mengirim riwayat orderannya. Dan sampai sekarang nama iu yang selalu aku sebut dalam setiap doa setelah kedua orangtua dan keluargaku.

28 Mar 2019

Business Model Canvas

Jadi ceritanya, tadi pagi aku ikut seminar yang keren banget. Seminar ini diadain di fakultasku dan memang seminar intenal fakultas. Pematerinya juga dosen fakultas aku sendiri Bapak Ari Irawan SE., MM., Beliau berharap dengan adanya seminar tadi kita bisa menjadi jembatan buat temen-temen yang lain juga tau tentang topik yang di bahas dan aku langsung tergerak untuk berbagi ke kalian nih.

Jadi topik yang dibahas adalah Business Model Canvas yang sering disebut juga dengan BMC. BMC ini dibuat untuk perencanaan bisnis gituu. Misal punya ide bisnis, tapi bingung gimana cara eksekusinya. BMC ini bisa membantu kalian untuk menyiapkan rencana bisnis dengan matang, sehingga saat eksekusi dapat fokus dengan tujuan yang ingin dicapai.

Kurang lebih kayak gitu gambaran BMC, maaf gambarnya aku cari di google.

Nah di BMC ini kamu bisa nentuin target pasar, pendapatan, pengeluaran dll. Mungkin aku ceritain satu-satu aja yaaa

Yang pertama Customer Segments, di kolom ini kamu tentuin target pasar kamu. Bisa se-spesifik mungkin, mulai dari gender, pekerjaan, umur. Misal ingin bisnis hijab, udah pasti target pasar kamu wanita berhijab, mungkin mahasiswi atau pelajar, bisa juga pekerja kantoran. Dengan target pasar yang spesifik kamu bisa tentuin strategi promosi produk kamu supaya ga salah sasaran.

Yang kedua ada Customer Relationship, bahasa sederhananya disini kamu bisa tentuin apa aja yang kamu lakukan buat tetep keep in touch sama customer kamu. Bisa dengan ngadain give away, diskon di tanggal hari besar, promo, saran dan masukan dll.

Selanjutnya ada Channels. Di kolom ini adalah media yang kamu gunakan untuk nyampein produk kamu ke customer. Bisa dengan media sosial, event, bazar, brosur, paid promote dll.

Lalu ada Value Proposition, disini kamu bisa analisis kelebihan, kekurangan, peluang, dan tantangan atau SWOT dari produk yang kamu miliki. Sehingga kamu bisa bikin strategi untuk pemasarannya. Misal bisnis hijab yang tadi, kelebihan dari hijab kamu kualitasa premium dengan harga terjangkau, tapi punya kekurangan mudah kusut, peluangnya masih belum terlalu banyak bisnis hijab kualitas premium namun harga terjangkau, tantangannya mungkin bisa di preodusen bahan baku hijab yang jauh di luar kota. Dari analisis SWOT ini kamu bisa bikin rencana yang lebih matang buat poduk kamu.

Selanjutnya, ada Key Activities. Di kolom ini kamu tulis apa aja yang bakal kamu lakuin untuk menjalankan bisnis kamu. Mulai dari pesan bahan baku, produksi, promosi, pemesanan, sampai produk sampai ke tangan konsumen.

Key Resources, adalah apa yang kamu butuhkan untuk menjalankan bisnis kamu. Bisa bahan baku, alat untuk produksi, kuota untuk promosi bisa dimasukan juga. SDM juga bisa termasuk KR. Misal kalo bisnis kamu online, admin bisa termasuk KR. Kalau kamu butuh editor untuk foto dan gambar produk kamu, itu juga termasuk KR.

Key Pertners, adalah dengan siapa kita bekerja sama untuk menjalankan binis kita. Bisa dengan komunitas, kalau kamu ingin menitikan produk kamu di sebuah toko, toko tsb juga trmasuk dama KP.

Selanjutnya Cost Structure, adalah rencana pengeluaran. Apa saja yang perlu kamu beli dalam menjalankan bisnis ini. Lebih spesifik bisa di sertakan harganya. Sehingga kamu juga bisa menentukan harga untuk produk kamu.

