9 Jan 2023

Money Can Buy You Happiness

Agaknya itu kalimat yang lebih tepat digunakan untuk mendefinisikan kebahagiaanku bisa kembali merasakan festival musik di bulan Desember kemarin. Rasanya seperti membalaskan dendam atas bulan-bulan yang membuatku berjalan terseok-seok sepanjang tahun 2022. Semua terbayarkan tuntas dengan dua konser terbaik yang pernah aku rasakan selama 23 tahun aku hidup.

Be The Sun Additional Show Jakarta
Sound of Downtown Vol. 3

Setelah dua tahun diterpa pandemi C word yang membatasi ruang gerak kita di keramaian, festival musik menjadi salah satu hal yang dapat mengobati kerinduan akan suasana saat sebelum pandemi. Menonton konser musik menjadi stress release-ku di sela-sela kehidupan perkuliahan. Sheila On 7, Tulus, Pamungkas, Fiersa Besari, Nadin Amizah, Letto, hingga Pee Wee Gaskin sudah pernah aku dengar alunan musiknya secara langsung. Pengalaman dapat mendengarkan langsung lagu-lagu yang mengisi playlist sehari-hari dan menonton aksi panggung idola merupakan pengalaman berbayar yang ditawarkan oleh festival musik, dan aku lah salah satu target pasarnya.

Desember kemarin aku menghabiskan sisa akhir tahun dengan menikmati festival musik penyanyi lokal dan K-Pop. Dua-duanya sangat berkesan sampai hari ini aku masih merasakan sisa-sisa post concert deppression (PCD) haha. Konser pertama adalah Sound of Downtown Vol.3 di Lapangan Karangpilang Surabaya tanggal 18 Desember, dan yang kedua Seventeen Word Tour Be The Sun Additional Show Jakarta tanggal 28 Desember. Dari segi experience konser untuk penampilan artisnya, dua-duanya sangat all out dan profesional meskipun hujan turun. Kebetulan keduanya berada di venue outdoor, dan tau kan Desember di Indonesia kayak gimana hmm.. Kemungkinan hujan turun dan konser di-delay berjam-jam itu ada banget. Tapi secara profesional semua performences tetap tampil tepat waktu seseuai rundown dan konser berjalan dengan lancar seperti hujan bukan sebuah halangan.

Inget banget di SOD Vol.3 guest star pertama Ardhito dan pas banget dia udah mau mulai intro hujan juga mulai turun. Semua orang buru-buru mengeluarkan jas hujan yang sudah disediakan promotor dan berlarian mendekati panggung karna ga mau ketinggalan opening song yang dibawakan Ardhito dengan lagu terbarunya berjudul 2 Jam. Lucunya jas hujan yang dikenakan berwarna-warni jadi terlihat seperti anak ayam warna-warni sedang nonton konser. Begitu pun saat konser Be The Sun, hujan bahkan udah turun dari tengah hari. Sehari sebelumnya Jakarta diprediksikan akan hujan badai pada hari H konser, langsung khawatir deh tetap bisa berjalan lancar ga ya kira-kira. Aku ga terlalu masalah dengan hujan toh cuma hujan air, tapi kalo badai kan campur angin :( Agak menyesali milih section festival dibanding tribun. Tapi pas hari H ternyata ga seburuk bayanganku. Hujan angin tetap, tapi konser juga tetap jalan tepat waktu. Bahkan Seventeen terlihat sangat menikmati penampilan mereka di atas panggung sambil hujan-hujanan. Semua senang, semua pulang dengan selamat alhamdulillah ga ada yang sakit. Apresiasi buat seluruh panitia dan promotor yang bertugas.

Satu lagi hal yang menyenangkan dari nonton konser selain penampilan para performances adalah pengalaman berinteraksi dengan sesama penonton. Aku banyak baca cerita dari penonton baik SOD maupun BeTS, ada yang lucu, ada yang haru, ada yang seru, ga jarang ketemu kenalan baru setelah pulang konser. Beberapa orang rela berangkat jauh dari kota asalnya untuk menikmati hiburan sejenak ini. Hal itu juga yang ngingetin aku buat saling jaga dan memperhatikan orang-orang di sekitarku selama konser.

Saat SOD misalnya, ribuan orang jadi satu di satu tempat sedangkan tempat ibadah (musholla) yang disediakan ga cukup menampung, jadi harus gantian. Belum lagi beberapa orang ada yang kurang sadar diri malah duduk-duduk santai di sekitar area sholat sambil istirahat, sedangkan yang mau sholat antri sekali. Saat mendekati adzan maghrib aku berniat ke musholla dulu buat sholat maghrib lebih awal dan langsung menyusul temanku agar dapat barisan yang lebih dekat dengan panggung daripada sebelumnya. Tapi ternyata yang berpikir begitu tidak hanya aku saja kawan, malah orang-orang banyak yang selesai sholat ashar masih pakai mukena dan duduk-duduk di musholla menunggu adzan maghrib hahaha. Saat sedang antri ada satu orang di sebelahku yang ternyata belum sholat ashar, tapi udah ga ada cukup ruang lagi untuk sholat karna penuh dengan orang menunggu adzan maghrib. Untungnya orang di depanku dengan sigap langsung berdiri dan mempersilahkan mba-mba sebelahku tadi untuk sholat ashar duluan. Aku sempat baca saat Be The Sun juga ada yang mengalami hal yang sama, respect. Ada juga yang saling minjemin powerbank, saling tawar-tawarin minum di tengah kerumunan, yang paling seru bagi-bagi freebies saat BeTS. Aku juga sempet baca ada yang adek kecil yang nonton BeTS sama ortunya kepisah sama mamanya, baiknya Carat pada bantuin nyariin sampe adek itu ketemu mamanya lagi huhu terharu. Aku juga ada pengalaman hampir gabisa pulang saking susahnya dapet ojek online di area sekitar venue karna high demand. Beruntungnya tetep bisa pulang dengan selamat meskipun pake ngerepotin orang-orang, mianhae dan gumawo <3 Pulangnya aku dapet banyak kenalan temen Carat baru hehe seneng, I hope we can get along well together yaaa

Karna euforia orang-orang terhadap festival musik dan acara hiburan publik paska pandemi sangat tinggi, hal itu memicu penumpukan massa di satu tempat. Kalau koordinir massanya ga bener, bisa malah jadi petaka seperti tragedi yang sudah-sudah. Beruntungnya lagi, orang-orang saat selesai konser semuanya tertib jalan satu-satu pelan-pelan bergantian tanpa ricuh baik SOD maupun BeTS. Jujur itu juga jadi concern-ku saat nonton konser, karna sebegitu banyaknya orang pasti semua sama-sama merasa capek, letih, lesu, lunglai. Tapi alih-alih marah-marah atau mode senggol bacok, semuanya tetep bisa sabar saling mendahulukan yang prioritas dan kooperatif buat tertib. BAGUSSS! Salut juga dengan tim koordinator lapangannya terutama BeTS, arahan korlapnya sangat membantu aku yang linglung bingung masuk lewat mana keluar lewat mana. Semua pulang dengan hati gembira, aman, sentosa!

Akhir kata aku membuktikan sendiri kalau money can buy me happiness, how about you?

2 Jan 2023

2021 dan 2022

Selamat tahun baru 2023!

Dua tahun yang ga pernah aku tulis di sini emang ga mudah buat dijalani, tapi toh kelewat juga haha. Ga ditulis bukan berarti ga berkesan, justru malah sangat menikmati setiap momen yang terjadi dua tahun terakhir. Kalo mau ditulis satu-satu mungkin ini beberapa momen yang mau aku kenang terus selamanya:

2021

  • Awal tahun breakout parah sisa stres akhir tahun
  • Kabur healing ke Jogja berkedok magang selama sebulan
  • Sisanya menikmati kehidupan di rumah
  • Masih banyak waktu buat quality time bareng temen
  • Sharing session dan update kehidupan sama Retta dan Acen hampir tiap weekend
  • Acen masih sering nginep rumahku biar kita ga saling merasa kesepian
  • Kenalan sama BTS dan mulai sibuk dengan kehidupan fangirling
  • Fase bucin Taehyung dan Jimin hahaha
  • Pertama kali ngerayaain ultah beli kue sendiri
  • Pusing semester akhir dan bingung mending magang atau nikah sama Jimin
  • Akhir tahun balik ngekost ke Malang buat mulai ngerjain skripsi

2022

  • Ketemu lagi sama teman-temanku yang setelah lama Long Distance Friendship
  • Tapi LDF sama temenku yang lain huhu gantian
  • Pertama kali kondangan, akhir tahun jadi sering kondangan
  • 5/6 di 2022 adalah kehidupan anak kost an yang bingung mau makan malem apa dan mending laundry atau nyuci sendiri
  • Semakin dekat dengan Seventeen dan fase bucin Dokyeom
  • Cekikikan malem-malem di kost an karna nonton Going Seventeen sampe sakit perut
  • Sisanya pusing ngerjain skripsi dan bingung milih cafe buat skripsian
  • Dibimbing oleh Pak Faisal yang sabar, bijaksana, dan menyenangkan
  • Bolak balik S city buat ambil data bersama RR
  • Mual ngotak-ngatik data di PLS
  • Bosen skripsian akhirnya nyoba mecah stressnya ke kerjaan
  • Hamdallah dapet kesempatan belajar banyak dari Adinda dan Mas Dendi di ALGA
  • Sampe akhirnya bisa nyelesaiin skripsi pas 8 semester
  • Dikelilingi dan disupport serta berjuang bareng sama RR, Eka, Doni, Meila, Deva buat lulus dari UB
  • Tinggal nunggu wisuda aja ini lama beneerrr
  • Closingan akhir tahun sangat berkesan bisa ngonser dua kali
  • Ketemu lagi sama Arinda, Retta, Dani, Akfa, dan DOKYEOM
  • Momen terbaiknya adalah nonton Be The Sun Additional Show Jakarta!
Wow! Banyak juga momen terbaik yang terjadi dua tahun terakhir. Disamping itu juga tetep ada masa-masa sedih, galau, dan bingung buat melangkah. Hal yang paling aku syukuri tahun ini adalah setiap momen yang terjadi dan setiap orang-orang yang aku temui (entah yang baru aku kenal atau sudah saling memahami sejak lama), sangat berkontribusi membentuk aku sekarang. Momen-momen itu ga mungkin terulang lagi dengan perasaan yang sama. Aku selalu percaya kalimat ini