Yang terakhir Revenue Structure, adalah rencana pendapatan. Dari mana saja kamu akan mendapat penerimaan. Pendapat bukan hanya dari penjualan, mungkin kamu bisa buat rencana pendapatan yang lain. Bisa dari kerjasama sponsor dengan event dan lain sebagainya.

Nah, dari gambar diatas bisa kita lihat kalau tiga kolom CS, CR dan Channels adalah apa yang bisa dirasakan langsung oleh customer. Istilahnya, itu adalah wajah produk kita di mata cutomer. Sedangkan KA, KR dan KP adalah apa aja yang terjadi dan kita butuhkan di dalam bisnis kita. Kalo VP ada di tengah-tengah perusahaan dan customer, yang artinya diketahui oleh perusahaan dan juga customer. Sedangkan CS dan RS adalah rencana keuangan kita.

Mungkin itu sedikit yang pengen aku bagi sama kalian. Semoga bermanfaat dan membantu kamu dalam merencanakan ide-ide bisnis yang kamu punya. Aku yakin diluar sana banyak banget yang punya ide bisnis yang keren. Tapi ide-ide itu akan stuck dalam pikian dan angan kalian kalo gak langsung di realisasikan. Jadi ayooo, mulai aja dulu.

Salam, Putri.

18 Mar 2019

Sesuatu di Yogya

Ada sesuatu di Jogja. Tiap sudut jalanan mudah dijumpai angkringan. Ragam menu masakan sederhana dengan cita rasa khas dan harga paling murah. Ditambah suasana sepanjang jalanan Malioboro pukul 11 Malam. Beberapa hari yang lalu aku mengunjunginya bersama Fifi dan Meila.

diambil di sekitar jalanan dekat tugu jogja

Rencana sudah dirancang matang-matang dari bulan Januari. Awalnya cuma rencana Meila sama Fifi. Tapi satu hari pernah aku sambat pada Meila kalo aku pengen jalan-jalan yang jauh, yang betul-betul liburan, isinya cuma foto-foto, belanja dan berenang atau berendam di bathup. Trus Meila cerita kalau doi ada rencana liburan di tanggal merah kemarin sama Fifi, diajaklah aku untuk join dan aku sambut dengan suka cita. Awalnya ragu mau ikut apa gak, takut ga diijinin sama bapak. Tapi ternyata setelah pamit dibolehin asal hati-hati katanya. Oh iya, uang buat ke Jogja ini bener-bener uang saku-ku yang aku tabung dari februari. Jalan-jalan pake uang tabungan sendiri, bener-bener seru rasanya, ada puasnya ada bangganya ada sengsaranya karna pas-pasan banget.

Semua kebutuhan mulai booking hotel, tiket kereta, rencana kita jalan-jalan kemana aja selama di Jogja udah di-prepare sedimikian rupa. Bener-bener niat banget kita. Fifi bagian booking hotel. Di bulan Januari Meila sama Fifi nemu iklan promo dari Agoda, dan langsung cari tanggal merah dan booking. Kita dapet harga murah banget. Aku sama Meila bagian beli tiket kereta ke stasiun, kalo booking online tugasnya Fifi. Kita naik keretanya transit dulu di Surabaya. Baru dari Surabaya berangkat ke Jogja. Karna itungannya lebih murah daripada dari Malang langsung ke Surabaya. Pokoknya liburan kita bisa dibilang low budget, tapi tetep have fun.

Kamis, 7 Maret 2019

Tiba hari h nya nih, kita berangkat naik grabcar dari kosan Meila sekitar jam enam lebih lima belas ke stasiun. Bawaan kita cukup banyak, 2 koper sedang, dua tas ransel dan satu paperbag besar. Jadi cukup riweuh naruh barangnya di kereta. Oh iya btw, ini kereta pertamaku. Aku excited banget pas kereta mulai jalan. Sumpahh gak bohong, aku pertama kali naik kereta ya kemarin ke Jogja. Tanya aja Meila kalo ga percaya. Perjalanan dari Malang ke Surabaya 3 jam, banyak transit di stasiun kecil-kecil. Sampai stasiun Gubeng kita istirahat bentar, karna kereta kita masih sejam lagi kalo ga salah. Kita mampir makan di warung sebrang stasiun, ada yang jual rawon. Kita makannya lumayan lama. Pas balik ke stasiun udah panggilan terakhir kereta kita. Bener-bener terakhir, telat 5 menit aja udah ketinggalan kereta. Kita lari-larian ke gerbong sambil seret-seret koper. Bener, baru juga sampe gerbong udah jalan keretanya. Dan ternyata salah gerbong, harusnya gerbong enam atau berapa yaa lupa, kita naiknya gerbong 1 sist. Jalan lagilah kita menyusuri gerbong-gerbong kereta. Kita sempet foto sama ngevideo juga di gerbong kantin, trus kena tegur sama petugas wkwk. Kayanya keliatan di cctv.