"Setiap waktu ada orangnya, setiap orang ada waktunya."


Selama masih ada waktu untuk orang-orang tersayang di sekitar kita, selalu usahakan memaksimalkan waktu itu untuk menciptakan momen terbaik untuk dikenang dalam waktu yang lama.

Let's make another beautiful memories in 2023!

/Putri.

22 Des 2020

Setahun Terakhir

Udah lama banget ya dari terakhir kali aku update di blog ini. Kalo boleh jujur, sebenarnya banyak sekali cerita yang ingin aku bagikan sepanjang setahun ini. Namun rasanya ga akan cukup di satu kali post hehe. Hal yang paling mengesankan bagiku di setahun terakhir adalah pandemi. Ya, semua merasakan dampaknya, termasuk juga aku sebagai mahasiswi. Kebetulan aku sudah masuk dipertengahan semester 4 awal tahun ini. Saat diharuskan isolasi mandiri di rumah masing-masing, saat itu juga bertepatan dengan minggu Ujian Tengah Semesterku. Beberapa dosen ada yang memaklumi keadaan dengan meniadakan ujian, kabar yang menyenangkan tentunya. Namun, beberapa yang lain mengganti ujian dengan tugas. Ada juga yang tetap melaksanakan ujian secara daring.

Lucunya saat harus pulang ke kampung halamanku, aku pikir libur pandemi ini akan berlangsung hanya dua minggu selama pelaksaaan UTS. Jelas aku hanya sedikit membawa baju dan barang-barangku yang sekiranya penting untuk keberlangsungan hidupku setelahnya, skincare misalnya. Sisanya aku tinggal di kost-an ku di Malang. Ternyata dugaanku salah. Pandemi masih terus berlanjut hingga hari ini.

Terhitung sejak pertengahan bulan Maret hingga sekarang, sudah lebih dari sembilan bulan aku di rumah. Tidak lagi merantau, tidak lagi pusing tengah malam mau makan apa. Senang lebih banyak waktu bersama keluarga. Maklum, kegiatan kuliah dan organisasi sering menyita waktu akhir pekanku. Sebelumnya mungkin di rumah cuma dua hari saja dalam sebulan, sekarang bisa tiap hari. Tidak usah pusing laundry dan masak indomie, hihi.

Kegiatan perkuliahan pun mengalami penyesuaian. Sampai sekarang aku masih melaksanakan kuliah secara daring. Semua sistem pembelajaran terasa lebih praktis karena teknologi. Walaupun jarak jauh dan sering terkendala masalah teknis, tidak mengurungkan semangat belajar teman-temanku dan para bapak ibu dosen dalam menyampaikan ilmu. Tak jarang aku menemui teman-temanku yang terkendala sinyal di rumahnya yang cukup jauh dari pusat kota. Namun, dia selalu berusaha untuk tetap bisa mengikuti kegiatan perkuliahan dengan baik dengan segala keterbatasan yang ada. Semua berusaha sebaik mungkin di kondisi yang serba sulit ini.

Kegiatan organisasi kampusku juga beralih ke sistem daring. Banyak program kerja yang terpaksa harus mengalami penyesuaian dengan kondisi yang ada. Namun lagi-lagi, beruntungnya kita hidup di era teknologi yang berkembang pesat. Semua menjadi semakin mudah dan tidak seberat yang dibayangkan karna fasilitas teknologi.

Selain kuliah dan organisasi, aku juga sering mengikuti webinar selama di rumah aja. Kampusku juga membuka program magang online semester ini. Bekerja sama dengan beberapa company besar dan memberi banyak sekali perkuliahan tambahan yang menambah insight baru untukku pribadi. Salah satunya adalah dengan Smartfren. Dalam online course bersama smartfren banyak membahas mengenai kepegawaian dan manajemen karyawan. Kebetulan aku pun juga mengambil minat di bidang manajemen sumber daya manusia. Jadi materi yang dibawa oleh smartfren dekat dengan materi kuliahku di kelas. Senang rasanya dapat menambah banyak wawasan baru bagaimana realita manajemen sdm di lapangan dari praktisinya langsung.

Tapi tidak bisa dipungkiri, kalau perkuliahan secara luring atau offline akan terasa lebih menyenangkan. Berinteraksi langsung dengan teman-teman kuliahku. Melaksanakan perkuliahan di kelas. Kangen juga ternyata merasakan naik tangga ke lantai lima di kelas pagi gara-gara lift penuh. Kangen juga makan soto di kantin sehabis pusing mengerjakan akuntansi. Apalagi merasakan sibuk mondar-mondir gedung UKM atau rapat di cafe bareng temen-temen organisasi sampai larut malam. Pengen banget ngerasain masa-masa itu lagi, huhuu.

Kemungkinan besar semester depan kampusku tetap melaksanakan perkuliahan secara daring. Tidak bisa menyalahkan siapa-siapa juga. Keadaannya juga sedang tidak kondusif. Namun, aku percaya kalau kita semua bisa sadar atas tanggung jawab badan kita masing-masing sebenarnya kegiatan perkuliahan secara luring pun bisa terlaksana. Asaaalll… selalu siap sedia menerapkan 3M protokol kesehatan yang baik dan benar. Menolong nyawa orang lain bisa lho dimulai dari diri sendiri, dengan sadar atas tanggung jawab badan kita masing-masing.

Semoga kita semua tetap dalam kondisi sehat dan baik ya teman-teman, sampai akhirnya kita bertemu lagi dalam kondisi yang jauhhhhhh lebih baik daripada hari ini.

See u in another story, XOXO.

21 Mei 2019

love at the first talk,

Saat aku menulis ini, aku sedang kekenyangan oseng buncis kentang buatan ibuk. Senang rasanya dapat menyantap kembali masakan rumah. Setelah satu bulan lebih bergulat dengan kuliah, tugas dan proker yang menyenangkan. Menjadi menyenangkan karena aku jadi sibuk, hehe. Setidaknya walaupun jarang olah raga, tubuhku masih sering bergerak. Setelah uts pertengahan Maret kemarin, aku mendapat amanah menjadi panitia di sebuah acara internal organisasiku. Pada rapat pertama aku berhalangan hadir, karena sedang di Jogja, ceritanya bisa kamu baca disini. Seminggu setelahnya, diadakan rapat lagi, dan kenangan setelahnya yang akan aku ceritakan. Membekas di ingatan. Bahkan setiap detik hari itu rasanya melekat di memori otakku. Heran.

15 Maret 2019

Di luar mendung menggantung, aku tengah bersiap untuk rapat kepanitiaan. Tapi sepeda motorku sedang dibawa Fadhil -teman sau kosku-. Aku mengirim pesan kepadanya, untuk menanyakan sudah sampai mana. Aku bukan pengguna ojol, karena aku ada kendaraan sendiri. Jadi aku tidak punya aplikasi ojol di handphone. Fadhil menjemputku di kosan, dan mengantarku ke tempat rapat. Sedangkan motorku dia bawa lagi, karna dia ada keperluan lain sampai aku selesai rapat kira-kira. Aku minta jemput saja kalo rapatku sudah selesai.

Ini kepanitiaan pertamaku, saat first gath aku tidak hadir, jadi aku belum kenal kecuali satu anak yang pernah satu kelompok denganku saat diklat. Setelah rapat selesai aku minta Fadhil untuk menjemputku, tapi katanya urusannya belum selesai. Masih ada beberapa orang sebenarnya, tapi aku belum cukup kenal saat itu, jadi malu kalau mau minta nebeng. Akhirnya aku minta tolong Fadhil untuk memesankan ojol dari handphonenya. Saat itu aku hanya mengandalkan wifi kafe, karena paketanku habis. Fadhil bilang ojolnya sudah otw. Aku pamit ke temen-temen yang lain dan turun kebawah untuk menunggu ojol dibawah saja. Rasanya canggung banget, aku gak tau mau ngobrol apa kalo lama-lama.

Sampai bawah belum kelihatan juga ojolnya. Aku menelfon Fadhil biar ada teman ngobrol. Tiba-tiba gerimis turun, ojolku belum juga kelihatan. Kata Fadhil motor mio plat AG, sampai akhirnya koneksi terputus. Gara-gara tempatku berdiri lumayan jauh dari kafe. Tak lama kemudian motor mio berplat AG berhenti di sebrang jalan. Pengendaranya memakai jaket hitam hijau khas ojek online. Laki-laki bertubuh tinggi besar dan brewokan tipis. Ia turun dan menghampiriku di sebrang.

Suaranya bercampur diantara gerimis bertanya padaku "Atas nama mbak Fadhilah ya mbak?"

Aku jawab "iyaaa".

"Sini mbak berteduh dulu" katanya sambil memberi isyarat padaku untuk mengikutinya. Menyebrang dan berteduh di teras sebuah pos kampling.