Perjalanan Surabaya-Jogja sekitar 5 apa 6 jam yaa lupa. Sampai di stasiun Lempuyangan Jogja sekitar jam 4 sore. Trus Fifi langsung pesen grab buat kita ke Jogja. Selama di Jogja kita manfaatin banget promo-promo grab, kemana-mana naik grab kecuali hari terakhir pas jalan jalan ke pantai.

Nyampe di hotel kaget kalo tenyata hotel yang kita pesen bener-bener di tengah kota. Jalan dikit ke barat udah tugu Jogja. Sebelah hotel ada Pizza hut sama KFC, depan ada richeese sama mcd. Tapi kita sama sekali ga makan disana, karna uang saku cukupnya makan di angkringan, hehe. Oiya kita nginepnya di Sapta Griya, kalo kalian pengen tau. Fasilitasnya lengkap ada kolam renang, wifi kenceng, air panas, cuma ga ada breakfast sih. Kalo pun ada, aku sama yang lain sarapannya juga paling jam 10, soalnya jam 9 baru bangun.

Setelah istirahat bentar di hotel dan bersih-bersih badan kita langsung keluar lagi buat jalan-jalan. Kita jalan kaki ke daerah tugu jogja, gak jauh banget, tapi lupa juga berapa kilo. Nyampe sana rame banget. Kita langsung cari angkringan paling deket karna udah laper banget, terakhir makan rawon di surabaya. Lucu juga kalo di inget, sarapan di Malang, makan siang di Surabaya, makan malam di Jogja.

Kita makan di Angkringan kopi Jos kalo ga salah. Tempatnya di pojokan jalan sekitar tugu jogja. Disana kita tinggal milih dan ambil sendiri lauk dan nasi kucing yang kita pengen. Dan harganya jangan ditanya, murah poooll. Saranku jangan laper mata aja, kalo ambil lauknya banyak ya jatuhnya jadi tetep mahal. Habis kenyang makan kita jalan jalan bentar ke arah selatan tugu jogja, sambil foto-foto. Turis abis kan.

di angkringan
turiz abiz

street wear
turiz abiz 2
ini foto fotonya ngeblur karna ada yg salah sama kameranya ;[ tp meila tetep jelek
apalagi aku


Habis capek jalan kita balik ke hotel dengan perasaan riang gembira. Nyanyi-nyanyi terus sepanjang jalan ke hotel. Udah kaya orang ngamen. Nyampe hotel masih belum habis semangatnya. Kita masih lanjut foto ala ala pake selimut dan lampu tumblr punya fifi. Dan ini hasilnyaaaaa



Jumat, 8 Maret 2019

Besok harinya kita bangun siang banget. Rencana hari ini mau berenang, makan salad, jalan-jalan ke taman sari, Chingu, sorenya ke malioboro dan gelato. Tapi yaaa kita cuma bisa berencana. Ternyata pagi-pagi Meila udah ga enak badan. Jadi cuma aku sama Fifi yang berenang. Aku ga jago renang, ga berani di kedalaman yang melebihi tinggi badanku. Jadi aku cuma di pinggir-pinggir. Malu sama bocah sd udah berani di yang 2 meter. Meila cuma liatin di kursi pinggir kolam sambil video call an. Habis capek renang kita makna salad buah, apaya namanya, lupaaa. Maaf ya guys, aku lupaan. Kalo mau tau dm aja ya ke @fifilaila di ig. Tapi sumpah saladnya enak pooooolll, kejunya banyak, buahnya banyak.