Aku sedikit bingung, kenapa malah berteduh, bukannya langsung naik motor aja trus langsung jalan. Tapi mas ojol ini malah minta maaf padaku dan terlihat mengutak-atik handphonenya. Lalu ia cerita "maaf banget ya mbak, ini hari pertama saya ngojek dan mbak penumpang pertama saya. Saya masih bingung cara ngoprasikan aplikasinya, kalo mau jalan harus gimana yaaa" spontan aku yang mendengar ceritanya mengucapkan selamat, mas ojol bingung.

"Kok selamat mbak?" tanyanya.

"Selamat mas dapat pekerjaan baru"

"Haha, makasih mbak. Tapi ini saya belum bisa ngoprasikan aplikasinya, belum bisa jalan mbak. Kaya error gitu. Mbak tau gak gimana caranya"

"Aduh saya juga gak ngerti mas"

"Duhh, saya aja ga ngerti apalagi mbaknya yaa" aku ketawa aja melihat ekspresi paniknya.

"Tapi ini alamatnya bener bunga kumis kucing ya mbak?" tanyanya lagi, aku mengiyakan.

"Bentar ya mbak, saya coba lagi. Mbaknya gak buru-buru kan?" tanya mas ojol lagi terdengar sungkan. Aku jawab "Nggak kok mas, santuyy" padahal sebenarnya sudah ditunggu temanku yang lain untuk aku tebengin pulang ke Kediri. Tapi daripada mas ojol makin panik, dibikin kalem aja.

Tiba-tiba aku disodorkan layar handphonenya, memperlihatkan gps yang stuck. Mas ojol nunjukin sambil bertanya lagi, apa aku bisa bantu. Aku gak ngerti maksudnya gimana dan harus diapain. Lalu aku tiba-tiba hopeless. Kalo aplikasinya gak jalan dan mas ojolnya gak mau nganter aku, masa aku harus naik ke atas cafe lagi dan nanya tebengan, kan maluu, kan udah pamit bilangnya udah dijemput dibawah masa naik lagi.

Tapi beruntungnya aku gak harus naik lagi, mas ojol ini tetap berbaik hati mengantarku sampai kosan.

"Ya udah, jalan aja dulu ya mbak. Nanti aja saya benerin" aku langsung mengucap syukur dalam hati.

Motor berjalan beberapa meter dari tempat aku berdiri dan aku memberanikan diri membuka percakapan karena rasa ingin tahuku yang tinggi. Siapa tau kita satu kota.

"Mas, plat nya AG berarti bukan orang malang ya?" tanyaku.

"Bukan mbak, saya asli Blitar" ada sedikit kecewa, ternyata gak sekota. Tapi gak tau kenapa kecewa wkwk, aneh.

"Ohh, saya kira Kediri"

"Kediri AG juga mbak, Blitar, Tulungagung AG juga. Mbaknya orang Kediri?"

"Iyaaa"

"Wah tetanggaan kita. Dapet penumpang pertama, tetangga kota lagi"

"Hehe iyaa"

"Maaf banget tapi ya mbak, tadi agak lama. Ya soalnya itu tadi, saya bingung kok tiba-tiba error gitu aplikasinya" aku jadi agak sungkan mas ojolnya minta maaf terus.

"Gapapa mas, saya bangga jadi penumpang pertama" jawabku berharap menghilangkan sedikit perasaan bersalahnya mas ojol. Mas ojolnya ketawa kenceng banget.

"Mbak Fadhilah kuliahnya dimana?" ternyata dari tadi masih menganggapku Fadhilah.

"Sebenernya Fadhilah itu temen saya mas, saya tadi minta dipesenin. Saya kuliah di UB"

"Oalahh, lha mbaknya namanya siapa?"

"Putri"

"Di UB fakultas?"

"FIA, bisnis"

"Wahh keren, semester berapa?"

"Baru dua, saya maba hehe"

"Oalahh masih maba. Saya UB juga mbak, tapi udah semester tua hehe"

"Oh yaa? Fakultas apa mas? angkatan tahun berapa?"

"Yahh, ketauan tuanya nanti saya. FISIP mbak."

"Oh fisip, jurusan?"

"Ilmu politik" dalam hati aku mengagumi diam-diam. Lalu, hening. 

Tiba-tiba ia menyimpulkan obrolan kita "Putri FIA 2018" aku bingung mau ngomong apa, cuma bisa diam.

Kita mengobrol sebenarnya banyak 'ha?' 'apa?' tapi tidak aku masukkan. Tau kan, bisingnya suara motor kadang menenggelamkan obrolan seru. Setelah belokan sardo, mas ojol bersuara lagi, "mumpung semester tua, saya nyambi ngojek mbak. Coba-coba aja. Buat nambahin uang saku. Padahal saya baru tadi siang loh mbak daftarnya, trus langsung disuruh narik. Seneng sih, tapi bingung juga."

"bagus dong mas, ojol kayaknya emang peluang yang bagus buat ngisi waktu luang"

"hahaha, iya. kalo mbak putri di FIA belajarnya apa aja?"

"belajarnya banyak tapi santai, kalo semester satu dua masih ngulang pelajaran SMA gitu. Semester depan mulai kayak manajemen, akuntansi yang lebih ribet, semester ini ada matkul yang menarik mas, kreativitas dan inovasi"

"Oh ya, belajar apa tuh mbak?"

"Disuruh mikir gila pokoknya, kayak dikasih kasus gitu. Kemarin dosen saya nyuruh mikir bikin bisnis di mars, kan gila"

"hahahaaa seru juga"

"masnya semester akhir, lagi skripsian dong sekarang?" tanyaku mengganti topik. Motor berhenti di lampu merah pertigaan dinoyo, hujan sudah tidak lagi turun. Entah kenapa obrolan ini mengalir. Sejujurnya aku bukan tipe orang yang mudah membuka topik obrolan dengan orang yang baru pertama kali aku kenal. Benar-benar pertama kali, belum pernah bertemu sebelumnya. Tapi kali ini beda.

"Iya mbak, alhamdulillah. Saya kemarin agak bermasalah di magang. Jadi ngaret lulusnya."

"Oh gituu, semangat mas." aku cuma bisa menanggapi sekenanya.

"hehe makasih mbak" Lampu berganti hijau, motor melaju ke jalan mt haryono.

"Kalo ipol, katanya lulus pasti langsung terjun ke parpol mas, bener gak?" tanyaku lagi.

"Sebenernya mbak, lulusan ipol itu malah jarang yang terjun langsung ke politik. Kita sebagai dalang aja dibelakang"

"maksudnya?"

"Yaa, kita sebagai konsultan politik gitu. Kalo yang terjun langsung itu wayangnya aja, kita berperan dibelakang. Gak banyak orang tau. Pandangan orang awam pasti gitu, kayak mbak putri tadi. Padahal kenyataannya engga mbak" aku mangut-mangut baru tau fakta baru.

"Trus kemarin magangnya dimana mas?"

"Kemarin saya di perusahaan asuransi gitu, tapi kesalahan saya mbak gak kroscek lagi perusahaannya kayak gimana. Ehhh, pas saya magang perusahaan itu kena kasus korupsi. Yaaa saya cabut"

"Emang magang gitu dipilihin apa milih sendiri?"

"Tergantung fakultasnya sih mbak, kalo saya kemarin dipilihin. Trus gara-gara kena kasus korupsi itu ngurus pindahnya yang lama, akhirnya skripsi ikut ngaret."

Motor terus melaju di jalanan mt haryono yang basah bekas hujan. Sesekali tetesan air jatuh dari ranting dan daun diatas kita saat melewatinya. Sore itu kendaraan sedang ramai-ramainya, karena jam pulang kerja. Motor mio mas ojol jalan tidak terlalu kencang juga tidak terlalu pelan, pas. Setelah melewati jembatan suhat obrolan berlanjut.

"Kalo boleh tau, tadi acara apa mbak di kafe?" tanya mas ojol.

"rapat kepanitiaan mas"

"ohh ikut organisasi apa emang?"

"ukm sih mas, mw. mau ada event internal"

"wahhh, bagus loh itu. peminatnya selalu banyak. cocok yaa sama kuliahnya, bisnis juga."

"hehe iyaaa."

"dulu milih fia kenapa?" motor melewati putar balik yang pertama, jadi sedikit lebih jauh. Tapi aku gak masalah, obrolannya menyenangkan.

"soalnya orang tua saya ada bisnis gitu di rumah, saya jadi tertarik bisnis juga"

"saya dulu juga hampir ambil fia, hampir tapi"

"oh yaa, publik pasti"

"iyaaa, pilihan pertama saya fia, kedua ipol. lhakok rejekinya di pilihan kedua, alhamdulillah aja"

"alhamdulillah juga"

"hehe, sebenernya mbak, saya dulu pengennya jadi tentara"

"cocok dong, mas badannya tinggi"

"tapi belum rejeki. jadi saya lulus 2014, trus nyoba tes tentara gagal. Kan bisa gratis itu mbak, soalnya kedinasan. Orangtua saya bukan orang berada, sederhana banget. Jadi saya pengenlah bantu ngeringanin dengan sekolah gratis. Tapi yaa belum rejeki." mas ojol bercerita penuh antusias, akupun ikut antusias mendengarnya.

"Nah, baru 2015 saya nyoba masuk ptn. Lhakok rejekinya malah disini, di UB.Ya udah, jalanin aja." lanjutnya.

"Rejekinya di Malang mas hehe"

"Iyaa, ini puter balik sisni ya mbak" katanya, saat sampai di putar balik depan griya santa.

"Iyaa"

"trus ini lurus apa belok?"