Beberapa saat kemudian kita kedatengan saudaranya Meila dari Solo, namanya Ani. Dia mau ikut jalan-jalan ke taman sari, daripada gabut di kosan katanya. Habis selesai dandan dan siap-siap kita naik grabcar ke taman sari. Sambil nunggu grabcarnya, kita sempet foto-foto lagi di kolam renang hotel.

masih banyak yg lain
Kita berangkat habis dhuhur, nyampe taman sari rame dan panas banget. Masuknya murah cuma 5.000 per orang, tapi kalo bawa kamera sendiri tambah biaya 3.000. Kita langsung cari spot foto di taman sari dan ini beberapa hasilnya.











maaf bawa cilok


Kita ga sempet ke beberapa tempat foto yang lain karna takut kesorean. Meila juga ga kuat jalan jauh-jauh. Temen kita yang lain juga udah nungguin di Chingu Cafe, ada Nabila sama Jihan. Akhirnya kita berpisah sama Ani, dia balik ke Solo trus kita otw ke Chingu.

Chingu Cafe ini cafe makanan korea. Cuma ada di Jogja sama Bandung, kata Fifi. Tempatnya bagus banget buat foto-foto. Warnanya cantik. Makanannya juga enak. Walaupun agak mahal. Tapi untuk rasa, enak sih menurutku. Gatau ya kalo dibandingin sama yang asli dari korea. Kita pesen menunya yang buat sharing, jadi patungan bisa buat rame-rame. Sistemnya waitinglist gitu. Trus pas udah giliran kita bakal di kasih tempat duduk sesuai berapa orangnya. Di daftar menunya pake mata uang won. Kalo di rupiahin tinggal kasih satu 0 dibelakangnya. Tapi itu cuma buat terlihat unik aja guys, ga beneran tinggal tambah satu 0 buat dirupiahin dari won. Porsi buat sharingnya juga banyak kok, bener-bener kenyang setelah itu.

Habis selesai makan kita sempetin buat foto-foto di spot foto disana. Ada penyewaan pakaian khas korea kalo mau ala-ala keliatan kayak di korea asli.





preman


Habis dari Chingu kita langsung balik hotel, gak sempet ke malioboro karna udah capek dan Meila juga udah ga kuat jalan-jalan lagi. Fifi sibuk mesen motor buat disewa besok jalan-jalan ke pantai, aku sama Jihan sibuk karaokean, Meila sama Nabila sibuk curhat sama stalkingin ig orang. Sampe jam 9 malem kira-kira cuma itu kesibukan kita di hotel. Oiya, Meila kedatengan saudaranya lagi kali ini bawa martabak, makasih mbakk. Trus kita keluar lagi malemnya pengen coba bubur hayam, tempatya deket mall apa yaaa, maaf lupa lagi. Di perempatan gitu pokoknya. Meila ga ikut, dia jaga kamar soalnya lagi ga enak badan. Jadi cuma aku, Fifi, Nabila sama Jihan. Nyampe sana aku cuma pesen es cincau sumpah segerr bangettt. Jujur jogja panas. Trus kita cerita macem-macem sampe gosipin Ilyas Muhammad. Aku baru tau kalo mantannya ilyas tuh linka diceritain Jihan. Detik itu juga aku patah hati, gatau juga kenapa. Pasti lucu banget mereka pacarannya sampe manggilnya papa mama. Habis itu kita langsung balik hotel, bersih-bersih, tidur.

Sabtu, 9 Maret 2019

Hari ketiga di Jogja kita rencananya mau jalan-jalan ke hutan pinus, gumuk pasir dan pantai. Selesai jalan-jalan kita berburu oleh-oleh di Malioboro sekalian beli titipan anak-anak. Kita bangun sekitar jam 8 pagi. Trus males-malesan sampe jam 9. Aku, fifi, meila ngepacking barang-barang ke koper, Jihan masih tidur, Nabila sibuk stalking Ilyas. Dia tiba-tiba ikutan patah hati tau Ilyas ganteng banget. Trus habis drama mandi dan beres-beres kita langsung berangkat ke kosan Acen setelah check-out. Fifi sama Jihan naik motor, aku sama Meila naik grab bersama koper-koper, Nabila pulang ke kosan ga ikut jalan-jalan, ga seru. Di perjalanan diajak ngobrol sama mas grabnya, baik, ramah. Diluar Jihan sama Fifi panas-panasan naik motor, wkwk.