"Belok bisa sih mas, belok aja" kataku dan motor melaju berbelok ke arah jalan bunga coklat. Sebenarnya akan lebih jauh lewat sini. Tapi aku tak masalah.

Gerimis turun lagi, tapi tidak deras. Jalanan macet. Motor berjalan lambat, sesekali berhenti menunggu giliran maju. Udara menjadi sejuk sekaligus dingin. Aku menyilangkan tangan, mengembunyikannya dibalik jaket. Setelahnya tidak banyak obrolan kami. Hanya mengomentari pengendara lain. Sedikit julid memang.

Setelah melewati jalan dewandaru, motor berbelok ke jalan bunga kumis kucing. Hampir sampai kosku. Aku mengeluarkan dompet, dan menyadari aku hanya membawa selembar dua puluh ribu. Sedangkan aku harus membayar sebelas ribu. Sedikit khawatir mas ojol tidak membawa kembalian, mengingat ini hari pertamanya. Takut repot cari tukeran dulu.

Aku memberi intruksi untuk turun di depan gang kosku. Motor menepi dan aku turun.

Mas ojol bertanya, "Berapa ya mbak di aplikasinya mbaknya tadi?"

"Kata temen saya sebelas ribu tadi mas" jawabku sesuai yang dikatakan Fadhil lewat telfon.

Aku memberikan selembar dua puluh ribu, dan benar, masnya gak punya kembalian.

"Waduh, yang pas aja mbak"

"Gak ada mas, buat mas aja deh kembaliannya. Penglaris" kataku.

"Wah jangan mbak, kita sama-sama butuh hidup disini. Mbaknya juga sekolah, saya juga. Ditukerin dulu aja mbak" katanya sambil melepas helm. Setelah diperhatikan, manis juga.

Beruntung di depan kosku ada sebuah toko minimarket kecil, "yudah saya cariin tukeran aja dulu ya mas" kataku berinisiatif.

Tapi mas ojol melarang, katanya "saya aja yang tukerin mbak" setelah menemukan minimarket kecil yang aku pandangi daritadi. "Mbaknya tunggu sini aja" katanya lagi sebelum menyebrang. Aku tersneyum kecil, dan menunggu sesuai perintah.

Tak lama ia kembali, membawa beberapa uang receh dan dua bungkus chocolatos. Ia memberikan kembalianku tidak kurang tidak lebih dan dua bungkus chocolatos itu. Aku mengernyit bingung.

"Ini kembaliannya dan ini hadiah dari saya buat penumpang pertama" aku menerima keduanya dan terkekeh kecil.

"Makasih" kataku.

"Sama-sama..." kalimatnya menggantung seperti sedang mengingat sesuatu, ".. Putri" lanjutnya.

"Mbak Putri, FIA" katanya lagi. Aku senang, dia mencoba mengingatku. Entah kenapa aku tak bisa bilang apa-apa lagi. Cuma bisa melihat dia memakai kembali helmnya yang menutupi rambut ikalnya. Ia kembali naik ke motor dan aku masih diam di tempat.

"Semoga lain waktu ketemu lagi yaaa" katanya lagi, dan aku amini dalam hati. Aku mengangguk mengiyakan.

Dia diam di atas motornya, aku memperhatikannya dan momen canggung terjadi. Sepertinya dia menungguku pergi, sedangkan aku juga menunggunya pergi. Aku kembali ke alam sadarku dan jadi salah tingakah sendiri. "Oh umm, makasih lagi ya mas cocholatosnya. Hati-hati di jalan" kataku dan melangkah pergi masuk gang. Terdengar samar ia juga membalas "hati-hati juga".

Sampai kos, aku baru sadar. Aku tidak tahu namanya. Aku tidak bertanya. Sebodoh itu aku saat itu. Aku mencari handphoneku dan minta Fadhil mengskrinsut riwayat orderannya. Baru mau mengirim pesan ada beberapa pesan dan telfon yang tidak aku balas dari Fadhil. Ternyata dia mengcancel orderan yang pertama, dan mengorder ojol baru untukku. Karena itu aplikasi mas ojol tadi stuck. Mas ojol tidak tahu. Setelah aku menceritakan yang terjadi, Fadhil mengirim riwayat orderannya. Dan sampai sekarang nama iu yang selalu aku sebut dalam setiap doa setelah kedua orangtua dan keluargaku.

28 Mar 2019

Business Model Canvas

Jadi ceritanya, tadi pagi aku ikut seminar yang keren banget. Seminar ini diadain di fakultasku dan memang seminar intenal fakultas. Pematerinya juga dosen fakultas aku sendiri Bapak Ari Irawan SE., MM., Beliau berharap dengan adanya seminar tadi kita bisa menjadi jembatan buat temen-temen yang lain juga tau tentang topik yang di bahas dan aku langsung tergerak untuk berbagi ke kalian nih.

Jadi topik yang dibahas adalah Business Model Canvas yang sering disebut juga dengan BMC. BMC ini dibuat untuk perencanaan bisnis gituu. Misal punya ide bisnis, tapi bingung gimana cara eksekusinya. BMC ini bisa membantu kalian untuk menyiapkan rencana bisnis dengan matang, sehingga saat eksekusi dapat fokus dengan tujuan yang ingin dicapai.

Kurang lebih kayak gitu gambaran BMC, maaf gambarnya aku cari di google.

Nah di BMC ini kamu bisa nentuin target pasar, pendapatan, pengeluaran dll. Mungkin aku ceritain satu-satu aja yaaa

Yang pertama Customer Segments, di kolom ini kamu tentuin target pasar kamu. Bisa se-spesifik mungkin, mulai dari gender, pekerjaan, umur. Misal ingin bisnis hijab, udah pasti target pasar kamu wanita berhijab, mungkin mahasiswi atau pelajar, bisa juga pekerja kantoran. Dengan target pasar yang spesifik kamu bisa tentuin strategi promosi produk kamu supaya ga salah sasaran.

Yang kedua ada Customer Relationship, bahasa sederhananya disini kamu bisa tentuin apa aja yang kamu lakukan buat tetep keep in touch sama customer kamu. Bisa dengan ngadain give away, diskon di tanggal hari besar, promo, saran dan masukan dll.

Selanjutnya ada Channels. Di kolom ini adalah media yang kamu gunakan untuk nyampein produk kamu ke customer. Bisa dengan media sosial, event, bazar, brosur, paid promote dll.

Lalu ada Value Proposition, disini kamu bisa analisis kelebihan, kekurangan, peluang, dan tantangan atau SWOT dari produk yang kamu miliki. Sehingga kamu bisa bikin strategi untuk pemasarannya. Misal bisnis hijab yang tadi, kelebihan dari hijab kamu kualitasa premium dengan harga terjangkau, tapi punya kekurangan mudah kusut, peluangnya masih belum terlalu banyak bisnis hijab kualitas premium namun harga terjangkau, tantangannya mungkin bisa di preodusen bahan baku hijab yang jauh di luar kota. Dari analisis SWOT ini kamu bisa bikin rencana yang lebih matang buat poduk kamu.

Selanjutnya, ada Key Activities. Di kolom ini kamu tulis apa aja yang bakal kamu lakuin untuk menjalankan bisnis kamu. Mulai dari pesan bahan baku, produksi, promosi, pemesanan, sampai produk sampai ke tangan konsumen.

Key Resources, adalah apa yang kamu butuhkan untuk menjalankan bisnis kamu. Bisa bahan baku, alat untuk produksi, kuota untuk promosi bisa dimasukan juga. SDM juga bisa termasuk KR. Misal kalo bisnis kamu online, admin bisa termasuk KR. Kalau kamu butuh editor untuk foto dan gambar produk kamu, itu juga termasuk KR.

Key Pertners, adalah dengan siapa kita bekerja sama untuk menjalankan binis kita. Bisa dengan komunitas, kalau kamu ingin menitikan produk kamu di sebuah toko, toko tsb juga trmasuk dama KP.

Selanjutnya Cost Structure, adalah rencana pengeluaran. Apa saja yang perlu kamu beli dalam menjalankan bisnis ini. Lebih spesifik bisa di sertakan harganya. Sehingga kamu juga bisa menentukan harga untuk produk kamu.

Yang terakhir Revenue Structure, adalah rencana pendapatan. Dari mana saja kamu akan mendapat penerimaan. Pendapat bukan hanya dari penjualan, mungkin kamu bisa buat rencana pendapatan yang lain. Bisa dari kerjasama sponsor dengan event dan lain sebagainya.

Nah, dari gambar diatas bisa kita lihat kalau tiga kolom CS, CR dan Channels adalah apa yang bisa dirasakan langsung oleh customer. Istilahnya, itu adalah wajah produk kita di mata cutomer. Sedangkan KA, KR dan KP adalah apa aja yang terjadi dan kita butuhkan di dalam bisnis kita. Kalo VP ada di tengah-tengah perusahaan dan customer, yang artinya diketahui oleh perusahaan dan juga customer. Sedangkan CS dan RS adalah rencana keuangan kita.

Mungkin itu sedikit yang pengen aku bagi sama kalian. Semoga bermanfaat dan membantu kamu dalam merencanakan ide-ide bisnis yang kamu punya. Aku yakin diluar sana banyak banget yang punya ide bisnis yang keren. Tapi ide-ide itu akan stuck dalam pikian dan angan kalian kalo gak langsung di realisasikan. Jadi ayooo, mulai aja dulu.

Salam, Putri.

Aksi Panggung The 1975 Mengecewakan

Setelah ini mendengarkan Robbers rasanya ga akan lagi semenyenangkan dulu, karna bercampur aduk dengan perasaan marah dan bersalah. Baru saj...