Nyampe kosan Acen udah ada Sania, habis sarapan. Aku meila jihan sama fifi belum sempet sarapan, kita makan dulu di Olive. Mirip Hisana kalo di Kediri. Kata Jihan kalo di Solo Popeye, kasihan ldr mereka. Habis selesai makan kita langsung berangkat. Tujuan pertama hutan pinus. Aku dibonceng Sania. Sebenernya takut, tapi percaya aja sama Sania, daripada nyasar. Eh pas di persimpangan hampir hutan pinus, Sania berhenti dan bilang ''aku lali menggok nganan opo lurus ya putt'', aku yo opo ruhhh batinku berkata. Trus coba telfon Fifi, katanya lurus. Untung ga jadi nyasar.

Sampe sana langsung cari tempat foto, kita foto lumayan banyak.

























Habis capek foto kita makan bentar di warung deket parkiran. Trus kita lanjut jalan ke gumuk pasir dan pantai. Di pantai kita dapet sunset, bagus bangettt.
















Hanji dan sunset

Perjalanan pulang sempet disasarin bentar sama Sania karna kepisah sama yang lain. Hp sama sama sekaratnya, untung masih bisa buat buka google maps. Nyampe kosan Acen langsung lari ke kamar mandi karna udah nahan pipis sejak dari pantai. Fifi sama Jihan lanjut jalan lagi ke Malioboro but cod balikin motor sewaan sama nyari titipan. Aku masih sempet mandi sama nyetrika. Meila juga mandi bentar. Trus kita lanjut lagi jalan pake motor acen buat nyari titipan yang lain. Oiya aku lupa bilang, kalo selama di jogja kita juga open jastip buat nambah uang jajan.

Selesai nyari titipan ini itu, aku, meila sama acen berangkat jalan ke malioboro naik grabcar. Di Malioboro udah ada Fifi sama Jihan. Kita nyari beberapa bakpia yg belum dapet buat oleh-oleh. Nyampe Malioboro sekitar jam setengah dua belas malem. Sengaja biar ga kena macet. Karna pas itu jalanan maliobor ditutup, besok mau ada acara katanya. Setelah dapet bakpia kita pulang ke kosan Acen. Aku sama Meila keluar lagi sekitar jam 1 buat nyari makan, karna belum makan dari siang. Mau beli nasi goreng udah tutup, yang buka tinggal warmindo aja. Yaudah beli nasi gorengnya di warmindo. Udah ga mikirin pikiran orang lain, cewek jam segitu masih keluar cari makan. Laper bosku.

Kereta kita jam setengah tiga pagi. Jadi kalo diinget-inget, aku meila fifi sama sekali ga tidur hari itu. Kita tidur cuma pas di kereta pas perjalanan pulang. Selesai makan dan beres-beres bawaan kita, kita pamit pulang. Cium pipi kanan pipi kiri dulu ke Acen sebagai tanda perpisahan. Trus langsung menuju stasiun sekitar jam 2 pagi.

Nyampe stasiun nunggu kereta beberapa menit karna delay, trus nyampe di gerbong langsung duduk, tidur sampe nganjuk.

Mungkin segitu dulu ceritaku kemarin di Jogja. Kalo suruh balik lagi ke Jogja aku mau bangettt. Malah rasanya ga mau pulang kemarin tuhhh. Pengen tinggal di Jogja aja tapi hawa Malang biaya hidup Kediri umr Jakarta. Next trip pengen ke Bandung biar bisa nyanyi lagunya Fiersa, atau kalo ngga pengen ke Jakarta, biar bisa nyanyi Forget Jakartanya Adhitia Sofyan wkwkwk. Doain aja banyak rizki. Kalian yang belum jalan-jalan aku doain dapet rezeki buat jalan-jalan yaaa. Rezeki tuh bukan cuma uang aja, sehat, waktu luang buat jalan-jalan jga rezeki. Uang sakunya bisa diatur.

Sampai ketemu di cerita jalan-jalanku yang lain, di label Petualang Sejati.

Salam hangat, Putri.

Aksi Panggung The 1975 Mengecewakan

Setelah ini mendengarkan Robbers rasanya ga akan lagi semenyenangkan dulu, karna bercampur aduk dengan perasaan marah dan bersalah. Baru saj...